21.

335 35 10
                                        

Selamat membaca.... 🤓

Hello! I am coming back!!!!!
Setelah berbulan bulan mengurung diri di gua untuk kultivasi, akhirnya saya menemukan ilham untuk melanjutkan cerita tidak jelas ini. Yah, mungkin kalian udah bosen nungguin nya, atau malah nggak nungguin sama sekali, i don't know 🤷.

Hari sudah mulai malam saat Alex kembali ke asrama. Sebenarnya hanya memerlukan waktu tiga puluh menit untuk pulang pergi ke rumah kak jack, apa lagi dengan mobil sport berkecepatan tinggi.

Alex memutuskan untuk langsung kembali setelah memastikan belahan jiwanya masuk kedalam rumah dengan aman, namun setelah mengembalikan mobil Ben, dia ikut nongkrong di cafe dengan Benjamin dan putra mr. Maxim, yang tak lain dan tak bukan ialah Ramadante Leonardo, atau biasa di panggil Dante oleh teman teman nya.

Tuan muda itu memang humble, gampang akrab dengan orang baru yang membuat Alex betah ngobrol lama dengannya dan Benjamin, sampai lupa kalau ada manusia yang harus di kasih makan di asrama yang sama dengan nya.

Begitu masuk kamar asrama miliknya dan Terry, kakinya tak sengaja tersandung seonggok tubuh manusia yang sedang telentang di belakang pintu. Dengan wajah memelas menatap Alex dan memeluk kaki kanan sahabatnya.

"Mommy... Anakmu perlu makan, lihatlah perut anakmu yang mulai kempes ini!" Alex hanya merotasikan bola matanya.

Terry memang nggak banyak bicara, tapi kalau lapar, dia jadi banyak drama. Padahal jam makan malam belum terlewat, tapi Terry bertingkah seakan belum makan sejak lima hari yang lalu.

"Bukannya tadi belanja buah, kenapa nggak makan buah dulu?!" Omel Alex.

"Nggak kenyang lah makan buah doang, lagian aku mau daging."

Alex melangkah memasuki kamar mandi setelah mengambil pakaian ganti. Dia mau mandi dulu, habis dari luar tidak nyaman kalau tidak mandi. Biarkan saja bayi besar itu merengek minta daging.

"Makan apa?" Tanya Alex sekeluarnya dari kamar mandi.

"Terserah, yang penting daging" Terry tidak akan protes selama yang dimasak Alex adalah daging, masakan Alex tidak pernah tidah enak.

"Bulgogi?" Terry mengangguk setuju.

***

Suara tamparan menggema di ruang tamu. Pria paruh baya itu bukan sekali dua kali ini menamparnya. Itu sudah seperti rutinitas setiap kali bertemu dengan putra omega satu satunya. Bahkan ini bukan rumahnya, tapi dia berani melakukan kekerasan seperti ini tanpa memperdulikan pandangan orang lain.

"Terlahir sebagai omega sudah mempermalukan keluarga ini! Bisa bisanya kamu nempel alpha sana sini!!!" Itu ayahnya yang memaki, ayah yang membuatnya terlahir di dunia, ayahnya yang membencinya karna terlahir sebagai omega.

Omega lemah, omega bukan superior, omega hanyalah mesin pembuat anak, omega tidak cerdas, menurutnya omega hanyalah beban. Dia adalah laki laki dari keluarga superior, dalam silsilah keluarganya hanya ada alpha dan beta, istrinya beta sedangkan anak pertamanya adalah alpha, terlalu sulit baginya untuk menerima omega sebagai keturunannya.

"Dad cukup!!!" Teriak seseorang yang baru saja memasuki rumah.

Jack baru saja pulang dari kantornya terkejut bukan main melihat ayahnya tak segan menampar adik kecilnya yang sangat ia sayangi dan kemudian memakinya.

Ia segera berlari menghampiri mike, melindunginya dari orang tua mereka sendiri. Merengkuh tubuh kecil adiknya yang bergetar hebat, ketakutan. Sekalipun mike selalu diperlakukan kasar oleh orang tua mereka, dia tidak pernah terbiasa.

"Ada apa daddy datang?!" Jack benar benar mencoba meredam amarahnya.

"Daddy hanya mau memastikan kalau dia benar benar pindah ke sini." Jack mengernyitkan alis nya.

"Hanya itu?!"  Sang ayah mengambil sesuatu dari saku dalam jas mahalnya.

"Lima hari lagi daddy mengadakan pesta di perusahaan utama, kamu datanglah, mungkin ada salah satu beta yang menjadi mate kamu." Ucap sang ayah sembari memberikan undangan pada putra pertamanya.

"Kalau aku tidak sibuk." Jawab jack tak acuh.

Ayah mereka segera pergi dari rumah Jack setelah mendapati respon kurang mengenakan dari putra sulungnya, yang seakan mengusirnya untuk segera pergi.

"Miky nggak papa? Pipinya sakit ya? Kak Jack kompres ya?" Jack mengusap lembut bekas tamparan ayahnya di pipi Mike.

"Kak Jak, miky nggak nempel alpha sana sini. Miky nggak suka kegatelan sama alpha sembarangan, Miky jaga diri, tapi kenapa daddy marahin miky?" Airmata mike luruh, membasahi pipi chubby nya yang memerah.

Jack tidak langsung menjawab, namun segera menyuruh seorang maid untuk mengabilkan kompres untuk pipi adiknya yang memerah.

Sebenarnya Jack tahu apa yang menyebabkan ayahnya berkata demikian, tubuh mike penuh dengan feromone alpha, benar benar menyengat . Itu feromone yang sama seperti yang membungkus tubuh adik nya beberapa bulan lalu. Terasa posesif dan tajam.

Ia sangat ingin menanyakan perihal feromone tersebut, tapi keadaan sang adik tidak memungkinkan, apalagi setelah di maki oleh ayahnya karna hal yang sama. Salah salah, mike merasa tidak nyaman lagi dengan nya.

***

Hari ini Alex tidak ada kelas, dan baru hari ini dia punya waktu istirahat sejak beberapa bulan yang lalu mulai belajar di Cambridge. Dia selalu punya kelas setiap harinya, bahkan di hari minggu dia harus mengikuti kelas tambahan karna mengambil tiga jurusan sekaligus. Agak menyesal sebenarnya, karna dia bahkan hampir tidak punya waktu untuk mike, apalagi mike jarang di kampus karna sudah hampir menyelesaikan studinya.

Sejak bangun tidur tubuhnya sudah merasa tidak nyaman, badannya panas, bahkan tadi pagi Alex hanya membuatkan telur dadar untuk Terry. Sepertinya jadwal rutnya akan datang, mungkin nanti bisa meminta Terry untuk mengantarnya ke rumah Rut miliknya. Alex mencoba tidur untuk mengurangi rasa tidak nyaman di tubuhnya.

Tidak lama, setelah memejamkan mata, tulang tulangnya bergemeletuk, bergeser dengan sendirinya, tubuhnya mulai shifting tanpa ia sadari, sisi alphanya mulai menguasai kesadaran dalam dirinya. Serigala berbulu hitam setinggi dua meter berdiri tegak dengan mata merah darahnya yang menyala.

Masa Rut adalah fase rawan bagi alpha, dimana kesadaranya diambil alih oleh serigala dalam dirinya. Alpha yang sedang rut akan berperilaku seperti binatang, melepaskan feromon pekat yang menarik omega untuk dikawini. Sayangnya ini lebih berbahaya saat Alex yang mengalami, bukan hanya tingkah lakunya yang diluar kendali, dia juga akan mengalami shifting dan berubah menjadi serigala.

Di dunia yang serba moderen ini hanya satu diantara sepuluh juta orang yang bisa melakukan shifting setelah dewasa. Pada umumnya orang orang menjadi serigala hanya saat baru lahir hingga berumur dua bulan, setelahnya kemampuan shifting itu akan hilang.

Yang menjadi alasan Alex home schooling saat kecil adalah karena bahkan setelah lebih dari dua bulan, dia masih saja tiba tiba melakukan shifting, sisi Alphanya terlalu mendominasi hingga ia berumur sepuluh tahun.

Geraman rendah terdengar dari mulut serigala besar itu, matanya memandang jauh, ada sesuatu yang dicarinya. Tanpa ada yang mencegahnya, dia menerobos jendela kaca, membuat jendela di kamar asramanya rusak dengan kepingan kaca yang bertebaran, mungkin saat Alex sadar, ia harus mengganti rugi kerusakan yang ia timbulkan.

Tbc.

Selamat menunggu part selanjutnya....

Selamat menunggu part selanjutnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
our worldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang