Part 28 🦋 Eat

2.5K 268 24
                                        

"Nih, ini ada dua pasang baju, kebetulan di sini ada Barra, ini buat kamu sama Barra, dan satu lagi kasiin ke Veral ya, terus bilang ke Veral kalau nanti malam ada pertemuan keluarga mommy sama temen papah dari luar negri, mommy pengen ajak pasangan anak anak mommy." ujar Kiara.

"Kenapa ngga ngomong langsung ke Raya aja mom? Terus Raya yang suruh ngasihin," ujar Nara.

"Raya hari ini pulang sekolah sore, aja lomba dulu katanya, jadi kalau mommy nunggu Raya buat ngasihin ini ke Veral, takutnya nanti buru buru." ujar Kiara.

"Oh gitu, okey."

"Jam berapa mom?" tanya Barra.

"Jam 7 malam," ujar Kiara.

"Ok siap, makasih ya udah undang Barra juga," ujar Barra.

"Iya nak."

🦋

"Sayang, makan dulu yuk, aku laper belum sarapan," ujar Barra ketika di perjalanan.

"Mau makan apa?" tanya Nara.

"Mau bubur ra," gumamnya.

"Mana ada bubur jam sepuluh siang gini Barra," ujar Nara tak habis fikir dengan kekasihnya itu.

"Terus apa dong?" tanya Barra.

"Ke rumah aku aja ya, bi Sumi udah masakin masakan enak tau, kamu harus nyoba."

"Ngga papa?" tanya Barra.

"Kaya ngga biasa aja."

"Okey, meluncur sekarang," Barra langsung menambah laju kecepatan mobilnya menuju rumah Nara.

"Terus nganterin bajunya?" tanya Barra.

"Habis kamu makan, sekalian aku ngambil motor di rumah kamu."

"Oh iya lupa."

🦋

"Aku ambilin piring dulu ya," ujar Nara. Barra duduk di kursi, pria itu sambil memainkan handphonenya sembari menunggu Nara mengambilkan piring.

Pandangannya langsung ia tajamkan saat melihat foto terbaru Nara di postingan twitter.

"Sayaang." Barra memanggil Nara, Nara datang dengan membawa dua piring beserta sendoknya.

"Kenapa?" tanya Nara.

"Saudara kamu masih di sini? Siapa tu namanya?"

"Alvian?"

"Nah iya, masih di sini?" tanya Barra.

"Nggak, dia mendadak ada urusan, jadi balik lagi ke luar negri." jawabnya.

"Terus ini foto kapan?" tanya Barra.

"Waktu rencana itu lohh," ujarnya.

"Ohhh" Barra mengangguk paham.

Nara mengambilkan nasi untuk Barra, "segini lagi nggak?" tanya Nara.

"Udah cukup." jawabnya.

"Mau pake sambal?" tanya Nara lagi.

"Mau deh, sedikit aja." Nara mengambilkan setengah sendok sambal pedas buatan bi Sumi.

"Nih, habisin yaa, pasti kamu suka deh," ujar Nara begitu yakin.

Is He Mine? '2'Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang