Chandra menahan tubuh Arin yang hampir terjatuh, menyebabkan mata mereka bertemu. Keduanya saling bertatapan, hingga suara Hana memecahkan lamunan Arin.
"S-sorry," ucap Arin yang kemudian membenarkan posisi tubuhnya. Ia memperbaiki poni yang menghalangi dahinya. Chandra sendiri hanya terdiam, Bagas membisikkan sesuatu kepada Chandra.
"Menang banyak lo Chan," bisik Bagas.
"Gue kalo jadi lo udah gue grepe-grepe," sambungnya.
Chandra menggelengkan kepalanya, ia meninggalkan Bagas.
"Duluan ya Han, Rin," ucap Bagas.
"Iya, iya," jawab Arin dan Hana serentak.
Chandra menuju kelas dengan wajah datarnya, Bagas mengejar Chandra, yang telah dulu meninggalkannya.
"Chan," panggil Bagas.
"Lo marah sama gue?"
"Gue bercanda elah, lagian emang lo nggak tergoda apa sama body Arin?" ucap Bagas. Chandra menghentikan langkahnya, Chandra teringat saat ia yang tak sengaja melihat dada Arin berapa hari yang lalu. Seketika, pipi Chandra memerah sempurna.
'Damn,' batin Chandra.
***
Saat ini Sukma dan Hendri, berada di rumah Dandy dan Santy. Mereka mengobrol dengan asiknya.
"Wah, enggak nyangka! ternyata kalian satu SMA?" tanya Sukma.
"Iya, apalagi empat tahun yang lalu pas di Semarang Dandy bantuin proyek papa loh ma," jawab Hendry.
"Dunia sempit banget ya hen," ucap Dandy.
"Iya, enggak nyangka loh teman baik gue ini sekarang jadi tetangga," balas Hendri.
"Pantesan Arin secantik itu ternyata anaknya Hendri toh, yang emang dari SMA banyak yang suka," ucap Dandy.
"Chandra juga ganteng, nggak kebayang deh kalo anak kita, kita jodohin," ucap Hendri. Santi dan Sukma yang mendengar pun segera saling melemparkan pandangan.
"Gimana kalo kita jodohin beneran?" tanya Santi.
"Iya pa, mama udah suka sama Chandra. Pasti kalau Arin nikah sama Chandra cucu kita pasti bakal lucu, ganteng, atau cantik gitu," ucap Sukma kepada Hendri.
"Kalo lo gimana dan?" tanya Hendri.
"Ide bagus tuh kalo Chandra kita jodohin sama Arin," sambung Hendri.
"Setuju aja sih, tapi Chandra sama Arin gimana?" jawab Dandy.
Chandra menuruni tangga dengan pakaian rapi,membuat Dandy yang melihatnya pun bertanya.
"Mau ke mana chan?" tanya Dandy.
"Mau turnamen futsal pa, diajakin temen-temen," balas Chandra.
"Wah sama Arin juga dong, tadi Arin juga bilang mau turnamen futsal," ucap Sukma.
"Iya tan, yang berangkat satu kelas," jawab Chandra.
"Loh kalian satu kelas?" tanya Santi.
"Iya ma," jawab Chandra.
"Arin kok nggak ngomong, emang kamu kapan pindahnya?" tanya Sukma.
"Tiga hari yang lalu," jawab Chandra.
"Chandra sama Arin nggak Deket tan, jadi mungkin karena itu jadi engga cerita," jawab Chandra apa adanya.
"Ya deketin atuh Chan," ucap Hendri. Chandra yang mendengar pun terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chandra
Novela Juvenil"Gue nggak mau nikah muda!" ucap Arin kala mendengar penuturan dari sang Ayah tadi. Chandra hanya diam mendengar penuturan Arin. Chandra sudah menduga jauh-jauh hari jika ini akan terjadi. Ia yakin bahwa keduanya tak bisa mengelak. Apalagi ditambah...
