Jenandra merasa lega karena kini sang Momy yang tak merajuk karena ditinggalkan oleh sang Daddy.
Jenandra kini melangkahkan kakinya untuk pergi menuju apartemen milik sang kekasih, Jenandra tak melepaskan senyuman berharap bahwa Athea senang atas bunga yang akan ia berikan itu. Jenandra menekan pin apartment milik Athea, setelah berhasil Jenandra berhenti sejenak melihat di rak sepatu terdapat sepatu seorang laki-laki.
Sayup-sayup suara Athea dan laki-laki itu terdengar "Hahaha kamu bisa aja, lagian aku udah nggak suka sama diaa." Ucap Athea dengan diselingi oleh tawa keduanya.
"Ah aku tau kamu pasti cuman suka sama aku ya kan, ngaku aja kamu..." Ucap laki-laki itu, lantas dengan segera dan terburu-buru Jenandra pergi mendekati mereka. Ia tidak peduli lagi dengan bunga mawar cantik tersebut yang tergeletak di pintu depan.
Jenandra menghentikan langkahnya, wajahnya memerah. Di sana ia lihat Athea tengah menyandarkan kepalanya di dada bidang laki-laki itu dengan laki-laki itu yang mengelus rambut milik Athea. Laki-laki yang entah siapa itu, karena Jenandra baru pertama kali melihatnya.
"Athea!!"
"Loh sayang..kamu kapan dateng?" Keduanya menghentikan aktifitas berpelukan itu.
Jenandra tak membalas ucapan Athea, setelah Athea melepaskan pelukan tersebut dengan segera ia melayangkan pukulan dan meninju wajah laki-laki di hadapannya.
Laki-laki tersebut tentu saja kaget dan tidak bisa menghindari pukulan yang dilayangkan oleh Jenandra, Athea yang melihat itu tentu saja terkejut. Jenandra tak berhenti memukulnya.
Athea mencoba untuk menghentikan pukulan yang terus saja dilayangkan dengan enteng oleh Jenandra, membuat lawannya itu kewalahan.
"BERHENTI PLIS JEN, NANTI ADIK AKU TERLUKA PARAH!!" Pekik Athea karena Jenandra yang terus saja membabi buta.
Setelah mendengar pekikan dari sang kekasih lengan Jenandra berhenti di udara, Darion mengadu kesakitan.
Dan dengan segera Athea mendorong tubuh Jenandra, ia segera menolong sang adik.
"Dion kamu nggak apa-apakan??" Tanya Athea nada khawatir terdengar jelas dari intonasi sang wanita.
Tentu saja Dion tidak menjawab, ia memang tidak baik-baik saja, dilihat sudut bibirnya terkoyak oleh pukulan yang dilayangkan oleh Jenandra.
"Maaf ya Dion, gue beneran nggak sengaja. Iya siapa jugakan yang suka kalo ceweknya deket apa lagi berduaan di dalam apartemen tanpa hubungan apa-apa." Ucap Jenandra yang mencoba membujuk Dion sang calon adik ipar.
"Iya nggak apa-apa kok, lagian emang kakak nggak taukan kalo Dion ini adiknya kak Thea."
"Iya maaf ya, saya beneran nggak tau kalo kamu adik Athea."
"Ehm." Dion mengangguk mengerti akan situasi tersebut.
"Yaudah Dion ayo kakak obatin dulu lukanya." Athea mencoba membantu sang adik untuk bangun dari duduknya, Jenandra tentu saja membantu juga.
Setelah itu Athea mengambil obat P3K di kamarnya, lalu dengan telaten wanita itu membasuh luka dan mengobati luka Dion.
"Ashh..aduh..pelan-pelan dong kak." Dion meringis merasakan sakit pada lukanya.
"Iyaa ini juga pelan-pelan ko, kamu diem aja deh."
Jenandra yang melihat itu tentu merasa bersalah kepada Dion, dan menyesal tentunya. Setelah menghabiskan beberapa menit untuk mengobati luka Dion, kini ketiganya terdiam di ruangan tersebut.
"Sekali lagi saya minta maaf ya Dion."
"Iya nggak apa-apa kok, iya kitakan emang belum kenalan yakan kak. Perkenalkan nama ku Darion Chelvar." Ucapnya memperkenalkan diri.
"Ah iya, nama saya Jenandra Bratadikara."
"Bagus deh kalian udah kenalan, maaf ya Jen selama ini aku lupa nggak kasih tau kamu foto Dion, maafin kakak juga ya Dion."
Jenandra tersenyum simpul, Dion juga terkekeh kecil.
"Yaudah deh Dion nggak mau ganggu waktu pacaran kalian. Kalo gitu Dion mau pamit pulang deh."
"Ehm Dion maaf, kayaknya kalo untuk pulang kita barengan ke rumah kamu, bolehkan sayang?" Tanya Jenandra, Athea mengerutkan keningnya heran.
"Kenapa kamu tiba-tiba mau kerumah aku?"
"Iya mau minta maaf juga sama mamah kamu, karena udah bikin Dion luka." Ucap Jenandra secara mantap.
Membuahkan tawa dari kedua Chelvar bersaudara.
"Hahahahaa aduh kak Jen hahaha, udah nggak apa-apa kali, lagian nanti Mama juga paham kok. Udah ah mendingan kalian ngabisin waktu berduaan dehh." Ucap Dion yang masih saja tertawa.
"Udah Jen, nggak apa-apa kok." Ucap Athea yang kini merangkul lengan Jenandra, Jenandra tersenyum menampilkan senyuman bulan sabit miliknya.
"Yaudah Dion pamit undur diri deh kalo gitu, byee kak."
"Hati-hati Dion." Teriak Jenandra.
Jenandra kini menatap mata cantik milik Athea, dan menggumamkan kata 'Maaf' Athea Menggelengkan kepalanya sembari tersenyum manis.
"Sayang tadi kamu ngomongin apa sama Dion? Kamu udah nggak suka sama siapa? Sama Jenan?" Tanya Jenandra dengan mengerutkan bibir miliknya, lantas Athea segera mencubit pipi Jenandra.
"Ituu aku lagi ngebahas Jeffan dia itu--" Belum sempat Athea menyelesaikan kalimatnya, Jenandra sudah memotong terlebih dahulu sembari melepaskan lengan Athea di pipinya yang sudah sedikit memerah.
"Tunggu Jeffan itu siapa? Kamu deket sama dia? Emangnya apa hubungan kamu sama dia?" Tanya Jenandra secara beruntun.
"Dia itu sahabat aku Jen, sahabat kecil aku. Dan dulu aku suka sama dia, tapi semenjak aku kenal kamu, aku udah move on kok dari dia."
"Ohh gituu, tapi kamu beneran nggak ada hubungan apa-apakan sayang sama dia?"
Athea menggelengkan kepalanya, "Iyaa tentu nggak ada hubungan apa-apa kok, percaya sama aku."
"Iyaa Jen selalu percaya sama kamu sayang."
Athea tersenyum lalu memeluk tubuh tegap milik Jenandra, mereka berpelukan dengan nyaman dan menyalurkan rasa cinta dan sayang mereka.
"Ohh iya Jenan lupa, tadi Jenan bawa bunga. Tapi bunganya udah kotor kayaknya."
Athea mengangkat kepalanya, "Sekarang bunganya dimana?"
"Di depan pintu." Jenandra pergi mengambil bunga tersebut.
"Nihh udah kotor, nanti Jen beliin lagi yaa.. Tadi keburu emosi karena ada Dion, hehehe maafin aku ya, aku salah." Jenandra menggaruk tengkuknya yang tak gatal, Athea yang melihat tingkah kekasihnya itu terkekeh geli.
Athea bangun dari duduknya, membawa buket bunga itu lalu menaruhnya di meja. Lalu Athea mengalungkan lengannya di leher tegap milik Jenandra, dan Jenandra pun merangkul pinggang Athea.
"Kamu lucu banget sih Jen." Ucap Athea, kini lengan cantiknya itu mengelus wajah tampan milik Jenandra. Jenandra tak kuasa menahan senyuman di wajahnya, lantas tersenyum.
"Jen.. Asal kamu tau, aku sayang banget sama kamu. Kamu jangan pernah melukai hati aku yaa.." Kini Athea menyenderkan kepalanya di dada bidang Jenandra.
Jenandra masih setia merangkul pinggang Athea.
"Iya sayang percaya sama Jen, Jen ngga bakalan melukai kamu. Dan asal kamu tau, Jenandra juga sayang, cinta... Banget sama kamu Athea."
Keduanya saling berpandangan sejenak lalu saling melemparkan senyuman, jarak antara keduanya terbilang cukup dekat. Athea bisa merasakan nafas maskulin milik Jenandra.
✧・゚: *✧・゚:*
Makasih udah baca💙.
KAMU SEDANG MEMBACA
[ Anagata👑 ]
أدب المراهقينJenandra menuruni tangga sembari menenteng jasnya, dua kancing baju teratasnya di biarkan terbuka begitu saja. Dia tersenyum melihat Momy nya sedang memasak, dia juga sempat melirik Daddy nya yang tengah menikmati secangkir teh. Jenandra memeluk tub...
![[ Anagata👑 ]](https://img.wattpad.com/cover/353511510-64-k396652.jpg)