Part 42

5 2 0
                                        

Terdapat banyak typo harap dimaklumi karena ini cerita pertama ku.

"Ma, aku mau keluar sebentar". Ucap Annisa

"Kemana nak". Tanya mama

"Aku mau kerumah pohon sebentar ma". Ucap Annisa

"Hati-hati dan pulang nya jangan sampai lewat magrib". Ucap mama

"Siapp mama negara, assalamualaikum". Ucap Annisa

"Waalaikumsalam". Ucap mama

Dirinya pergi menuju rumah pohon dengan mengendarai sepeda lamanya.

Biyan*batin Annisa

"Aku kangen sama kamu aiss, andai aja aku bisa bilang kalau sebenarnya ingatan aku udah kembali". Ucap Abiyan tanpa sadar gadis itu mendengar ucapannya

"Tapi aku bingung gimana cara ngasih tau ke kamu tentang ini, papi aku juga udah nge bolehin aku untuk pacaran sama kamu".

"Dan saat ini kamu malah menjauh dari aku tanpa sebab dan tanpa alasan". Finalnya

"Jadi selama ini kamu udah bohongi aku hm". Tanya Annisa yang sudah berderai air mata

"Annisa". Ucap Abiyan terkejut

"Jawab!!". Bentak Annisa

"Aiss dengerin dulu penjelasan aku, aku mau ngasih tau ke kamu di waktu yang tepat aiss percaya sama aku". Ucap Abiyan

"Kamu tau hikss selama ini aku selalu berharap kalau ingatan kamu akan pulih dan a...aku lah orang pertama yang akan kamu beritahu tentang itu hikss". Ucap Annisa

"Tapi kamu tega Biyan!! Kamu tega bohongi aku hikss".

"Aku rela gak buka hati lagi demi menunggu ingatan kamu kembali tapi apa ha!! Apa!!".

"Kamu malah merahasiakan hal ini dari aku hikss". Filnalnya

"Aiss aku gak bermaksud untuk bohongi kamu, sebenarnya aku mau ngejelasin semuanya sama kamu tapi pada saat itu papi aku belum nge bolehin aku untuk pacaran sama kamu". Ucap Abiyan

"Maafin aku aiss maafin aku hikss". Ucap Abiyan memohon

"A...aku kecewa sama kamu Biyan, aku kira kamu berbeda dari papa aku tapi ternyata sama aja sama-sama pembohong!!". Ucap Annisa

"Aku tau aku salah aiss aku tau tolong aiss tolong maafin aku hikss". Ucap Abiyan memeluk tubuh gadis itu

"Lepasin aku!!". Ucap Annisa sembari berusaha untuk melepaskan pelukan

"Aku gak akan lepasin pelukan ini sebelum kamu mau maafin aku". Ucap Abiyan

"Lepas!!". Bentak Annisa dan pelukan pun terlepas

Plakk!!
Satu tamparan mendarat mulus di pipi lelaki itu dan membuat lelaki itu terkejut

"Ka...kamu tamparan aku aiss". Tanya Abiyan sendu

"Itu tamparan buat kamu karena kamu udah bohongi aku selama ini hikss". Ucap Annisa dan berlari pergi

Maaf aiss maaf*batin Abiyan

¥€

"Kamu gak segera pulang ke rumah kak". Tanya Rara

"Kamu ngusir aku". Tanya Aras balik

"Bukan gitu kak, maksud aku keadaan Annisa saat ini lagi gak baik-baik aja dan mungkin juga saat ini dia lagi butuh pundak untuk bersandar". Ucap Rara

Anissa's story Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang