05

326 84 7
                                        

Kini Jenandra telah dipindahkan ke ruang inap, di sana Yuki tengah duduk di samping Jenandra.

"Makasih yaa..sudah menolong saya, dan maaf merepotkan anda," kata Jenandra dengan nada lemah.

"Ah nggak apa-apa kok, lagian kan emang kewajibannya kita sebagai manusia untuk saling tolong-menolong," balas Yuki dan diakhiri dengan senyuman manis miliknya.

Jenandra yang melihat senyuman manis milik wanita cantik di depannya itu hanya dapat terdiam mengagumi sosok wanita tersebut.

Diruangan itu hanya ada mereka berdua, para bodyguard Yuki tengah menunggunya di luar ruangan. Keduanya terdiam entah harus apa yang dibicarakan lagi. Dan tak lama dari itu akhirnya pintu terbuka menampilkan kedua orang tua Jenandra, Jenandra yang melihat itu menghembuskan nafasnya merasa lega karena nanti tidak ada kecanggungan diantara mereka lagi.

"Aduhh sayang.. Anak Momy nggak apa-apakan sayangg," ucap Momy sembari menghampiri sang anak dan memeluk juga mengelus rambut milik Jenandra.
Mereka berdua lalu menatap Yuki.

"Makasih banyak ya nak udah mau nolong anak kita," kata Daddy Dovan kepada Yuki.

"Sama-sama Pak, hm.. Kalau begitu saya pamit pulang yaa.. Soalnya masih ada beberapa urusan." Ucap Yuki.

"Sekali lagi makasih banyak yaa.. Eh iya ini." Daddy Dovan mengeluarkan kartu namanya. "Jika kamu membutuhkan bantu kamu bisa memanggil kami." 

Yuki menerima dua kartu nama tersebut, lalu tersenyum dan mengangguk. Setelah itu ia memutuskan untuk segera keluar ruangan itu. Setelah kepergian Yuki, Momy masih senantiasa mengelus rambut sang anak, membuat Jenandra merasakan kantuk.

"Jen.. " panggil Momy secara lembut, Jenandra menatap mata cantik milik sang ibu dengan matanya yang mulai sayu.

"Maafin Momy yaa.., gara-gara kamu makan masakan Momy kamu jadi sakit kaya gini, Momy minta maaf yaa.." ucapnya dengan wajah sedih yang terlihat disana, Jenandra tidak suka itu. Ia mencoba untuk membangunkan tubuh lemahnya dibantu oleh sang Daddy. Jenandra segera menghapus lelehan air mata yang mengalir di pipi kesayangannya itu. Dia tersenyum bergantian melihat pasutri tersebut.

"Jen nggak apa-apa Mom, ini juga bukan salah Momy kok. Udah jangan nangis yaa.. Nanti Jen jadi ikutan nangis."

"Iya bener sayang udah.., jangan nangis lagi yaa.." Kini sang Daddy menarik tubuh sang Momy untuk memberikan ketenangan. Agar istrinya itu tak merasa bersalah.

Setelah beberapa menit menangis dan ditenangkan oleh kedua laki-laki tampannya. Kini Momy tengah membenarkan selimut Jenandra, menyuruhnya untuk segera istirahat. Jenandra memejamkan matanya dan pergi ke alam mimpi, Momy mengecup sayang kening sang anak.

Momy berjalan mendekati sang suami yang kini tengah membaca koran di sofa, Momy merebut koran tersebut dengan perlahan. Lalu mendudukan dirinya di pangkuan sang suami, setelah itu ia sandarkan tubuhnya agar bisa di peluk oleh suami. Tentu saja Daddy Dovan memeluk tubuh sang istri.

"Sayang.. Kok aku kaya ngga asing yaa.. Sama orang yang nolongin Jen," ucap Daddy Dovan.

"Ihh iyalah sayang.. Itu dia model yang akhir-akhir ini jadi pembicaraan panas."

"Ohh gitu, kamu kok bisa tau sih?" Tanya Daddy dengan penasaran.

"Iyalah.. Masa aku nggak tau, dia model bran yang aku sukaa."

[ Anagata👑 ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang