Seseorang bertubuh tegap dibalut kemeja putih dan vest bahan berwarna hitam juga celana bahan dengan warna sama, berjalan percaya diri memasuki sebuah gedung pencakar langit. Wajahnya ditutupi topeng yang menyembunyikan seluruh bagian wajahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tak perlu mengatakan apapun, seorang resepsionis wanita langsung mengantarkannya ke tempat yang dituju, ruang kendali server perusahaan.
Saat masuk, didalam sudah ada tiga orang yang memang ditugaskan untuk mengelola keamanan data perusahaan dan semua yang berhubungan dengan dunia digital.
"Beberapa data base perusahaan dicuri dan keamanan sistem dibobol."
Orang bertopeng yang baru saja masuk tadi menfangguk, kemudian segera mengambil alih pekerjaan pengelola keamanan data.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Alex kembali ke rumah dimalam hari saat keluarganya hendak makan malam dengan terry yang ternyata masih numpang dirumahnya.
"Kok baru pulang?! Masa cuma ambil barang yang tertinggal bisa sampai berjam jam?!"
Omelan mama cerewetnya yang biasa ia dengar ketika pulang telat langsung memasuki indra pendengarannya begitu melewati ruang makan.
"Tadi Alex rapihin kastil dulu yang lupa dibersihkan."
"Oh.... oke"
"Kamu ngapain masih disini?!" Tanya Alex sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Mau makanlah.... appa sama mama lagi pergi, aku nggak bisa masak, jadi numpang makan disini." Ucap terry santai.
"Huft... Alex mau bersih bersih badan dulu."
Begitu mendapat anggukan dari tiga orang diruang makan, Alex segera meninggalkan ruang makan menuju kamarnya.
***
Esok paginya Alex berangkat seperti biasa, berjalan kaki sambil mendengarkan musik lewat headsetnya saat tiba tiba seekor puppy mendekat dan menggosokkan kepala berbulunya di kaki Alex.
Saat pagi begini memang banyak ibu atau ayah yang mengajak anaknya jalan jalan agar terkena mentari pagi. Dan kebetulan jalan yang dilewati Alex dekat dengan taman.
"Hai calon omega yang cantik! Apa yang kau lakukan disini? Dimana orang tuamu hmm?" Puppy barwarna coklat keabuan dengan telinga turun itu Alex angkat kemudian digendongnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seorang wanita omega berambut pendek mendekati Alex sambil memanggil puppy yang berada digendongan Alex dengan nama 'eugin'.
"Apakah dia anakmu?"
"Iya, tadi dia kabur saat ayahnya membeli hot dog. Maaf karna merepotkanmu." Ucap sang wanita omega kepada Alex.
"Tidak masalah." Alex segera menyerahkan puppy tersebut yang langsung diterima dengan baik oleh sang ibu.
Begitu berada ditangan ibunya puppy tersebut langsung mengendus dada sang omega, mungkin sudah lapar.
"Umur berapa?"
"Lima minggu"
"Ah ya. Eum kalau begitu saya pergi sekarang. Jadi anak yang baik ya cantik..." Alex mengusap lembut kepala puppy yang sudah mulai merengek minta susu, kemudian berlalu dari hadapan wanita omega yang wajahnya sudah memerah.
Alex tidak berniat menggoda, karna yang ia bilang cantik adalah sang puppy yang kelak akan menjadi omega. Ini adalah salah satu kelebihan alpha dominan, peka terhadap aura puppy yang bahkan belum jelas second gendernya.
Hari ini ujian akhir dimulai, untunglah rut Alex selesai tepat pada waktunya, jadi tidak perlu menyusul.
Sebenernya ujian akhir ini tidak terlalu penting, karna kelulusan ditentukan oleh nilai harian. Tapi nilai ujian penting untuk masuk jurusan di universitas.
"Lex, ambil mapel apa untuk ujian pilihannya?" Damien bertanya ketika mereka makan siang di kantin setelah menyelesaikan ujian hari pertama.
"Science, ekonomi, matematic"
"Banyak banget! Emang kuliah ambil jurusan apa?" Tanya orion ketika mendengar banyaknya mata pelajaran yang akan diambil Alex untuk ujian.
"Arsitektur, kedokteran, bisnis"
"Jadi yang mana?!" Tanya Orion nyolot.
"Alex ambil tiga jurusan. Jadi pas lulus dapet tiga gelar sekaligus" ini Terry yang jawab, dongkol dia sama temennya yang pada lebay.
"Apa nggak pusing tu lex?"
"Ya jangan samakan sama kita! Kapasitas otak Alex jelas beda! Kalo Alex ambil tiga jurusan sekaligus, itu tandanya dia mampu!" Terry mulai ngegas melihat kebodohan temannya.
"Tinggal jalanin aja sih..." ucap Alex kelewat santai.
"Kalian sendiri ambil jurusan apa?"
"Orion kedokteran, Damien ngambil bisnis managment, kalau aku sendiri kamu pasti taulah.... hyungku mau ambil jalannya sendiri, jadi mau nggak mau aku yang bakalan nerusin agensi appa."
Alex sudah menduga kalau temannya akan mengambil jurusan tersebut. Orion jelas akan mengambil kedokteran karena bisnis keluarganya akan diambil alih oleh Damien sebagai menantu, dan orion memang tidak berniat memegang bisnis keluarganya.
Damien sudah jelas karna dia yang akan memimpin perusahaan keluarga serta mertuanya, bagaimana Damien bisa dipercaya keluarga orion untuk meneruskan? Ya karena setelah venus lulus senior high school Damien akan langsung menikahinya. Agak agak memang, tapi Damien sendiri sudah sangat dekat dengan keluarga Orion.
Sedang Terry sendiri, kakaknya yang seorang Alpha resesif memilih untuk menjadi dokter, jadi mau tidak mau ia yang mengambil agensi musik milik appanya kelak. . . . . . . . . . . . . . . . . . . Tbc.
Makasih buat yang udah mau baca, dan terimakasih banyak buat yang udah vote dan komen.😊