11

237 81 7
                                        

Kini hari sudah menjelang malam, Jenandra baru akan pulang ke Mansion nya pukul 21.08 WIB. Pekerjaannya begitu menumpuk karena terabaikan, karena tadi Daddy nya dan juga saudara sepupunya nya Jemery terus saja menggodanya.

Mobil mewahnya membelah jalanan kota Jakarta yang sudah lelang. Matanya menangkap seorang wanita yang tengah terlihat gelisah. Jenandra mengenal wanita itu, lantas dia segera memberhentikan mobilnya dan memberhentikan tepat di belakang Mobil wanita itu. Jenandra turun dan segera
menghampiri wanita cantik itu.

"Hallo Athea?" Sapa Jenandra.

"Loh Jenandra?" Jawab Athea dengan nada yang sedikit kaget.

"Anda mengapa diam di sini? Apakah anda baik-baik saja?" Tanya Jenandra.

"Ah ini.. Saya ada sedikit masalah."

"Loh kenapa? Mobilnya mogok?" Tebak Jenandra.

"Ah iyaa.. Saya juga nggak tau kenapa tiba-tiba mogok dan mau nelpon Papi eh ponselnya malah habis batre."
"Ah begitu ya, apakah Saya boleh membantu?"

"Ehm.. Malahan k-kalau anda membantu, saya merasa merepotkan Jenandra, tapi... Jujur untuk saat ini Saya membutuhkan pertolongan."

"Ah tidak apa-apa, sama sekali tidak merepotkan, ayo segera masuk ke mobil, angin malam begitu tidak baik untuk tubuh." Ucap Jenandra.

"Makasih banyak yaa..." Ucap Athea, Jenandra mengangguk.

Mereka berjalan ke arah mobil Jenandra, dengan Jenandra berjalan dibelakang Athea. Setelah dekat dengan mobil Jenandra membukakan pintu untuk wanita cantik itu, Athea sedikit terkejut atas perlakuan Jenandra, dan Athea mengulas senyuman cantiknya kepada Jenandra membuat hati Jenandra berdegup kencang.

Setelah keduanya berada di mobil Jenandra menelpon bawahannya untuk mengambilkan mobil dan membawanya ke perusahaan Orion Company. Kini mobil yang berisikan dua orang itu telah melaju dengan kecepatan sedang.

"Jenandra, terima kasih ya anda telah mau membantu saya."

"Ah iya tidak apa-apa, dan apa bolehkan kita berbicara secara non formal?"

"Ah iya boleh kok, hm.. Sebagai tanda terima kasih nanti bolehkah kita makan siang bersama?"

"Anjir tadi aja gue ngajak, dia tolak, tapi kalo dia yang ngajak gue gak bakalan tolak sumpah MOMY.. TOLONG JEN JATUH CINTA MOMY!!!" -Batin Jenandra.

"Jenandra?"

"Ah iya, kalo besok bisa aku bakal kasih kamu kabar." Ucap Jenandra menampilkan senyum bulan sabitnya.

"Oke kalo gitu."

"Ini arah rumahnya kemana?" Tanya Jenandra.

"Di perumahan Castello, rumah yang pertama."

Setelahnya hanya ada keheningan di dalam mobil Jenandra, membuat Athea merasakan jantungnya yang berdebar kencang. Sedangkan Jenandra sangat ingin mengobrol dengan wanita di sampingnya itu, tapi entah kenapa seolah kecanggungan membuat mulutnya tertutup rapat.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, mereka sampai di depan Mansion Athea, Mansion megah dengan arsitektur eropa, ditambah taman bunga tepat di samping Mansion, membuat pemandangan terlihat cantik meskipun pada malam hari. Jenandra keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Athea.

[ Anagata👑 ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang