Siapa Jayden?

340 16 0
                                        

Arin membulatkan matanya saat mendengarkan penuturan dari Chandra, Arin kemudian berniat melepaskan pelukannya dari Chandra. Tetapi, tenaga Arin tak sebanding dengan Chandra. Chandra sudah dahulu mengeratkan pelukannya dan menarik Arin ke dalam dekapannya.

"Akh lepasin! Gue laporin polisi lo kalo macem-macem sama gue!" ucap Arin.

"Sttt!" ucap Chandra menempelkan jari telunjuknya di bibir ranum milik Arin.

"Diem! Kalo berisik setan-setan pada kumpul di sini, mau!" ucap Chandra menjahili Arin, Arin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Chandra.

"Mau?" tanya Chandra, Arin dengan cepat menggelengkan kepalanya.

"A-awas lo yah! Kalo macem-macem gue aduin lo ke papa!" ancam Arin, Chandra tertawa.

"Sejak kapan suami mau perkosa istri nggak boleh! Yang ada papa lo marah sama lo bego!" jawab Chandra menoyor kepala Arin dengan pelan.

"Lagian gue cuma bercanda! Lo aja nganggepnya serius, atau jangan-jangan lo nggak sabar ya buat gue-" Arin menepuk kepala Chandra berulang kali hingga Chandra kewalahan.

"Mesum lo!" ucap Arin.

"Udah, gue mau tidur tenang kali ini. Jangan ganggu gue yang udah sebulan nggak tidur di kasur gara-gara lo," ucap Chandra yang kemudian memejamkan matanya, Arin mendongakkan kepalanya menatap Chandra.

"Chandra," panggil Arin dengan pelan.

"Apalagi?" Chandra menghembuskan nafasnya lalu membuka matanya menatap wajah Arin.

"Pengen pipis!"

***


Arin berjalan dengan langkah pelannya di koridor sekolah, ia berjalan menuju perpustakaan sekolah menyusul Hana dan Lisa yang terngah berada di perpustakaan. Tiba-tiba seseorang memanggilnya.

"Hey!" panggil seseorang kepada Arin, Arin sendiri menengok ke belakang dengan bingung. Ia menunjuk dirinya sambil memastikan kepada seorang yang memanggilnya 'aku?' Arin menunjuk dirinya sendiri. Lelaki itu mengangguk pelan, dan berjalan ke arah Arin.

"Kamu yang kemarin di depan ruang musik itu kan? Sama ketua osis?" tanyanya. Arin menganggukan kepalanya.

"Iya kenapa ya?"

"Aku kemarin yang di ruang musik," jawabnya.

"Akh iya, kamu yang kemarin nyanyi di ruang musik itu? Sorry yah, aku nguping soalnya suara kamu bagus." Lelaki itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Kamu Arin kan?" tanyanya, Arin sedikit terkejut tapi dengan cepat ia menganggukkan kepalanya.

"Aku Jayden kelas IPS 2!" ucapnya menyodorkan tangan kanannya berniat memberi salam kepada Arin, Arin menerima niat baik tersebut.

"Kamu kok tau aku?" tanya Arin, Jayden terkekeh pelan.

"Siapa yang nggak tau sama siswa cantik dan baik kaya kamu!" ucap Jayden.

"Ahh enggak kok."

"Kamu temannya Galang kan?" tanya Jayden yang mulai kehabisan topik bicara.

"Eh iya, kamu kenal sama dia?" tanya Arin, Jayden menganggukkan kepalanya.

"Eh kamu-"

"Arin!" panggil Shefira, Arin dan Jayden menolehkan pandangannya kepada Shefira.

"Kenapa Shef?"

"Katanya mau nyusul Lisa sama Hana? Kok gue ditinggal?" ucap Lisa dengan nafas yang memburu.

"Eh sorry Shef gue nggak tau, yaudah kita duluan ya-?" Arin nampak menggantungkan kalimatnya, Jayden yang mengerti apa yang Arin pikiran pun kemudian menjawab.

Chandra Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang