27.

251 24 2
                                        

selamat membaca.............

Sudah beberapa bulan ini Alex benar-benar sibuk, bahkan harus mencuri curi waktu untuk bisa sekedar menemani omeganya. Baginya, sehari dua puluh empat jam terasa begitu singkat. Semenjak kecerobohannya sewaktu rut, yang menghasilkan calon bayi di dalam perut omeganya, Alex meminta lebih banyak pekerjaan pada Mr. Maxim, tidak seperti dulu yang hanya mengendalikan sesuatu yang berhubungan dengan keamanan data dan membajak server, sekarang bahkan sesekali harus turun ke lapangan untuk transaksi atau baku tembak dengan keluarga mafia lain. Belum lagi, tiga jurusan yang ia ambil di kampus, membuatnya menjadi menyesal, karena menyita terlalu banyak waktunya. Tapi, setelah mengingat omega cantiknya dan calon anak mereka, Alex kembali menjalani rutinitas sibuknya dengan semangat. Calon suami dan anaknya perlu makan dan tempat tinggal yang layak.

Ngomong-ngomong, sekarang Mike sudah tinggal bersama Alex, tidak di asrama, melainkan di apartemen yang dekat dengan rumah sakit tempat Mike menjalankan tugasnya sebagai asisten dokter, dan tidak terlalu jauh dari kampus. Pada awalnya, Alex berniat untuk membiarkan Mike tinggal bersama jackson dulu karena keamanan lebih terjamin, dan ada banyak orang yang bisa menjaga omeganya, tapi Mike menolak dan memilih untuk tinggal bersama sang alpha. Dengan alasan bahwa Alex sering bepergian, Terry akhirnya ikut tinggal bersama mereka berdua, yang selanjutnya steven ikut ikut adiknya beralasan bahwa ia bisa menjaga Mike saat Alex dan Terry tidak ada, lagi pula Steven menjalankan masa koasnya di rumah sakit yang sama dengan Mike. Dengan banyaknya orang yang tinggal di apartemen, beruntung Ben menemukan apartemen yang luas untuk di tinggali. Pada awalnya, Alex berniat menukar rumah rutnya yang di tengah hutan, tapi Mr. Maxim mengatakan akan membelikannya apartemen sebagai hadiah karena omeganya hamil, berakhir rumah rut itu tetap menjadi miliknya, mungkin bisa ia gunakan saat anaknya sudah lahir, hutan adalah tempat yang cocok untuk membesarkan anak serigala dengan gen super.

sebulan setelah kehamilan Mike, Alex mendapatkan kabar bahwa adiknya telah lahir dua bulan sebelumnya, dan baru sempat mengabari karena terlalu repot mengurusi puppies yang baru lahir,  seekor serigala betina berwarna putih, cantik, sayangnya setelah di periksa, dia alpha, tidak sesai haraan mama Alderaldo yang menginginkan anak omega. yah, sebenarnya itu menguntungkan bagi Mike, karena ia akan menjadi satu satunya menantu omega paling disayang  oleh mamanya, sebelum adiknya mendapatan matenya. gen alpha dari keluarga mamanya memang kuat, selain mamanya, tidak ada omega lain yang lahir di keluarga kakeknya. begitu pula di keluarga ayahnya, yang sama sekali tidak pernah melahirkan keturunan omega, rata-rata adalah beta dengan sedikit alpha, jadi Alex tidak heran kalau berfikir memiliki adik omega adalah hal yang hampir mustahil. 

setelah mendapatkan kabar itu, Alex memutuskan pulang selama beberapa hari untuk menunjukkan bahwa ia menyambut  kelahiran adik barunya. kalau tidak, mamanya pasti akan mengomel. karena omeganya masih hamil muda, Alex tidak ingin mengambi resiko dengan membawanya dalam perjalanan jauh, berakhir Alex hanya pulang dengan Terry. sementara Mike dititipkan pada Jackson. 

"sayang sudah pulang?" sapaan manis yang mengisi kembali energinya setelah kuliah, atau setelah pulang dari menyelesaikan tugas dar mr. maxim. 

"aku pulang..." seperti biasa, setelah mendapatkan sapaan balasan, omega cantik Alex akan memberi hadiah pelukan hangat setelah bekerja keras seharian. 

"Bagaimana hari ini? Apa bayi kecil kita rewel?" Alex bertanya penuh perhatian, yang dijawab gelengan dan senyum cerah Mike, di lanjutkan dengan cerita apa saja yang di lakukan omega cantik itu seharian.

Alex tidak pernah bosan dengan rutinitasnya ini, bahkan jika bisa, ia ingin selamanya mendengarkkan celoteh ria omega kesayangannya saja. Suara merdunya yang menceritakan betapa bosannya ia seharian atau betapa serunya ia menonton film bersama Steven dan Terry, dan lelahnya ia menjalankan tugasnya sebagai asisten dokter seharian, tak pernah bisa membuatnya bosan. Kekuatan cinta memang semengerikan itu. Padahal kalau orang lain yang terlalu banyak mengoceh, Alex akan dengan mudah menyumpal mulut mereka dengan apapun yang ada di sekitarnya, tentu ocehan mamanya sebagai pengecualian.

Dua hari di luar rumah, membuat Alex kehabisan tenaga karena berjauhan dengan omeganya. Jadi, selesai membersihkan diri dan mencepol rambut panjangnya yang tidak jadi ia potong karena Mike menyukai rambut panjang, Alex segera berbaring di ranjang dan memeluk kekasih tercintanya, mengisi kembali tenaga yang hilang.

"Susu hamilnya sudah diminum sayang?" Alex bertanya sambil menciumi pucuk kepala Mike dengan sayang.

"Belum," cicit Mike.
"Baunya nggak suka, bikin mual.." Mike beralasan.

"Dicampur jus buah tetep mual nggak?" Alex bertanya pelan sambil tangannya mengusap pelan pipi pria yang empat tahun lebih tua darinya.

"Tapi buahnya habis, tadi nggak sempet beli. Terry sibuk seharian, sedangkan aku dan Steven terlalu lelah untuk keluar." Anggukan paham Alex berikan, menerima alasan yang di buat calon suami cantiknya.

Hormon kehamilan membuat omega menjadi lebih sensitif, entah itu terhadap bau, rasa, ataupun perasaan. Dan karena itu, Alex jadi lebih hati hati terhadap Mike, ia tak lupa juga meminta maaf pada orang orang di sekitar Mike apabila omeganya agak lebih susah di hadapi saat hamil dan memohon pada mereka untuk sedikit lebih pengertian.

"Kalau begitu, biar ku belikan." Alex beranjak dari ranjang, dan menyambar hoodie miliknya.

"Ada yang mau dibelikan?" Tawarnya, kalau kalau ada yang sedang ingin di makan papa hamil itu.

"Mau ikut aja." Anggukan kepala di berikan sebagai jawaban.

Untuk menjaga kehangatan tubuh Mike, Alex mengambil sweater dan sweatpant  untuk Mike. Udara lebih dingin di malam hari, bahkan di musim semi, dan Alex tidak ingin omeganya sakit. Sebenarnya jika dia tidak di apartemen, Terry yang akan ia suruh untuk keluar membeli keprluan di malam hari, tidak mengizin kan omeganya terkena udara dingin.

Selain sweater dan sweatpant, Alex juga memasangkan topi hangat dan syal di leher omeganya. Minimarket yang menjual buah berada di sebelah gedung apartemen, melewati dua toko makanan. Mereka berjalan bersama sembari Alex menggenggam tangan Mike, turun menggunakan lift. Tidak lama, hanya dua puluh menit yang mereka habiskan di luar untuk membeli beberapa buah dan camilan sehat, tapi pipi Mike sudah memerah karena udara dingin.

Sembari membuat susu dengan campuran jus buah, Alex juga merebus air untuk membantu menghangatkan kaki Mike. Dengan penuh perhatian, Alex mendudukan Mike di pinggir ranjang, menyerahkan susu hamil dengan campuran jus buah, dan mencium lembut dahi omeganya. Berjongkok di depan kaki Mike dengan baskom air hangat, melipat celana Mike perlahan dan mengompres kaki jenjang kekasihnya dengan air hangat sembari memijat pelan. Perlakuan yang menunjukan afeksi sederhan namun membekas bagi Mike, alphanya adalah benar benar sosok yang perhatian, bahkan pada hal hal kecil.

"Kakinya pegal sayang?" Pertanyaan penuh perhatian dengan suara yang lembut dilontarkan.

"Sudah mendingan, terimakasih ya." Alex tersenyum sebagai balasan.

Dengan sekali angkat, Alex menggendong depan Mike yang telah menghabiskan susu hamilnya, membawanya ke tengah ranjang agar bisa tidur dengan nyaman, menyelimutinya dengan selimut lembut, kemudian menyusul berbaring setelah mencuci gelas susu dan mengganti pakaiannya menjadi piyama.

Cupp!

Alex mencium dahi Mike sayang, mengucapkan selamat tidur dan tak pernah lupa untuk memeluknya. Beristirahat setelah hari hari yang sibuk, paling nikmat adalah dengan memluk kekasihnya, melepaskan semua beban yang ada di pundaknya, merilexkan diri dalam pelukan lembut kekasihnya.




Tbc.


our worldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang