Veral dan Daren datang untuk menjenguk Nara yang masih terbaring di rumah sakit.
"Sayaang." Raya langsung menghamburkan pelukan ke Veral. Veral menyambutnya dengan senyuman yang begitu manis.
"Alay lo," celetuk Nara.
"Tuh kan, orang iri mah gitu." jawab Raya.
"Gimana keadaan lo?" tanya Daren.
"Baik, udah mendingan dari sebelumnya."
"Pulang kapan ra?" tanya Veral berbasa basi."
"Belum tau, besok mungkin."
Barra mengedarkan pandangannya, "Katanya bertiga, kok cuma berdua, mana Zalen?" tanya Barra.
"Nungguin ceweknya di depan, katanya si mau ke sini juga." Jawab Daren.
"Wait wait, cewek? ka Zalen udah punya cewek?" tanya Raya.
"Belum si, tapi yaa udah deket gitu." ujar Daren.
"Sama siapa?" tanya Nara.
"Temen lo ra, siapa lagi." celetuk Veral.
Nara tertawa, "Dari acara itu ternyata berlanjut," ujar Nara.
"Permisiiii, calon jenazah datangg guys." Zalen masuk diikuti Shani yang membawa parcel buah.
"ck, ngomongnya ngawur banget," ujar Barra menegur.
"Semua orang juga calon jenazah kali." jawab Zalen.
"Naraa, nih buat lo, cepet sembuh ya." Shani menaruh parcel tersebut di atas meja.
"Lo jadian sama Zalen shan?" tanya Nara.
"Nggak."
"Gue temen setia, kalau gue punya pacar, nanti kasian Daren sendirian."
"Deuhh sok sokan kasian sama gue, baru juga berapa hari deket sama Shani udah sering ninggalin gue," gerutu Daren.
"Parah nihh ka Zalen." celetuk Raya.
"Jovanka mana? Kok ngga ke sini?" tanya Nara.
"Ka Vanka keluar kota nyusul pacarnya, berangkat tadi malem."
"Sendirian?" tanya Nara. Barra mengangguk.
"Ngapain?"
"Ngga tau."
🦋
Dua hari kemudian..
Nara sudah pulang dari rumah sakit, namun gadis itu belum di perbolehkan untuk melakukan banyak aktifitas.
Barra selalu menemani kekasihnya ketika dia pulang dari kampus, pria itu akan pulang jika waktu menunjukkan pulu setengah sembilan malam.
"Nara, aku pulang dulu ya," ujar Barra dengan suara berbisik.
Barra mencium kening Nara yang sudah terlelap dalam tidurnya.
🦋
"Bar, tadi bang jordan ke sini," ujar Daren, Barra sedikit terkejut mendengarnya.
"Lo kenal?" tanya Barra.
"Nggak, pas dia ke sini gue kenalan."
Barra duduk di dekat Daren, "Dia tau rumah ini?"
"Nanya nanya mungkin."
KAMU SEDANG MEMBACA
Is He Mine? '2'
FanfictionEND!! Janji setia yang keduanya ucapkan teryata hanyalah omong kosong, siapa sangka jika Nara akan mengecewakan kekasihnya dengan mengagumi pria lain, hubungan yang hampir tiga tahun menjadi hubungan yang begitu toxic, kesempatan yang Barra berikan...
