Beberapa saat kemudian Jenandra sampai di depan Mansion Athea, bodyguard yang melihat mobil Jenandra kembali datang membukakan pintu gerbang. Ia segera turun dari mobilnya, ternyata ada Mama Athea yang tengah menyiram tanaman.
"Selamat pagi tante," sapa Jenandra, membuat Mama menyudahi acara menyiramnya dan berjalan mendekati Jenandra.
"Pagi juga Jenandra, mau ketemu Athea ya..." ucap Mama sambil tersenyum.
"Hehehe iya tante, Athea nya ada?"
"Oh ada, kebetulan dia nggak berangkat ke kantor, kayanya lagi di taman belakang. Mbak sri!" ucap Mama sambil memanggil salah satu pelayan, beberapa saat kemudian pelayan itu datang.
"Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu," ucap pelayan itu sopan.
"Kamu anterin Jenandra ke taman belakang ya buat ketemu Athea."
"Oh baik nyonya, mari Tuan saya antar."
"Tante aku permisi ya."
"Iya nak."
Jenandra mengikuti pelayan itu menuju taman di belakang rumah ini.
"Athea lagi ngapain mbak di taman?" Tanya Jenandra penasaran.
"Biasanya jika pagi-pagi seperti ini, Nona Athea menyiram bunga-bunga yang nyonya tanam Tuan." Jelas pelayan singkat, dapat Jenandra melihat hamparan bunga-bunga mulai terlihat dan memang didominasi bunga tulip.
"Itu Nona Athea, kalau begitu saya permisi Tuan."
"Iya makasih mbak."
"Sama-sama Tuan."
Pelayan itu pun berlalu pergi, meninggalkan Jenandra yang kini dapat melihat siluet tubuh perempuan yang ia kagumi tengah memetik beberapa bunga yang mati. Jujur saja bahkan dengan baju rumahan dan tanpa make up sekalipun tidak menutupi kecantikan yang Athea miliki, bahkan Mama Athea pun juga sama.
Jenandra berjalan mendekati Athea, perempuan itu belum sadar jika ada orang lain di sana selain dirinya sendiri.
"Athea," ucap Jenandra seketika membuat Athea berdiri dan berbalik ke arahnya.
"Loh Jenan kamu ngapain di sini?" Tanya Athea dengan wajah terkejutnya.
Tanpa menjawab pertanyaan Athea, Jenandra langsung membawa tubuh perempuan itu ke dalam pelukannya. Athea hanya bisa terdiam saat tubuhnya dipeluk erat oleh Jenandra.
"Maafin aku karena gak nganterin kamu kemarin, maaf. Perempuan kemarin yang meluk aku itu mantan pacar aku, tapi aku berani bersumpah kita udah gak ada hubungan apapun lagi. Kemarin dia minta tolong sama aku buat nganterin ke rumah sakit buat lihat pacarnya yang kecelakaan. Mereka janjian buat ketemu di restoran itu...tapi pacarnya malah kecelakaan dan Karina gak bawa kendaraan. Dia ngeliat aku dan tanpa pikir panjang dia nyamperin. Aku antarkan dia ke rumah sakit dan beneran pacar dia yang kecelakaan nama nya William, bahkan laki-laki itu juga sempet ngobrol sama aku. Kalo kamu masih gak percaya kita bisa ke rumah sakit sekarang supaya kamu percaya." Jelas Jenandra panjang lebar. Tanpa melepas pelukannya pada Athea, Jenandra menatap sepasang mata yang kini tengah menatapnya juga.
Athea mendengar dengan jelas ucapan Jenandra barusan, dalam hati ia sedikit kurang percaya, tapi saat Jenandra berucap bahwa mereka bisa ke rumah sakit untuk bertemu dengan perempuan bernama Karina dan pacarnya, Athea akhirnya kembali percaya pada Jenandra.
"Maaf, maafin aku karena masalah kemarin." Ucap Jenandra lesu, jujur saja ia takut saat tadi malam Athea tidak mau membalas telepon atau pesan nya sekalipun.
Jenandra tidak mau Athea menjauhinya, ia benar-benar mencintai perempuan di depannya ini.
"Hah... oke aku maafin kamu, tapi jangan diulangi lagi kesalahan kaya kemarin, aku ngerti kok," ucap Athea.
Dengan keadaan bahagia yang membuncah, Jenandra spontan langsung mengecup kening Athea, membuat perempuan itu kembali terkejut dengan kelakuan Jenandra.
KAMU SEDANG MEMBACA
[ Anagata👑 ]
Teen FictionJenandra menuruni tangga sembari menenteng jasnya, dua kancing baju teratasnya di biarkan terbuka begitu saja. Dia tersenyum melihat Momy nya sedang memasak, dia juga sempat melirik Daddy nya yang tengah menikmati secangkir teh. Jenandra memeluk tub...
![[ Anagata👑 ]](https://img.wattpad.com/cover/353511510-64-k396652.jpg)