Basket

434 17 0
                                        


Hari ini adalah hari Kamis, dimana olahraga adalah jam pelajaran pertama bagi kelas 11 IBB 2. Saat ini Pak Guntur, selaku guru olahraga baru saja datang. Ia menyuruh anak-anak untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. Bagas memimpin pemanasan tersebut.

"Sebelum memulai pemanasan, alangkah baiknya kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa, mulai!" ucap Bagas. Siswa-siswi pun menundukkan kepalanya dan membaca doa sebelum pemasangan.

"Berdoa, selesai!"

Bagas memimpin pemanasan dengan baik, ia mengajari beberapa teman-temannya untuk melakukan gerakan pemanasan yang baik dan benar.

"Setelah pemanasan, lanjut jogging ya!" ucap Pak Guntur.

"Berapa putaran pak?" tanya Bagas.

"Dua puluh!" jawab Pak Guntur.

"Lima, Enam, Tujuh, Delapan!" ucap Bagas sambil menggerakkan kepalanya.

"Sepatunya di benerin dulu sebelum jogging, pastiin tali sepatunya aman guys!" ucap Lisa.

Arin pun kemudian menunduk, menatap tali sepatu miliknya. Ia dengan cepat pun membungkukkan tubuhnya, ia membenarkan tali sepatu miliknya. Chandra yang melihatnya pun segera berdiri menutupi Arin, dari Jerry, Davin, dan Bima yang dari tadi membicarakan Arin. Dari mulai Bagas yang memimpin pemanasan.

"Auto melek mata gue, kalau liat yang gede-gede kaya gini," bisik Bima kepada Davin yang masih dapat didengar oleh Chandra.

"Yah, elahh tu orang maunya apaan sih. Ngalangin mulu dah," ujar Bima saat Chandra berada tepat dibelakang Arin yang sedang membungkukkan tubuhnya, memperlihatkan sedikit lekuk badannya.

"Selesai!" Arin kembali berdiri.

"Eh, ngapain lo?" tanya Arin kala tubuhnya menabrak Chandra.

"Terserah gue lah," jawab Chandra.

"Ish," Arin kemudian meninggalkan Chandra.

Mereka pun memulai jogging dengan berlari kecil, Chandra berada tepat disamping Arin.

"Larinya nggak usah kencang-kencang, lo tau kan gimana mata cowok," bisik Chandra.

"O-oh okey, makasih."

'Milik gue, tubuh Arin milik gue,' batin Chandra.

Arin pun mengurangi kecepatan berlarinya. Ia sendari tadi tersalip-salip oleh siswa dibelakangnya.

"Lambat bener lo larinya," ucap Bagas kepada Arin.

"Capek gue gas," jawab Arin.

"Ye elah masih muda juga," ucap Bagas yang kemudian meninggalkan Arin.

Hingga jogging pun selesai, semua siswa duduk mengatur nafas. Arin mengipas-ngipas wajahnya yang telah berubah menjadi merah.

"Ini sambil istirahat, saya terangkan dulu materi hari ini."

Pak Guntur memberi materi tentang permainan bola basket. Ia mencontohkan bagaimana cara yang benar bermain bola basket.

"Penilaian kali ini, kalian cukup memasukan bola ke ring. Ada 5 percobaan, nanti hasilnya dikali 20," ucap Pak Guntur menjelaskan.

"Ringnya saya pisah, putri sebelah kiri, putra sebelah kanan," sambung Pak Guntur.

"Baik pak," ucap semua siswa.

Mereka pun berbaris sesuai nomor absen, mereka melakukannya dengan baik. kecuali, Arin dan Naya. Mereka telah mencoba bermain bersama tapi tak satu bola pun dapat mereka masukan. Arin menghembuskan nafasnya kesal, ia melihat teman-temannya yang dapat melakukan dengan baik.

Chandra Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang