7

2.1K 147 7
                                        



Hari pertama Serra menjalankan misinya, gadis itu berhasil mendapatkan nomor ponsel Bian. Hari kedua, Serra berhasil nongkrong di angkringan bersama pria itu. Di hari ketiga gadis itu mendapatkan kabar yang membuat dirinya sedikit ragu meneruskan misinya.

Seorang gadis cantik datang ke sekolahnya setelah bel pulang berbunyi nyaring, gadis itu mengenakan dress lucu yang membuatnya semakin manis saja. Menurut kabar burung yang tersebar, gadis itu bernama Kirana.

Menurut Zie, si ratu gosip di kelasnya dan juga adik kelas dari Bian semasa SMP. Kirana adalah mantan pacar Bian dan juga alumni sekolah mereka. Kirana satu tahun lebih tua dari Bian dan kini gadis itu tengah menempuh pendidikan di salah satu universitas terbaik di negara ini.

"Gimana masih berani lanjutin tantangannya?" tanya Zie dengan wajah culasnya.

"Berani lah, ngapain juga takut. Gue udah berhasil dapetin nomor Kak Bian, tinggal bilang cinta aja ke dia kan? Siapin aja duitnya, kalo perlu besok gue bilang cinta ke doi." Gadis itu memang pantang mundur.

"Bilangnya di depan siswa sini, biar pada tahu semua. Kalo cuma diem diem engga ada tantangannya dong."

"Oke, engga masalah."

Serra sudah biasa berjualan dan dirinya tidak malu sama sekali, tentu menyatakan cinta di depan anak anak bukanlah masalah besar kan???

Saat ini Kirana tampak sedang mengobrol dengan teman teman Bian, tapi gadis itu memilih duduk di samping pria itu. Bian pun tampak biasa biasa saja saat Kirana menyentuhnya, Serra curiga love language Kirana physical touch. Karena setelah diperhatihan ini sudah kesekian kalinya, gadis itu menyentuh pundak dan lengan Bian.

Karena merasa sumpek melihat pemandangan yang membuat matanya sepet. Akhirnya Serra memilih untuk pergi ke lapangan tempat biasa dirinya latihan lari. Gadis itu berlari beberapa putaran untuk menjernihkan pikirannya. Teman temannya selau penasaran kenapa Serra sering menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk berlari.

Saat berolah raga, hormon endorfin dan serotonin yang merupakan zat kimia untuk suasana hari dilepaskan di dalam tubuh. Serra merasa saat dirinya latihan berlari sangat efektif meningkatkan suasana hari dan menghilangkan stress. Hal ini juga didukung oleh penelitian yang Serra baca. Lari sangat efektif untuk membuatnya tetap waras di tengah kehidupannya yang begitu berat ini.

Saat dirinya menyelesaikan putaran kelimanya, Gara sudah duduk di pinggir lapangan sembari menikmati kue putu yang biasa lewat depan sekolah mereka di sore hari begini. Pria itu meskipun wajahnya ke-bule bulean tapi lidahnya begitu merakyat.

"Mau engga?" Gara menawari kue putu miliknya, yang dijawab gelengan oleh Serra. Lalu pria itu menyodorkan air mineral untuk Serra.

"Ngapain masih di sini?" tanya Serra setelah meneguk air mineral itu.

"Rapat OSIS, tadi gue izin keluar bentar."

"Izin keluar buat beli kue putu?" Serra begitu hapal kebiasaan temannya itu yang gila makan.

Gara meringis, "ya gue bilangnya izin ke kamar mandi lah. Bisa berabe kalo pada tau gue menyelinap keluar cuma gara gara dengar sirine abang abang putu yang begitu menggoda. Lagian rapat ber jam jam, cuma ngalor ngidul aja."

"Rayi sama Sasya udah balik?"

"Pada di nongkrong di Forest Coffee, gue nyamperin lo sekalian ngajakin ke sana."

"Gue skip deh, kasian Djiwa di rumah sendirian. Nyokap lembur."

Inilah salah satu alasan Serra jarang nongkrong. Gadis itu memikirkan Djiwa yang di rumah sendirian, dan juga sayang uangnya jika di habiskan untuk nongkrong.

WHEN THE PARTY'S OVERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang