28.

204 22 3
                                        

selamat membaca.......


setelah semalam saling melepas rindu, pagi ini Alex bangun lebih lebih dahulu sebelum Mike. dengan rutinitas yang selalu sama, Alex membersihan diri kemudian pergi ke dapur untuk membuat sarapan bagi empat orang, atau lima jika yang masih di dalam perut ikut di hitung. semenjak hamil, bukannya kehilangan nafsu makan seperti omega hamil kebanyakan, Mike justru semakin lahap makan, hanya saja dia selalu mual dengan bau susu kehamilan, sehingga harus di campur dengan jus buah. ia harus berterimakasih pada Steven dan Terry karena telah menjaga omeganya.

hanya sarapan sederhana yang Alex buat hari ini, sapi lada hitam dan brokoli kukus yang di siram minyak bawang putih dan kecap asin, tak lupa juga nasi yang jadi karbohidrat. setelah selesai menata makanan di meja, Alex segera menghampiri kamar Steve dan Terry yang bersebelahan, menggedor pintu kamar Terry dan mengetuk pintu kamar Steve untuk membangunkan mereka berdua. dirasa keduanya sudah bangun, Alex segera menuju kamarnya sendiri untuk membangunkan omega cantiknya.

pipi yang semakin tembam dan kenyal itu di usap pelan, kulit sehalus sutra itu perlahan memerah seperti buah peach ranum yang hendak matang. mata indah yang tak pernah bosan menyita atensi Alex mulai terbuka, menapilkan netra bening yang masih berkabut. erangan kecil keluar dari bibir merona yang selalu menggoda Alex untuk di kecup.

"selamat pagi..." sapa Alex, membuat mata indah Mike mengerjap mengembalikan pandangannya yang jernih untuk melihat wajah tegas Alphanya yang sedang tersenyum halus sembari menyapa paginya.

"selamat pagi sayangku.." Mike membalas sapaan Alex. lengan pucatnya mengalung di leher kekasihnya, memberi pelukan pagi yang hangat.

"mau mandi dulu atau makan dulu?" Alex bertanya sambil terus mengusakkan hidungnya ke tempat kelenjar feromon Mike berada, menghirup sebanyak mungkin feromon yang keluar.

"mandi dulu, nggak enak kalo makan belum mandi." Ujar Mike, yang langsung melepaskan pelukannya, dan beranjak menuju kamar mandi.

"Mau aku temenin sayang?" Goda Alex dengan nada jahilnya.

"Enggak ya! Nanti yang ada nggak jadi mandi!" Mike bersungut sungut sambil terus berjalan kekamar mandi, membuat Alpha dominan itu tertawa kecil.

Sambil menunggu omeganya selesai mandi, Alex menyiapkan pakaian untuk omeganya pakai, sekaligus pakaian dalamnya. Memisahkan beberapa skincare pagi untuk di pakai, dan mengingat beberapa skincare yang hampir habis untuk ia beli nanti.

Tak lama, Mike keluar dari kamar mandi dengan wangi feromon dan sabun yang menguar. Tubuhnya dililit bathrob putih, berjalan pelan, mengambil baju dan dalaman yang sudah di siapkan, kemudian masuk ke ruang ganti. Yah, meskipun sudah melihat tubuh masing masing tanpa sehelai benangpun, Mike masih tetap malu kalau harus berganti pakaian di depan Alex, meskipun harusnya Alex yang malu, karena anatomi tubuh Alex masih seperti perempuan pada umumnya, meskipun dadanya lebih bidang karena terlatih.

"Sayang, kamu nyiapin bra buat aku pakai?" Tanya Mike sekeluar dari ruang ganti.

"Itu bukan bra sayang, itu hanya pelindung dada. Aku tau dada kamu mulai sensitif seiring umur kandungan, dan bakal nggak nyaman kalau kegesek pakaian, jadi aku beliin beberapa set beda ukuran biar bisa nyesuaiin sama perkembangannya." Jelas Alex, membuat Mike mengangguk paham, toh dia juga menyukainya karena terasa nyaman. Putingnya jadi tidak perlu menggesek pakaian dan berakhir lecet seperti sebelumnya.

Hari ini Mike nggak punya jadwal ke rumah sakit, jadi Alex memilihkan baju casual untuk di rumah atau kalau mau keluar tinggal di lapisi jaket atau blazer. Karena bahan masakan sudah hampir habis, mungkin nanti Mike pergi belanja sayuran dan daging di temani Steve. Terry ada jadwal kuliah hari ini, dan Alex harus terbang ke mexico nanti siang karena tadi pagi, Ben menelponnya untuk pergi mengurus beberapa hal. Kuliahnya mungkin lewat online.

selain menyiapkan makanan dan pakaian, Alex sering kali membantu mengaplikasikan skincare, ke wajah atau tubuh Mike, semua skincare Mike juga Alex yang memilihkan, yang pasti harus aman untuk omega yang sedang hamil. selagi tidak ada kerjaan atau jadwal kuliah, ia akan melakukan banyak hal untuk membuat omeganya merasa nyaman.

*
*
*
*
*
*
*
*

saat keluar kamar, Steven dan Terry sudah duduk manis di meja makan sembari menikmati masakan Alex. Steven mengenakan baju santai, karena tidak punya jadwal ke rumah sakit, sama seperti Mike. sedangkan Terry mengenakan pakaian yang biasa ia kenakan untuk berangkat kuliah. untung saja, jadwal Steven sering berbarengan dengan jadwal Mike, jadi Alex bisa lebih tenang untuk meninggalan Mike saat akan bepergian.

"Lex, mau pergi lagi?" Terry bertanya sambil terus mengunyah makanannya.

"ya, Ben menelephonku tadi pagi, untuk berangkat ke Mexico siang ini." Steven yang mendengar perkataan Alex, langsung melirik sinis.

"sibuk banget, sampe nggak ada waktu buat omeganya." komentar pedas Steven, yang hanya di tanggapi dengan senyum kecil Alex.

kalau tidak ingat ada calon bayi dan omeganya yang harus di nafkahi, sedangkan dia belum selesai kuliah, Alex tidak akan mau repot repot mengambil lebih banyak pekerjaan dari Mr. Maxim, toh uang dari pekerjaannya yang sebelumnya sudah lumayan. sayangnya, Alex tidak mau dipandang rendah oleh calon mertuanya, atau bisa di katakan orang tua Mike.

"sayang, siang ini aku mau pergi lagi, kamu kalau mau pergi harus ngajak kak steve atau Terry, kalau mereka berdua nggak bisa, aja kak Jack. kalau nggak ada yang bisa di ajak keluar, di apartemen aja, kamu bisa pake jasa pesan antar kalau mendesak." pesan Alex.

"kamu mau pergi, perlu aku siapin baju?" tawar Mike.

"nggak perlu, baju ganti bisa pinjem Ben nanti." Alex mengusap kepala Mike sayang.

Mike mengangguk paham, kemudian melanjutkan acara makannya yang tertunda oleh obrolan singkat mereka.

selagi menunggu semuanya selesai makan, Alex membuat jus stroberri yang akan dicampur dengan susu hamil Mike. Terry selesai lebih dulu, dan langsung mencuci piring dan gelas yang ia gunakan. sembari mencuci, Terry dengan iseng bertanya pada Alex yang sedang menuangkan bubuk susu ke blender berisi stoberri dan air.

"Lex, kamu nggak ada niatan mau nikahin kak Mike?" suaranya pelan, agar hanya Alex yang mendengar.

"Ada, tapi aku belum bisa nemuin orang tuanya, mereka masih sibuk." Alex memberi alasan.

"Tapi daddy sama mama juga belum tau kan?"

"Udah, mama sama daddy udah tau, tapi belum bisa ke sini. Mungkin nunggu adikku bisa di ajak pergi." Terry hanya mengangguk mengiyakan.

Alex berjalan ke arah Mike sambil membawa susu yang ia buat untuk Mike, menyerahkannya sambil mencium ubun-ubun kesayangannya dengan penuh cinta.

"Terima kasih alpha." Ucap Mike sambil tersenyum manis setelah menerima susu dan kecupan sayang dari Alex.

*
*
*
*
*
*
*
*
*

Siangnya, Alex benar-benar pergi menggunakan motor hitam miliknya, setelah berpamitan dengan pelukan hangat dan kecupan dalam di kening Mike.






Tbc.
Sampai jumpa di part berikutnya....

our worldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang