END!!
Janji setia yang keduanya ucapkan teryata hanyalah omong kosong, siapa sangka jika Nara akan mengecewakan kekasihnya dengan mengagumi pria lain, hubungan yang hampir tiga tahun menjadi hubungan yang begitu toxic, kesempatan yang Barra berikan...
Tak terasa Hari senin begitu cepat menghampiri, baru saja kemarin Nara mengutarakan hari liburnya dengan merayakan Anniversary hubungannya dengan Barra, namun hari ini sudah harus kembali dengan kuliahnya. Nara sudah siap untuk berangkat kampus.
Karena Barra yang sudah pindah ke kampus yang Nara tempati, akhirnya Barra kembali rutinitas untuk mengantar jemput gadisnya dengan selamat.
"Ngga sarapan kak?" tanya Raya kepada Nara yang hanya melewati meja makan.
"Nggak, nanti aja deh, Barra udah nunggu soalnya."
"Nanti di kampus sarapan ya," ujan Kiara.
"Iya mom, Nara berangkat ya,"
"Berangkat sama Barra?" tanya Gabriel.
"Yes dad."
"Hati-hati ya."
"Yes"
Nara keluar menemui Barra.
"Mana helm kamu?" tanya Barra melihat Nara keluar tidak membawa helm nya.
"Oh iya lupa, sebentar," Nara masuk kembali untuk mengambil helm yang tertinggal.
"Udah," ujar Nara.
"Helm siapa? Kok beda?" tanya Barra.
"Helm Alvian, ketuker sama punya aku."
"Mmm ya udah, cepet naik." ujar Barra.
🦋
"Tau nggak, pas hari pertama kamu satu kelas sama aku, masa temen temen aku pada bilang aku sok kenal kamu gitu, terus ngaku ngaku katanya, ih ngeselin, lagian kamunya aku deketin malah pergi." Nara mengadu.
Barra tertawa di balik helm fullfacenya, "kamunya si prank prank aku pake sok sokan suka sama orang lain, makannya aku cuekin, ceritanya tuh aku kecewa tau sama kami."
"Kan itu boongan doang Barra."
"Aku ngga tau kalau itu prank, kalau tau itu prank nanti rencana kamu gagal dong," ujar Barra.
"Iya juga ya," ujar Nara, "Tapi-...
"Sssttt, ngobrolnya kalau udah sampai aja yaa, kalau di jalan jangan ngobrol cantik, banyak angin." ujar Barra memberi tau.
"Ok sorry," ujar Nara.
"Pegangan Nara." Pinta Barra, Nara pun memeluk erat pinggang Barra.
🦋
Barra dan Nara bergandengan tangan berjalan melewati rerumputan.
"Itu anak baru kan? Oh jadi dia pacar kelas A itu?"
"Ternyata dan ternyata, mereka beneran pacaran."
"Itu Shani lagi ngapain ketawa ketawa sendiri gitu?" ujar Nara kepada Barra, Nara melihat Shani yang sedang duduk sendiri di bawah pohon ketapang kencana
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.