Jenandra tertidur sangat nyenyak, ia membuka matanya perlahan. Ketika ia mendongakkan kepalanya ia disambut oleh wajah cantik Athea yang juga tertidur, Jenandra membangunkan tubuhnya dan menatap kagum wajah Athea. Mendirikan dirinya di pengkunan Athea, Jenandra meregangkan tubuhnya yang terasa pegal, sekarang tubuhnya terasa jauh lebih baikan. Ketika akan membalikkan badan untuk kembali duduk di samping Athea, ternyata si cantik sudah terbangun dan tersenyum ke arahnya.
“Gimana Jenan udah baikkan?” Tanya Athea sambil berdiri menghampirinya.
“Baikan, ini berkat elusan kepala dari kamu, makasih ya dan maaf membuat kaki kamu pegel untuk memangku kepala aku.”
“Nggak apa-apa Jen, aku bersyukur kamu udah rada mendingan. Oh iyaa…Kamu belum makan masakkan aku loh, makannya mau aku hangatkan dulu nggak?”
“Ah iya aku bakalan panggil OB untuk menghangatkan makanan.” Ucap Jenandra dan Athea mengangguk, dan tak lama kemudian OB pun datang dan segera menghangatkan makanan yang dibuat oleh Athea.
.....
“Mom, kita jalan-jalan yuk, tiba-tiba Dad pengen menghabiskan waktu berdua sama kamu,” Ucap sang suami dengan bergelayut manja di lengan sang istri.
“Ayo Dad, tapi kita mau jalan-jalan kemana?”
“kita bioskop dulu yuk kita nonton, biar kaya anak muda gitu.”
“Ck kamu ini, ya udah deh ayo.”
Kedua orang tua itu menghabiskan waktu mereka dengan menonton, sekitar 2 jam mereka menonton film tentang keluarga, mereka tentu saja merasakan terharu dari film tadi. Dan sekarang mereka tengah menyantap makanan dengan sesekali mereka saling menyuapi.
“Momy jadi pengen ngaliat Jenandra punya pacar, kita punya menantu. Terus nanti mereka menikah dan kita punya cucu, pasti lucu bangetkan Dad.”
“Iyaa Daddy juga berharapnya nanti kita bisa nimang cucu. Jen resmi jadi CEO dan nanti di masa tua Daddy mau menghabiskan waktu bareng Momy dan cucu-cucu kita.”
“Nanti kalau suatu hari Jen bawa lagi pacarnya kerumah, Momy izinin mereka buat menjalin hubungan yang lebih serius deh soalnya Momy juga nyadar bahwa anak Momy itu butuh kebahagiaan.”
“Terus kalo menantu Momy itu nggak bisa masak, apakah nggak masalah?” Tanya sang suami yang merasa penasaran dengan jawaban sang istri.
“Nggak apa-apa kok, toh Ibu aja menerima aku apa adanya, masa aku nggak mencontoh sikap Ibu yang selalu memaklumi semua kekurangan aku. Lagian nanti kita bisa beli restoran yang mereka mau, iyakan Dad?”
“Hahaha, iyaa sayang kamu tenang aja, lagian orang tua mana yang mau liat anaknya menderita. Jen anak kita satu-satunya, semua keinginan dia harus kita turuti." Ucap Daddy Dovan, Momy Liora tersenyum atas jawaban yang diberikan sang suami.
.....
“Gimana Jen makanan buatan aku, kamu suka atau nggak?”
“Suka banget, ini enak banget, kamu pinter masak yaa...”
“Hehehe makasih, syukur kalo kamu suka. Dulu Nenek aku suka banget masak nah aku merhatiin dan berfikir bahwa memasak itu mengasyikan dan dari situ aku belajar dan aku bantuin nenek aku masak. Yaa walaupun nanti rasanya nggak enak, dan berakhir aku malah di marahin sama Mama kerana merecoki Nenek aku yang lagi masak.” Keduanya terkekeh.
“Tapi lihat, bahkan sekarang kamu hebat banget bisa bikin masakan yang enak. Jujur Jenan jarang banget makan makanan yang enak kaya gini, Jenan juga kurang suka makan di luar sih."
“Kenapa kamu nggak suka makan di luar?”
“Karena kalo makan di luar pasti Jenan makannya sendirian, kalo makan di rumahkan bareng keluarga. Yaa kecuali makan diluar nya ditemenin sama kamu, Jenan mau banget.” Jenandra tertawa. Tentu Athea pun tertawa atas jawaban yang menurutnya lucu.
Ketika keduanya sedang asik mengobrol ini dan itu, telepon Athea berdering ada panggilan masuk dari sang Papi. Athea segera mengangkat telepon tersebut, setelah selesai menelpon Athea kembali duduk di samping Jenandra yang sedang membereskan piring kotornya karena sudah selesai makan.
“Jen maaf kayanya aku nggak bisa lama-lama di sini, soalnya barusan Papi aku telpon kalau sebentar lagi kita mau meeting, aku minta maaf ya."
“Loh iya nggak apa-apa. Makasih banyak ya buat hari ini, maaf aku nggak bisa antar kamu karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan.”
“Iyaa Jenan, yaudah aku pergi dulu ya.” Jenandra menangguk, Athea beranjak dari duduknya, sebelum pergi meninggalkan ruangan Jenandra Athea menghampiri Jenandra mengelus lengan sang anak tunggal itu dan mengulas senyuman manis miliknya.
“Jangan terlalu cape ya Jen, istirahat yang cukup, semoga kamu cepet sembuh dan kita jalan-jalan kaya biasa.”
Jenandra mengangguk dan tersenyum lalu berdiri dari duduknya, mereka saling berhadapan dan saling menatap satu sama lain. Jenandra menghantarkan si cantik sampai ke depan lift.
Kini Jenandra sibuk mengetik laporan untuk segera dilaporkan kepada sang Daddy, sesekali ia berhenti mengetik untuk meredakan rasa pusingnya.
TOK TOK TOK, pintu diketuk begitu keras, Jenandra melihat sekilas ternyata itu adalah sang sepupu sekaligus sekretaris galaknya.
“Bisa biasa aja nggak sih Jem, ngeganggu aja tau nggak.”
“Mohon maaf ya Bapak Jenandra, barusan saja saya diteror dan tentu saya mendapatkan ceramahan dari nyonya besar,” ucap Jemery dengan nada yang dibuat sesopan mungkin, padahal dirinya sudah sangat kesal kepada CEO muda di hadapannya ini.
“Emangnya Momy marah kenapa sih?”
“Iyaa… Tante Liora marah ke gue karena lo nggak angkat telpon nya, dan ternyata emang telfon lo nggak di bawa malah ketinggalan di rumah.”
“Oh…iya gue lupa bawa, emang Momy kenapa sampe marah banget kayanya sama lo.”
“Ya iyalah bego, lo kan lagi sakit malah kerja mulu kerjaan lo, lagain kalo lo sakit ya udah nggak usah datang ke sini. Urusan kantor biar gue aja yang urus, gampang… lo sembuh dulu deh baru boleh ngerjain pekerjaan.”
“Lo emang sepupu terbaik gue Jem, yaudah besok gue izin nggak ke kantor dulu ya. Lo tolong urus beberapa pertemuan gue untuk besok.”
“Iyaa siap bos, gampang itu, asal entar gajih gue lo tambahi yaa.”
“Iyaa Jem iya, yaudah yuk mendingan kita balik aja udah sore ini.”
“Iya mendingan balik, lagian gue mau ngapel dulu sama ayang bab.”
“Iyaa deh salam buat Reyna, bilang kapan-kapan kumpul sama Athea juga."
“Iyaa nanti gue sampaiin.”
Jenandra dan Jemery pun pulang lalu setelah sampai di rumah, baru saja Jenandar membuka pintu, dirinya sudah disambut oleh sang Momy.
“JENN……” Momy merentangkan tangannya menghamburkan tubuhnya untuk sekedar memeluk tubuh tegap sang anak, Jenandra tentu saja terkejut lalu ia membalas pelukkan sang Momy, di belangnya terdapat sang Daddy yang tengah tersenyum hangat dan menyambut.
“Momy kangen banget sama kamu….”
Jenandra mengerutkan keningnya heran.
✧・゚: *✧・゚:*
Makasih udah baca💙
KAMU SEDANG MEMBACA
[ Anagata👑 ]
Teen FictionJenandra menuruni tangga sembari menenteng jasnya, dua kancing baju teratasnya di biarkan terbuka begitu saja. Dia tersenyum melihat Momy nya sedang memasak, dia juga sempat melirik Daddy nya yang tengah menikmati secangkir teh. Jenandra memeluk tub...
![[ Anagata👑 ]](https://img.wattpad.com/cover/353511510-64-k396652.jpg)