Kini sore pun telah tiba, Jenandra telah sampai di Mansion. Tapi.. Apa ini?! Seketika senyuman tampan miliknya hilang, karena melihat kedua orang tuanya tengah berdiam-diaman. Jenandra dengan inisiatif miliknya, segera menghampiri keduanya.
"Ciee.. Yang udah kencan berdua, gimana Momy.. Serukan?" Tanya Jenandra yang terlebih dahulu menghampiri Momy.
"Biasa aja." Jawab Momy secara ketus, Jenandra hanya tersenyum kecil. Lantas dirinya segera bangkit dan pergi duduk di samping sang Daddy.
"Dad, gimana nih serukan? Ceritain dong!!"
"Biasa aja nggak ada yang spesial! udahlah Daddy cape!" Ucap Daddy Dovan, dan sesegera mungkin sang Daddy pergi menuju kamarnya.
"Momy... Kenapa?"
"Nggak apa-apa sayang, kita cuman punya sedikit masalah aja, mendingan kamu sekarang mandi terus udah gitu nanti turun buat makan malem yaa." Momy pergi meninggalkan Jenandra tanpa mengecup pipi sang putra.
"Ihh mereka ini kenapa sih? Aneh banget, perasaan tadi Momy chat Jen baik-baik aja deh, kenapa malah jadi gini?" Karena Jenandra tidak mau terlalu mengikut campur urusan kedua orang tuanya, ia segera bangkit ingin membersihkan seluruh badannya yang terasa lengket.
.....
Brakk!! pintu dibuka begitu saja oleh wanita yang kini bajunya basah. Wanita itu segera menghampiri kamar sang adik, Mama yang sedang berada di ruang tamu melihat bahwa putri sulungnya itu sedang marah segera mengikuti sang anak.
"DARION CHELVAR SIALAN BUKAN PINTUNYA!!!" Teriaknya sembari menggedor pintu kamar sang adek.
"Sayang.. Kamu kenapa?" Tanya Mama sembari mencoba menghentikan putrinya yang menggedor-gedor keras pintu kamar Darion.
"Ihh Mama… anak kesayangan Mama itu nyebelin bangettt tauu, masa ninggalin aku gitu aja mana dia bawa mobil aku lagi!!! Teruss... Mama tauu? Aku malah di tabrak sama laki-laki, jadinya baju aku basah gini. Hari ini aku bad mood banget gara-gara anak kesayangan Mama ituu!!!" Ucapnya sembari meluapkan rasa kesalnya kepada sang Mama dengan bercerita sembari sedikit berteriak-teriak.
"Aduhh Dion ini..emang nggak pernah berhenti jailin kamu, udah sayang kamu tenang aja, nanti Dion biar Mama hukum, berani-beraninya dia sama kamu."
"Ehm," wanita cantik itu menganggukan kepalanya lucu sembari memajukan bibir cantiknya.
"Yaudah sekarang kamu mandi ya, ganti baju udah gitu turun ke bawah buat makan malem."
"Iya Mama ku yang cantik, tapi sebelum itu aku mau minta Mama kiss pipi aku!"
"Ah iya sini sayangku." cup Mama mengecup pipi putri sulungnya itu "Udah sana mandi!"
"Oke Mahh."
.....
Kini keluarga Bratadikara tengah siap makan malam, tapi rasanya begitu aneh bagi Jenandra. Kini semua makanan adalah buatan Bibi, walaupun hatinya juga sedikit senang akhirnya dia bisa makan makanan yang enak, seketika matanya berbinar melihat makanan tersebut. Tapi ketika atensinya menatap kedua insan di depannya tengah berdiam-diaman seperti ini membuat selera makan Jenandra menurun.
"Momy.. Kok hari ini Momy nggak masak? Momy kecapean ya?" Tanya Jenandra membuka percakapan terlebih dahulu.
"Nggak apa-apa ko Jen, kamu mendingan makan ya."
Jenandra menganggukkan kepalanya, lalu ia mengambil piring dan menyodorkan kedepan sang Momy, meminta Momy itu mengambilkan nasi dan lauknya.
"Kamu ambil sendiri aja Jen, kan kamu bisa!"
Seketika Jenandra memundurkan piringnya, melihat anaknya tidak semangat, Daddy dengan inisiatifnya ingin mengambilkan nasi untuk putra kesayangannya. Tetapi.., lengannya dan lengan sang istri bertemu untuk memegang centong nasi, membuat keduanya saling bertatapan. Jenandra yang melihat itu hanya tersenyum tipis. Beberapa detik bertatapan, akhirnya keduanya menjatuhkan centong itu secara bersamaan.
"Jen, biar Daddy aja yang ambilin yaa..."
Jenandra hanya menganggukkan kepalanya, lalu setelah semua lauk yang ia mau sudah di ambilkan, kini mereka semua makan dalam keadaan yang sangat hening.
.....
Semantara itu di keluarga Chelvar, kini mereka sudah berada di ruang tamu, Mama menyilangkan kaki dan juga lengannya, Papi pun melakukan hal yang sama seperti Mama dengan wajah Papi yang dibuat angkuh.
Sementara itu kedua anak kesayangan mereka tengah berlutut tepat di hadapan kedua orang tuanya.
"Darion minta maaf Pih, Dion beneran nggak bakalan jail lagi deh ke Kakak janji." Ucap anak laki-laki tersebut, dengan wajahnya yang masih saja menunduk.
"Athea juga janji deh Mah, nggak bakalan jailin adek lagi, lagian adeknya duluan yang ngejailin kakak." Bela wanita cantik tersebut, sama halnya dengan sang adik, dia menundukan wajahnya.
"Yaudah makannya jangan saling menjahili, kalian ini udah besar, sama-sama udah 20-tahuan, bukan anak umur 10 tahun yang terus-terusan berantem." Ucap sang Mama, yang terdengar begitu kesal kepada anak-anaknya.
Papi Sabian hanya mendengarkan saja, dirinya belum berkata sepatah katapun sedari tadi, hanya memperhatikan ketiganya.
"Iya.. Deh Kakak janji bakalan jagain adek."
"Adek juga janji bakalan jagain kakak, dan ngga bakalan jailin kakak lagi."
"Hilih udah berapa kali kalian buat janji palsu gitu?! Masih aja sering dilakukan, aneh banget Mama sama kalian tuh, nggak pernah dewasa."
"Papi jadi punya ide." Tiba-tiba kepala keluarga Chelvar bersuara begitu saja, membuat ketiga atensi mereka semua beralih kepadanya.
"Gimana kalo misalnya Dion, Papi kirim kamu ke Jepang buat tinggal disana sama grandma kamu."
"Ihhh Papi... Jangan!! Kakak nggak mauu, jangan jauhin Dion dari Athea dongg!!"
"Ihh Papi mah jahat, Kakak belain adek dongg."
"Iya-iya tenang aja, sini pelukan."
Mereka berdua berpelukan, Mama dan juga Papi hanya terkekeh melihat tingkah adek kakak itu. Mereka memang seringg.... Sekali berantem sepertinya sehari saja tidak berantem itu tidaklah bisa bagi mereka, hal yang sangat mustahil. Tapi.. Ketika ancaman salah satu dari mereka akan tinggal sangat jauh keduanya akan menangis dan berpelukan tidak mau berpisah.
Walaupun Dion adek yang sangat jahil tetapi ia akan selalu menjadi kesayangan Athea.
"Yaudah makannya jangan pada berantem kaya gitu ya.. Sekarang sini siapa yang mau duluan peluk Papi sama Mama."
Keduanya saling menatap terlebih dahulu, lalu mengangguk. Hm sepertinya mereka menggunakan bahasa isyarat. Athea pergi ke pelukan sang Papi sedangkan Darion tentu pergi kepelukan sang Mama.
Mereka berpelukan dengan bahagia.
"Eh iya Thea, nanti besok kita shopping yuk, Mama mau beliin kado buat temen Mama yang mau ulang tahun." Ucap sang Mama kepada anak sulungnya.
"Aduh maaf Mah besok aku ada kencan sama Papi."
"Hilihh kencan kok sama dokumen-dokumen, kalian mah gak seru, UDAHH Mahh tenang aja ada Darion Chelvar yang akan selalu siap menemani Mama shopping." Ucapnya dengan berbangga hati, membuat sang Mama mengecup pipi Dion dengan gemas.
"Apaan si Pih mereka ini hobi banget ngabisin duit, padahal kita susah banget nyarinya," ucap Athea dengan membisikan itu kepada sang Papi.
"Nggak apa sayangku, kita cari duit yang banyak biar nanti kita investasi dengan perusahaan-perusahaan lain, dengan begitu kita akan semakin banyak bekerja, dan kita akan menjadi pekerja keras!!" Ucap Papi dengan mengusak rambut putri kesayangan.
"Pokoknya nanti Dion harus pilihin tas yang kaya gini nih, ini tuh bagus banget tau." Ucap Mama dengan menampilkan gambar tas di ponsel kesayangannya.
"Tapi ternyata Mah, kalo beli ini tuh gratis ice cream, wahh keren sihh, Mama juga harus beli nihh soalnya keren banget Mah, apalagi warnanya cocok sama Mama."
Kaya ada yang kebalik, tapi apa ya?
・゚: *✧・゚:*
Makasih udah baca💙
KAMU SEDANG MEMBACA
[ Anagata👑 ]
Teen FictionJenandra menuruni tangga sembari menenteng jasnya, dua kancing baju teratasnya di biarkan terbuka begitu saja. Dia tersenyum melihat Momy nya sedang memasak, dia juga sempat melirik Daddy nya yang tengah menikmati secangkir teh. Jenandra memeluk tub...
![[ Anagata👑 ]](https://img.wattpad.com/cover/353511510-64-k396652.jpg)