Masalah Hati?

52 4 0
                                        

Motor yang dikendarai Chandra melaju kencang, membelah jalanan kota dengan kecepatan yang membuat Bagas di jok belakang terus-menerus memaki. Tapi Chandra tak peduli. Di depannya, motor yang dikendarai Jayden membawa Arin, perempuan yang belum lama ini sah menjadi istrinya—dalam pernikahan yang dijodohkan, bukan dipilih.

"CHAN! LO KALO NYETIR JANGAN KAYA ORANG KESURUPAN ANJING." teriak Bagas sambil menepuk bahu Chandra dengan pelan.

"Bacot Lo!" Chandra hanya menjawab dengan gumaman kasar, tak berniat menurunkan kecepatan. Bagas kembali bersuara, kali ini setengah teriak,
"Gue belum siap mati ini! Lo mah enak udah ngerasain ngewe, mana sama Arin lagi!"

Mendengar itu, Chandra melirik sekilas melalui kaca spion, lalu mendesis, "Gue belum ngewe ya! Kalo gue pelan yang ada ketinggalan jejak tau engga?"

Bagas ingin menjawab lagi, tapi motor di depan tiba-tiba berbelok masuk ke halaman sebuah gedung besar dengan lampu-lampu redup. Chandra langsung memperlambat laju motornya, lalu memarkirnya agak jauh, memilih tempat yang cukup tersembunyi. Bersama Bagas, ia mengikuti Jayden dan Arin dari kejauhan. Langkah mereka hati-hati, seolah tak ingin kehilangan jejak sekaligus tak ingin terlihat.

~

Sementara itu, di dalam gedung, Jayden menuntun Arin masuk ke area belakang panggung. Suasana ramai dengan aktivitas kru band dan suara alat musik yang diuji coba.

"Rin kita ke backstage dulu ya! Gue belum prepare juga nih!"

"Iya siap!" jawab Arin mengacungkan jempolnya. Jayden menggandeng tangan Arin dengan cepat.

"Eh?"

"Sorry, enggak boleh ya?" Jayden melepaskan genggaman di telapak tangan Arin.

"I-iya boleh kok," jawab Arin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. Jayden kembali menggenggam tangannya, kali ini lebih hati-hati, dan Arin tidak menolaknya

Mereka tiba di tempat beberapa anak laki-laki sedang duduk santai, tampaknya personel band. Jayden menyapa mereka dengan ringan. Beberapa dari mereka langsung menggoda—mengenali bahwa Jayden membawa perempuan.

"Hai guys!" sapa Jayden kepada teman-temannya yang tengah berbincang.

"What's up bruh!"

"Widih pacar baru nih Jay?" ucap Arka menyenggol lengan Jayden sambil mengangkat kedua alisnya.

"Temen!" jawab Jayden.

"Duduk sini Rin!" Arin pun duduk di kursi sebelah Arka. Arin tersenyum sopan kepada Arka, Arka membalas tersenyum.

"Sekalinya bawa cewe bawa tobrut si Jay," lirih Arka yang membuat Arin kesal.

"Maksud kakak apa ya?" ucap Arin dengan hati-hati.

"Eh gapapa, kelas berapa btw?"

"Kelas 11 kak," jawab Arin.

"Udah ujian?"

"Selesai minggu lalu kak!"  Arka terdiam sejenak.

"Gue Arka, sorry!" ucap Arka sambil menghisap rokok.

"Arin kak!"

"Gue Raka!" ucap lelaki dengan wajah yang mirip dengan Arka.

"Eh? Kembar?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Chandra Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang