Sedikit infomasi tentang Eza, wendy dengannya tidak sengaja bertemu di club dan hubungan mereka bukan teman tapi hanya sekedar mengenal. Dan awal mulai hal gila itu terjadi di sini atas permintaan Eza. Wendy yang sedang patah hati saat itu mengiyakan ajakan eza tapi kini berakhir menjadi penyesalan untuk wendy."Keanu tolong dong pesen minuman yang bikin gue tergeletak dijalanan." Begitulah ucapan yang keluar dari mulut wendy begitu sampai di club langganannya juga tempat yang mempertemukannya dengan Eza.
"Wen, mulut lo pedes amat. Entar gue nyontek siapa kalo ga ada lo?? " Ucapan Keanu langsung mendapatkan tatapan mematikan dari wendy.
"Udah buru Keanu, pembeli adalah raja jadi turutin aja. 3botol ya"
"Buset Wen, lo beneran niat mau mati? "
"Buruan enu!!! "
"Iya iya jangan panggil gue gitu lagi."
Begitu Keanu menyajikan 3 botol dan satu gelas kosong, wendy langsung minum dari botolnya sambil menyumpah serapah yang ditujukan kepada Eza dan dika.
Saat beralih ke botol terakhir belum sampai bibirnya menyentuh botol itu, ada seseorang yang menarik botol dan menghabiskannya dalam satu tegukan.
"Aah" Rintih wendy saat tangan pria itu menggenggam sekilas tangannya yang terluka dan berniat merebut botol minuman wendy.
"Siapa lo main rebut rebut aja! Ga mampu lo beli sendiri huh??" Tanya wendy sambil mengacungkan jari telunjuknya ke wajah pria itu.
"Keanu, nu... Satu botol lagi cepet! " Ucap wendy setengah mabuk.
"Wen kan tadi udah, bilangnya cuma tiga kenapa nambah? "
"Lo ga liat apa nih nih orang ini main nyelonong minum minuman gue, udah ambilin aja sih gue bayar nu" Ucap wendy sewot.
Saat menunggu Keanu mengambilkan minuman wendy merasakan ada yang menyentuh tangannya, lebih tepatnya mengusap luka tangannya.
"Ish ngapain sih pegang pegang. " Ucap wendy menjauhkan tangannya untuk meraih minumannya yang baru saja sampai.
Brak
Wendy menjatuhkan kepalanya di meja dan memukul kepalanya ke meja beberapa kali.
"Eza lo manusia prik yang pernah gue temuin! Harusnya gue nolak omong kosong lo waktu itu!"
Brak
Kini wendy mengepalkan tangannya dan memukul meja itu setelah menghirup napas kasar, " lagian lebih cantik gue! Pinter juga! Masa depan juga lebih menjanjikan daripada arg sialaaaann! " Ucap wendy sambil mengacak-acak rambut pendeknya.
Srek
"Apa? Mau minuman gue lagi? Heran deh kenapa banyak cowok resek di bumi ini. " Ucap wendy begitu dagunya dipegang dan menghadap ke si perebut minumannya.
Entah angin darimana tiba tiba wendy mengusap pipi pria itu dengan perlahan, setelah mereka saling pandang dalam kurun waktu yang cukup lama.
" Ganteng.." Ucap wendy sambil tersenyum tipis, kemudian beberapa saat menggelengkan kepalanya."Huh, ganteng sih 11 12 sama Eza, jangan jangan dia kaya Eza lagi suka sama yang kaya dika hahaha.. " Ucap wendy kemudian kembali meneguk minumannya.
"Lagian si Eza bangsat ngebelain dika segitunya, iya kalo sampe ke pelaminan kalo engga sih gue yang bagian ngetawain mereka paling depan dan paling kenceng hahaha.. "
"Terus juga Eza bajingan katanya mau sembuh diajak lurus bukannya puter balik ini malah di terusin, bego emang! "
"Tapi gue sih yang paling tolol bisa bisanya se bego ini hahaha... Bodohnya rasa sakit gue makan hati lebih banyak dibandingkan rasa sayang gue ke elo za, brengsek emang ga tau diri.. "