26.

296 31 2
                                        

selamat membaca................

Mike menatap pantulan dirinya di depan cermin, tatto kecil terbentuk di dekat bekas gigitan alphanya sejak setelah mereka melakukan marking. sebuah bunga lotus terukir indah di sana, tanpa pedang, seperti tatto di punggung Alex. tersenyum lembut, mengingat sekarang ia sudah ditandai oleh matenya, yang sangat ia cintai. tak lama kemudian, senyum di wajahnya luntur, digantikan dngan raut kecewa yang kentara. pesan yang ia kirimkan selama ini hanya terus di baca tanpa ada balasan. 

dua hari lalu, setelah ia bangun dari pingsannya, mike mendapati kamarnya di penuhi feromon sang alpha, ia tau bahwa alphanya sempat datang dan tidak hanya mengirimkan benda benda berferomon sang alpha. namun, karena tidak mendapati sang alpha di sisinya, Mike segera kembali menangis histeris, yang membuat Jackson kelabakan dan berakhir menyampaikan pesan yang di tinggalkan Alex pada Mike. beruntunglah mike langsung mengerti. sayangnya, pesan pesan yang mike kirimkan sejak hari itu hanya di baca, tanpa dibalas. 

tidak mau terlarut dalam kesedihan, ia memilih untuk percaya saja pada alphanya. segera mike mengubah raut wajahnya menjadi lebih ceria, pada jam-jam ini steven akan datang berkunjung. entah kenapa, sejak pulang dari rumah sakit, steven lebih sering menyempatkan diri untuk mengunjunginya daripada sebelumnya, bahkan lebih sering daripada ryujin yang biasanya ikut lily kerumah jackson untuk membahas kerja sama. yang lebih membuat terlihat aneh, steven bahkan tidak sungkan sungkan menempelinya, seperti perangko. padahal seharusnya dia risih karena bau alpha lain yang menempel kuat di tubuhnya setelah penandaan. 

Steven sudah duduk dengan tenang di sofa ruang tamu dengan Terry yang datang bersamanya. Teman alphanya itu memang kadang kadang menemani Steve saat bertandang ke rumah Jack, dia jadi lebih dekat dengan teman teman kakaknya semenjak kejadian rut Alex.

"Kak Mike, apa kabar?" Terry menyapa tanpa bermaksud menyinggung.
"Baik." Jawab Mike singkat sambil tersenyum palsu, yang jelas di sadari semua orang yang melihatnya.

"Kak Mike," Terry meminta perhatian.
"Hm?" Sahut Mike pelan.
"Alex, sedang pergi ke Jepang. Mengurus pekerjaanya di sana. Di jemput Dante dan Ben dua hari yang lalu. Jadi, kalau responnya kurang baik, tolong di maklumi." Sebagai sahabat dari kecil, Terry membantu Alex menjelaskan, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan membuat hubungan asmara sahabatnya itu berakhir.

Mike yang memang mempercayai alphanya mengangguk paham, berbanding terbalik dengan respon Steven yang mendengus tidak senang dengan kebaik hatian adiknya yang mau menyelamatkan hubungan asmara Alex. Steven benar benar belum mau memaafkan Alex yang merebut Mike darinya.

Tidak memperdulikan percakapan Mike dan Terry selanjutnya, Steve malah asik bergelayut pada Mike, dan dengan senang hati sesekali mengendus feromon Mike yang sedikit berubah.

"Hyung, jangan terlalu menempeli kak Mike, nanti Alex marah." Tegur Terry mengingatkan.

"Apa masalahny?!" Steve mendengus tak senang dengan komentar adiknya.

"Hyung..."

Suara bell rumah berbunyi, seseorang datang saat Terry hendak mengingatkan Steve kembali. Langkah kaki terdengar setelah satu menit seorang pekerja rumah berjalan ke gerbang untuk membukakan pintu.

Alex, orang yang di tunggu tunggu Mike datang, menenteng beberapa paper bag. Lingkaran hitam di matanya terlihat jelas seperti orang yang sudah tidak tidur dua hari. Meski berjalan dengan tegap, tubuhnya terlihat kuyu dan lemas.

Sayangnya tidak seperti yang di harapkan, bukannya di sambut pelukan, Alex malah di sambut tamparan di pipinya. Lumayan terasa nyeri, sekalipun omega, Mike tetaplah laki-laki. sedang dirinya adalah perempuan. kakinya luruh ke lantai, bersimpuh di hadapan Mike, tetesan air mata menganak sungai membasahi pipinya, perasaan bersalah yang di bendungnya selama berminggu minggu tumpah ruah. Alex menangis, mengungkapkan betapa ia menyesal teah menyakiti omega yang paling dicintainya, ekspresi datar yang selalu di banggakannya di depan semua orang luruh seketika. 

Mike yang bingung dengan apa yang di lakukan alphanya hanya bisa mematung. semakin di buat bingung karena Alex terus menangis dan meminta maaf dengan penuh rasa penyesalan. mata sembab yang terus mengeluarkan air mata, hidung merah berair, dan telinga yang ikut memerah membuat Alex terlihat lucu sekaligus melas. Alpha yang tidak pernah tunduk itu runtuh di hadapan omeganya. 

kasiha melihat pasangannya yang terlalu lama menangis dan bersimpuh, Mike segera ikut bersimpuh dan memeluk sang alpha, menepuk pelan punggungnya, menenangkan. sebenarnya saat mereka matting bertepatan dengan rut Alex, Mike benar-benar ketakutan dan kesakitan. apalagi, saat itu Alex dalam keadaan shifting, yang membuatnya terlihat menakutkan dalam bentuk serigala hitam yang besar, tapi selebihnya dia benar benar senang karna itu berarti mereka sudah benar benar bersatu dan hanya maut yang bisa memisahkan.

Tangisan Alex berhenti setelah beberapa saat, membuat sekali lagi Mike tertawa kecil, memeluk alphanya yang seperti bocah, menangis dengan wajah memerah dan pakaian yang kusut. Setelah melihat jelas banyaknya orang yang melihatnya menangis, telinga Alex segera menjadi merah padam, dia malu.

Mike yang perhatian, mengajak Alex membersihkan diri, alphanya terlihat tidak sedap di pandang, rambutnya yang mulai panjang terlihat kusut, kemeja yang di pakainya juga acak acakan, belum lagi wajahnya yang penuh air mata. Di saat seperti ini Alex benar benar terlihat seperti anak anak, padahal biasanya dia yang terlihat lebih dewasa daripada mike.

"Udah nangisnya?" Goda Mike, yang dijawab dengan anggukan malu oleh Alex.

"Sekarang mending bebersih dulu, habis itu istirahat." Jack yang sedari tadi hanya mengamati, memberi saran. Kasihan juga Alex, yang baru pulang dari jepang langsung menemui adiknya setelah perjalanan panjang.

Mike menyetujui usulan Jack, dan mengajak Alex untuk membersihkan diri di kamarnya. Namun, baru saja omega cantik itu berdiri, pijakannya seketika goyah, dan entah bagaimana tiba tiba dia pingsan. Untunglah Alex sigap, tepat waktu menahan tubuh omeganya dan langsung ia gendong.

"Kak Jack, tolong hubungi obgyn!" Seru Alex, yang mau tak mau langsung di turuti, karena calon adik iparnya sudah pergi duluan sebelum Jack sempat bertanya.

"Sial!" Umpatnya, sekarang Jack baru sadar, adik tersanyangnya telah dihamili bocah bau kencur!

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Tenaga medis datang setelah dua puluh menit menunggu, dan langsung di arahkan ke kamar Mike. Pemeriksaan tidak berlangsung lama, hanya sepuluh menit. Tidak ada yang salah, dan dokter hanya menyarankan untuk lebih banyak istirahat dan kurangi stress. Kehamilan omega pria memang lebih rentan daripada omega wanita, jadi harus lebih di jaga.

Mike sadar tak lama setelah dokter kandungan pergi, dan segera menangis terharu setelah di beritahu bahwa ia tengah mengandung. Sayangnya, berbanding terbalik dengan Jackson yang malah marah-marah, menceramahi Alex tentang Mike yang baru saja menjadi sarjana dan akan menjalani program pendidikan profesi dokter anak. Belum lagi, mereka berdua belum menikah, bahkan belum mendapatkan restu dari orang tua masing masing. Ayahnya bahkan belum tahu kalau Mike sudah bertemu alphanya.

Tbc.

Silahkan menunggu untuk part selanjutnya....

Silahkan menunggu untuk part selanjutnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
our worldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang