17.

165 32 6
                                        

Kenapa kita semua dijemur, sih?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kenapa kita semua dijemur, sih?

Gue denger dari anak OSIS katanya ada yang bikin kepsek kita marah. Ada pencuri menyusup ke ruangan Pak Aziz malem-malem.

Hah! Siapa? 

Ya mana gue tahu. Kalau udah ketangkep kita nggak mungkin dijemur di sini.

Aji yang mencuri dengar sedari tadi meneguk ludah. Tangannya pura-pura sibuk menghitung kancing baju sambil berharap bahwa identitasnya dan yang lain tidak akan terungkap. Dijemur di kamis pagi yang cerah bukan masalah baginya, tapi hal tersebut baru akan menjadi masalah jika kepala sekolah yang berdiri di atas mimbar memanggil namanya dan mengecamnya dari atas sana. Bukan hanya itu, bagaimana kalau ibunda tersayang terkejut mendengar kabar kalau dirinya mencuri di sekolah?

Mampus.

Tepat setelah itu, kepala sekolah datang beserta guru-guru lain. Beliau menuju mimbar berjalan dengan muka seram layaknya sedang menahan amarah.

"Tadi malam saya mengalami hal yang tidak mengenakkan," ucap beliau tanpa basa-basi. Tidak ada opening ramah tamah tapi langsung menuju inti.

"Ada yang mencoba melukai saya, di ruangan saya lebih tepatnya. Tidak terlihat jelas bagaimana sosoknya tapi yang pasti saya ketakutan kala dua orang itu menodong saya dengan pisau."

"Dan saya yakin, pelaku tersebut salah satu dari kalian karena saya melihat mereka menggunakan atribut sekolah ini." Semua yang mendengar hal itu berseru heboh.

Mata Aji membeliak.

Apa maksudnya itu?

Beliau kini memasang wajah sendu. "Sebenarnya saya tidak ingin mengatakan ini. Sudah ada banyak hal yang terjadi dan mengguncang hati kalian, para anak didik yang saya sayangi. Akan tetapi, kasus ini terpaksa saya ungkap terang-terangan karena saya ingin, para pelaku mengakui kesalahannya dan paham bahwa ini adalah tindakan tercela."

"Ini semua demi kalian. Saya tidak ingin murid-murid saya merasa terancam di sekolah ini. Saya berjanji akan memberi keringanan jika menyerahkan diri dan bagi anak-anak yang melaporkan kepada saya siapa dalangnya, akan saya beri hadiah." Kali ini dengan suara lantang Pak Aziz melanjutkan, "Tidak ada hadiah yang mengecewakan dari saya. Kalian pasti tahu itu."

Bisik-bisik terdengar. Semua yang berada di lapangan menduga-duga dan menuduh murid yang terlihat mencurigakan. Keadaan menjadi riuh dan tidak terkendali.

Selepas mengucap salam, beliau kemudian turun dari mimbar, diikuti oleh ketua OSIS dari belakang sembari mendiskusikan sesuatu.

Sempat tertangkap matanya kalau pria dengan jabatan tertinggi di SMANSA itu menutupi seringainya dengan pura-pura terbatuk.

Sialan.

Aji yang melihat itu menahan diri untuk tetap mempertahankan akal pikirannya dengan tidak menerjang kepala sekolah sekarang ini di tengah lautan manusia. Ia menoleh menatap abangnya yang mungkin berdiri tidak jauh darinya, jarang-jarang kelas dua belas diikutkan turun lapangan.

Chasing Fireflies | NCT Horror StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang