Saat ini Arin tengah berada di bioskop bersama dengan Galang dan Okta. Iya, Galang mantan tetangga sebelah rumahnya itu.
Mereka bertiga telah berjanjian sejak sore kemarin.
Arin meminum jus jeruk di meja depannya.
"Lo jadi pindah ke mana Lang?" tanya Okta.
"Komplek Cendana gue, nggak jauh-jauh amat lah sama kalian berdua," jawab Galang.
"Lo nggak ada niatan main ke rumah Arin gitu? Rumah lo udah ada yang nempatin tau, kemarin gue lihat ada cowo ganteng di rumah lo yang dulu!" jawab Okta.
"Yang waras aja lo, gue malu lah masa mau berkunjung ke mantan rumah sih? Nggak waras lo ta!" jawab Galang.
"Mana ada mantan rumah? Ada-ada aja lo!" ujar Arin.
"Eh tapi serius loh, gue liat ada cowok ganteng di sana! Tetangga lo Rin, lo tau nggak?" tanya Okta.
"Lo liat kapan emangnya?" tanya Arin.
"Kemarin," jawab Okta.
"Owh," jawab Arin.
"Kenal enggak lo?" tanya Okta.
"Kenal. Dia Chandra yang mau di jodohin sama gue," jawab Arin.
"What?" ucap Galang dan Okta bersamaan.
"Lo serius? Kapan lo dijodohin? Kok lo nggak bilang kita sih?" tanya Galang bertubi-tubi.
"Minggu kemarin! Gue dijodohin gara-gara salah paham," jawab Arin.
"Salah paham gimana?" tanya Okta.
"Ya gitu deh! Sabtu kemarin gue ngerjain tugas kelompok di rumahnya, terus pas kita lagi ngerjain tugas, gue kebelet terus gue izin ke kamar mandinya. Terus pas gue keluar dari kamar mandi kaki gue kepleset, terus Chandra niatnya mau bantuin gue malah nindih tubuh gue. Di saat yang bersamaan Tante Santi, mama Chandra nggak sengaja liat. Dia bilang ke lo mama sama papa, terus kita berdua di jodohin. Karena, mama papa, sama orang tua Chandra takut gue hamil. Padahal, gue sama sekali enggak ngelakuin aneh-aneh sama Chandra," jawab Arin menjelaskan dengan panjang lebar.
"Serius lo?" tanya Galang.
"Iya lah, ngapain gue bercanda!" jawab Arin.
"Gue jadi penasaran tampang Chandra kaya gimana emangnya? Sampe Okta bilang dia ganteng," ucap Galang.
"Ya gitu deh, dah lah nggak usah di bahas!" jawab Arin.
"Lo udah izin Om Hendri?" tanya
"Udah lah, gue bahkan tadi kirim pap kalian berdua ke mama," jawab Arin.
"Bagus deh, gue takutnya lo nekat gara-gara kemarin," jawab Okta.
"Enggak lah, yakali gue nekat gara-gara itu doang," jawab Arin.
"Habis ini mau kemana?" tanya Galang.
"Timezone nggak sih? Gue dah lama nggak main," jawab Arin.
"Oke-oke aja gua mah," jawab Galang.
"Makan dulu tapi ya, laper gue!" jawab Okta.
"Iya Oktaaa, santai aja kali nggak bakal gue tinggal!" jawab Arin.
Setelah beberapa menit, Ke-tiga nya pun berjalan menuju Timezone yang berada di lantai tiga di mall tersebut.
"Lo tau nggak sih? Bagas temen lo itu ngedeketin gue!" ucap Okta.
"What? Serius? Anjir dari kapan ta?" tanya Arin.
"Dah seminggu yang lalu."
"Gila! Gue sih terserah lo aja! Toh, dia anaknya juga baik," jawab Arin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chandra
Fiksi Remaja"Gue nggak mau nikah muda!" ucap Arin kala mendengar penuturan dari sang Ayah tadi. Chandra hanya diam mendengar penuturan Arin. Chandra sudah menduga jauh-jauh hari jika ini akan terjadi. Ia yakin bahwa keduanya tak bisa mengelak. Apalagi ditambah...
