Samudera kembali?

258 14 0
                                        


Mereka Ber-empat terkejut dengan sosok yang menyapanya. Seseorang yang pernah menjadi orang terdekat Arin, dan menjalin hubungan dengan Arin.

"Samudera!" ucap mereka dengan terkejut. Samudera tersenyum tipis melihat respon sang mantan kekasih.

"Ngapain lo?" tanya Arin dengan nada tinggi.

"Ya, ini kan kantin! bebas dong gue mau dimana," jawab Samudera.

"Kayaknya kita jodoh deh," ucap Samudera, sambil meraih tangan Arin.

Arin yang terkejut dengan apa yang Samudera lakukan pun dengan cepat menarik tangannya dengan kasar. Arin memasang wajah kesal, ia kemudian bergegas meninggalkan kantin.

"Arin! Mau kemana?" teriak Samudera. Arin tak merespon ucapan Samudera, ia pergi dengan perasaan kesal.

"Loh, loh sotonya mbak!" ucap Ibu kantin sambil membawa empat mangkok soto tersebut.

"Udah buk, biar di makan dia yang satu!" ucap Shefira sambil menunjuk Samudera.

"Loh kok gue?" tanya Samudera.

"Ya kan elo yang bikin Arin pergi! gimana sih?" jawab Shefira. Samudera menatap punggung Arin yang telah jauh dari hadapannya, ternyata tak semudah yang ia kira.

Arin sendiri memilih kembali ke kelas, moodnya seolah menurun saat melihat Samudera. Arin tak ingin mengulanginya lagi, ia tak akan pernah membukakan hatinya kembali untuk Samudera. Arin menoleh ke arah lapangan, ia melihat teman-temannya yang di hukum lari memutari lapangan. Ada rasa iba sebenarnya, tapi sudah beberapa kali Lisa memberikan nasihat agar tidak sembarangan membawa rokok ke sekolah, mereka tak mau mendengarkan.

***

Hari telah berganti, Arin menyiapkan bekal makanan miliknya. Ia sedang sibuk membuat roti panggang selai coklat kesukaannya. Tiba-tiba Sukma datang mengejutkan Arin.

"Tumben anak mama pagi-pagi udah siap aja," ucap Sukma.

"Iya dong ma, Arin nggak mau telat lagi yang ada di hukum lagi," balas Arin.

"Bagus dong, berarti kamu ada kemajuan!" ucap Sukma, Arin menganggukan kepalanya.

"Waduh! anak papa pagi-pagi gini udah buat bekal aja? biasanya dibuatin mama juga," ucap Hendri yang membuat Arin memajukan bibirnya.

"Ihh! Papa bukannya seneng juga," jawab Arin dengan kesal.

"Loh, ini papa juga seneng loh," jawab Hendri.

"Tau ah, Arin mau berangkat aja."

"Assalamualaikum," ucap Arin sambil mencium tangan Sukma dan Hendri.

"Waalaikumussalam," jawab mereka bersama.

***

Arin berjalan di koridor sekolah, Ia mendengarkan musik dengan santai sambil melantunkannya dengan suara kecil. Tak lama, Muncullah Jerry yang menepuk pundak Arin. Arin tersentak saat melihat Jerry di sampingnya.

'Nih orang suka banget sih ganggu waktu gue,' batin Arin sambil melirik kearah Jerry.

"Tumben lo nggak telat? tobat lo?" ucap Jerry yang hanya di balas tatapan tajam oleh Arin.

"Buset," sambungnya saat melihat respon Arin. Arin berjalan mendahului Jerry. Rasanya, ia terlalu malas meladeni Jerry.

Sesampainya di kelas, Arin duduk di bangku miliknya. Ia melepas Headphone yang terpasang di telinganya.

Chandra Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang