END!!
Janji setia yang keduanya ucapkan teryata hanyalah omong kosong, siapa sangka jika Nara akan mengecewakan kekasihnya dengan mengagumi pria lain, hubungan yang hampir tiga tahun menjadi hubungan yang begitu toxic, kesempatan yang Barra berikan...
"Ra, kalau misalkan dalam hubungan tidak adanya komunikasi, mungkin itu akan mempengaruhi kesetiaan dan berujung perselingkuhan, kalau kita berdua kan masih ada komunikasi, bahkan setiap hari aku ke sini"
_Barra Rafeyfa Alvarendra
🦋
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Orang gila baru, bisa nyasar ke rumah gue ya," cletuk Jovanka ketika melihat Barra yang senyum senyum sendiri, gadis itu mengintip isi chat Barra dengan Nara.
"Kakak, ngga sopan ih, ngintip ngintip, ini privasi tau." Barra menutup handphonenya.
"Lagian senyum senyum sendiri kaya kesambet setan pengkolan,"
"Jablay kali ah tukang mangkal di pengkolan," cicitnya.
"Ngampus," ujar Barra seadanya. Barra kembali membuka handphonenya untuk membalas pesan dari Nara. Setelah selesai urusan handphonenya, pria itu langsung mengambil handuk dan melakukan ritual mandinya.
"Tadi tujuan gue ke sini apa ya?" gumam Jovanka sambil berusaha mengingat apa tujuan dirinya mendatangi kamar Barra.
Jovanka duduk di tepi ranjang, "Perasaan ngga tua tua amat, tapi kok pikun membandel ya, udah kaya kotoran di kaos kaki," celetuknya.