03

363 90 6
                                        

Karina turun dari mobil mewah yang di kendarai oleh Jenandra, Jenandra tersenyum lalu menarik pinggang ramping sang wanita, mendekatkan tubuh mereka. Jenandra mencium kening Karina untuk beberapa saat dan untuk terakhir kalinya.

"Jaga diri kamu baik-baik Jeje." Ucap Karina secara lirih menatap Jenandra dengan manik mata yang bulat menggemaskan, Jenandra tak mampu menjawab dan bahkan tak sanggup untuk sekedar mengeluarkan satu kata pun, dia hanya menganggukan kepalanya.

Setelah itu karena tidak mau berlama-lama di hadapan orang yang Jenandra cintai, ia memasuki mobil dan segera mengendarai mobil tersebut meninggalkan pekarangan Mansion milik keluarga Anindita. Selama berkendara matanya fokus ke jalanan, mulutnya kelu tak mengeluarkan satu patah kata pun sedari tadi.

Tapi... Mata yang selalu membentuk bulan sabit ketika tersenyum itu, kini mata itu mengeluarkan buliran bening yang sedari tadi ia tahan, roboh begitu saja ketika momen manis bersama Karina melintas. Hatinya sakit ketika harus dengan terpaksa mengakhiri hubungannya dengan Karina, karena Momy nya tidak mau memiliki menantu yang tidak bisa memasak. Padahal Janandra bisa membeli puluhan restoran untuk dirinya dan Karina makan, tapi.. Karena tidak mau menentang sang Momy Jenandra hanya bisa mengiyakan perintah yang mutlak dari sang Momy.

Kini mobil mewah itu terparkir di halaman kantor milik sang Daddy, dirinya segera memasuki kantor dengan langkah yang tidak bersahabat, beberapa karyawan yang akan menyapanya hanya mampu membungkukkan badannya memberikan rasa hormat mereka. Setelah sampai di depan pintu ruangan sang Daddy, ia mengetuknya lalu terdapatlah sahutan dari dalam sana. Ketika membuka pintu ruangan, ia terkejut atas kedatangan sang Momy. Jenandra sempat mematung sejenak, kerena Momy nya memanggil dia, Jenandra tentu melangkah mendekati sang Momy. Tadi.. Dirinya akan mencurahkan semua keluh kesahnya kepada sang Daddy, karena dia tau hanya Daddy nya saja yang saat ini bisa merasakan apa yang Jenandra rasakan.

Jenandra segera duduk di samping sang Momy, lalu memeluk tubuh wanita itu, menenggelamkan kepalanya di pundak sang Momy. Momy yang melihat tingkah sang anak hanya mengelus rambut hitam lembut milik anaknya itu, Daddy Dovan terkekeh melihat sang anak tengah mempoutkan bibirnya dan meminta sang Momy untuk mengelus rambutnya.

"Jen.. Kamu kenapa?" Tanya sang Daddy, Jenandra masih tidak mau melepaskan pelukannya, dia hanya menggelengkan kepalanya.

"Kamu sedih kenapa Jen?" Kini Momy yang bertanya kepada Jenandra, karena dia tau bahwa anak semata wayangnya ini tengah bersedih.

"Jen udah nurutin kemauannya Momy, Jen udah nurutin semua perintah mutlak Momy. Sekarang Jen gak mau pacaran lagi!!" Ucap Jenandra dengan nada yang sengaja dibuat kesal, tapi itu tidak terdengar kesal malahan menjadi terdengar menggemaskan. Jenandra mempoutkan bibirnya, menyilangkan kedua lengannya di dada, mengalihkan pandangannya agar dia tak bisa melihat Momy dan juga Daddy nya.

"Nah kan.. Marahnya kaya anak kecil... " Ejek Momy, Daddy Dovan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya tak heran dengan sikap sang anak.

"Gimana Momy gak setuju kamu sama Karina, kalo nanti Karina manja-manja mau ini dan itu. Terus? Kamu kalo lagi mageran atau lagi marah malah kaya anak kecil gini. Nanti Karina nya heran sendiri Jen." Ucap Momy sembari mencoba membalikkan tubuh sang anak untuk menatap dirinya.

"Tapi Momy.."

"Apa?!"

"Jen kaya ginikan cuman sama Momy doang ko."

"Ahh terserah kamu aja deh Jen, kamu kalo mau balikan lagi sama Karina juga sana, balikan lagi." Ucap Momy, Jenandra yang mendengar itu tentu langsung membalikkan badannya dan menatap sang Momy dengan mata berbinar miliknya.

"Tapi... Kalo kamu nikah sama Karina, Momy gak bakalan datang ke pernikahan kamu!!" Momy bangkit dari duduknya, menyilangkan lengannya dan mempoutkan bibirnya sembari berjalan kearah sang suami. Jenandra yang mendengar hal itu tentu saja melunturkan senyumannya, kaget mendengarkan pernyataan dari sang Momy.

[ Anagata👑 ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang