Begitu masa rawat inap berakhir, Alex langsung membawa Mike pulang ke Cambridge. Selama seminggu, tidak di izinkan mengikuti koas, dan hanya boleh istirahat di apartemen. Dua orang penjaga yang dijanjikan Alex selalu memantau dari jauh. Selama itu juga, Alex mengajukan cuti pada Mr. Maxim untuk tidak ikut dalam misi yang mengharuskannya bepergian. Dia hanya mengerjakan apa yang bisa di kerjakan dari apartemen. Perkuliahannya ia datangi hanya untuk mengambil beberapa tugas, kemudian pulang lagi untuk menempel pada omeganya.
"Sayang, hati-hati lantainya licin!" Peringat Alex saat melihat tumpahan air di lantai yang hanya beberapa tetes.
Mike muak, sangat muak. Sudah dua hari ini sejak kepulangannya dari rumah sakit, alphanya selalu mengikuti dan menempelinya seperti lintah di manapun dan kapan pun. Bahkan saat buang air, alphanya hampir mengikutinya ke dalam kamar mandi.
"Alpha, aku sudah sembuh! Dan aku sangat hati hati tanpa perlu kamu peringati dan ikuti terus terusan. Kamu nggak ada kerjaan lain kah?" Mike menghela nafas kasar.
"Pekerjaanku sudah selesai, begitu pula tugas kampus." Jawabnya tanpa rasa berdosa.
"Kalau begitu lakukan hal lain! Lama-lama aku muak liat muka kamu!"
Mike berjalan ke ruang santai dengan perutnya yang menonjol, sebelah tangannya memegan mug berisi teh hangat, dan tangan satunya lagi membawa kotak biskuit.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semenjak perutnya membesar, Mike lebih suka mengenakan baju longgar saat di apartemen. Bahkan, kalau hanya berdua dengan Alex, mike jarang menggunakan bawahan dan hanya mengenakan celana dalam. Tentu bajunya menutupi setengah paha. Ia masih waras untuk tidak memancing alpha kesepian dengan otak dipenuhi selangkangan nya.
"Kak miky...."
"..."
"Sayang..."
"..."
"Baby..."
"..."
"Mamanya anakku..."
"Ya ampun! Apa si?! Dari tadi panggil panggil nggak jelas!" Mike benar benar jengah dengan alphanya itu.
"Hehehe... Cuddle yuk!" Mike menatap Alex dengan satu alis terangkat
"Nggak! Aku mau nonton." Putusnya.
"Sambil nonton nggak papa..." Rayu Alex.
"Kan sambil makan." Tolaknya lagi.
"Aku suapin." Tak mau menyerah.
"Terserah!"
Alex terkekeh senang. Memposisikan dirinya tepat di depan TV, mengangkat Mike dengan mudah ke pangkuannya, merengkuh tubuh Mike dalam pelukannya dan mengambil posisi ternyaman.
Mike yang memang pada dasarnya suka dengan pysical touch Alex padanya, tentu menerima dengan senang hati saat Alex mulai meletakan kepalanya di bahunya, sambil mengendus lehernya pelan.
Karena terbawa suasana, yang tadinya hanya mengendus leher, sekarang Alex mulai mencium dan memberi bite mark pada leher dan selangka Mike. Lama kelamaan, kegiatan Alex mendapat protes dari papa hamil yang merasa terganggu dengan kegiatan Alex.
"Kamu ngapain si?! Tadi mintanya cuddle, sekarang malah ngelunjak!"
Yang diprotes bukanya berhenti malah semakin berani. Tangan kanannya yang menganggur, mulai menelusup masuk ke baju longgar Mike, mengelus perut yang mulai membuncit sebentar, lalu merayap naik ke dada sebelah kiri Mike.
"Engh..." Alex yang merasa gemas dengan dada omeganya yang mulai membesar, mencubitnya pelan, menghasilkan lenguhan Mike.
Mendapat respon yang cukup bagus, Alex tentu saja kesenangan. Tangan yang tadinya berada di dada Mike, sekarang turun ke bawah perut memijat benda kecil yang mulai berdiri karena rangsangan yang di berikan alphanya. Alex juga mulai mengeluarkan feromon nya, undangan kawin untuk omeganya.
"Jangan... Jangan disini, Terry sebentar lagi pulang." Tolak Mike, kode untuk pindah tempat.
Alex yang paham dengan permintaan Mike, segera memindahkan posisi duduk Mike menghadapnya, membuat sang omega melingkarkan kaki ke pinggang kokoh sang alpha, kedua lengannya juga ia lingkarkan di leher alphanya.
Merasa posisinya sudah nyaman, Alex segera melanjutkan kegiatan tak senonohnya, kemudian berdiri sambil menggendong Mike seperti koala. Dari ceruk leher yang jenjang, hingga dagu tak seincipun Alex lewati untuk dicium. Saat berjalan pun, ia tak berhenti untuk mendaratkan bibirnya di spot spot favorit nya. Mike, yang sudah terlena oleh feromon alphanya, hanya bisa melenguh sebagai respon terhadap apa yang di lakukan Alex.
Perlahan, perempuan yang hampir menjadi orangtua itu meletakan pasangannya di atas ranjang, sambil memastikan omeganya tidak terluka sedikitpun. Segera setelahny, ia menutup dan mengunci pintu kamar mereka, agar tidak ada yang mengganggu kegiatan dewasa yang akan mereka lakukan. . . . . . . . . . . . . . .
Seperti yang Mike katakan, Terry pulang tidak lama setelah pasangan alpha omega yang belum menikah itu masuk kamar. Tentunya, akibat Alex yang menebarkan feromonnya, itu tersisa dan tercium oleh Terry yang langsung mengumpat pada pasangan baru di apartemen itu.
"Sialan Alex!" Dengan tergesa, ia menyemprotkan pembersih feromon sebelum ikut terangsang.
"Udah tau yang tinggal di apartemen ini masih ada yang jomblo, dia seenaknya nyebar feromon, kaya anjing di musim kawin." Gerutuannya masih mengalir sampai ia masuk kamarnya sendiri.
***
Berbeda respon dengan Terry yang hanya merasa sebal, malam harinya Steven benar benar marah pada Alex. Saat makan malam, Steven tidak mendapati Mike di meja makan, dan malah Alex yang membawa nampan dengan semangkuk bubur, potongan buah dan segelas susu hamil ke kamar.
Steven memaki maki Alex sambil mengungkit masalah Mike yang tidak boleh kecapekan, dan kehamilan yang masih rentan untuk berhubungan badan. Ia juga mengingatkan Alex bahwa Mike belum lama keluar dari rumah sakit, yang mau tak mau membuat Alex merasa bersalah karena tidak mampu menahan hasratnya.
Terry yang tidak ingin terlibat, hanya duduk diam sambil menikmati hidangan yang di buat Alex, menghabiskannya dengan cepat dan langsung membersihkan alat makannya setelah selesai. Meskipun Alpha, hyung nya lebih cerewet dari omega, dan ia tak mau terkena omelannya juga. Yah, walau sebenarnya ia juga ingin mengomentari soal feromon yang Alex tinggalkan dimana mana.