Di sebuah gedung kantor besar, terlihat orang-orang tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Jenandra dan Jemery kini tengah duduk di ruang rapat, menunggu klien yang sangat penting.
Beberapa saat kemudian, salah satu karyawan nya membuka pintu.
"Permisi Pak, ini Pak Sabian sudah datang," ucap nya.
"Persilahkan beliau masuk!" titah Jenandra.
Seorang pria dan wanita masuk beriringan.
"Selamat siang Pak Sabian," sapa Jenandra sambil menjabat tangan pria itu.
"Selamat siang juga Pak Jenandra, maaf membuat anda menunggu."
"Tidak apa-apa saya mengerti, ah iya perkenalkan ini Jemery sekretaris saya," ucap Jenandra, membuat Jemery memperkenalkan diri.
"Perkenalkan juga ini sekertaris sekaligus putri sulung saya, Athea."
Wanita itu mengangkat kepalanya, tepat saat itu Jenandra di buat kaget, sebab wanita itu adalah orang yang ia tabrak.
"Astaga cantik nya, Momy aku ketemu bidadari lagi."-Batin Jenandra, matanya tidak berkedip menatap orang di depannya itu.
Di sisi lain Athea sama-sama kaget, kenapa ia bertemu lagi dengan laki-laki yang menabrak sekaligus membuatnya bad mood.
"Kenapa harus ketemu lagi sihh." - Batin Athea.
Jujur saja ia kesal, tapi kalo boleh jujur ia sudah juga terpesona dengan tampang rupawan yang dimiliki oleh Jenandra. Sebelum pikirannya semakin pergi, Jenandra lebih dulu menyodorkan tangan, bermaksud memperkenalkan diri.
"Saya Jenandra," ucap Jenandra, Athea yang sadar pun membalas jabatan tangan Jenandra.
"Athea."
Setelah sesi perkenalan akhirnya mereka memulai acara rapat itu, Jenandra menjelaskan secara terperinci mengenai niat kerjasama itu yang tentunya dibantu oleh Jemery.
Sebenarnya jantung Jenandra sedari tadi berdetak tak karuan, di tatap oleh Athea membuatnya salah tingkah, tapi sebisa mungkin ia harus terlihat serius dan profesional.
Athea mendengarkan penjelasan Jenandra dengan fokus, namun di dalam hati Athea malah fokus pada wajah serius itu membuat wajah Jenandra terlihat berjuta kali lebih tampan.
Setelah waktu berlalu hampir dua jam, rapat kerjasama itu akhirnya selesai dengan kesepakatan yang membuahkan hasil.
Perusahaan Jenandra resmi bekerjasama dengan perusahaan milik Pak Sabian.
"Terima kasih atas waktunya Pak Sabian, saya harap kerjasama kita akan semakin terjalin dengan baik."
"Ya saya juga menunggu proyek-proyek yang ingin anda buat dapat terwujud. Saya pamit."
"Ehmm maaf Pak, apakah boleh saya berbicara dengan Athea sebentar," ucap Jenandra gugup membuat Pak Sabian menampilkan senyum simpulnya.
"Oh tentu boleh, Papi tunggu di mobil," ucap Pak Sabian lalu berlalu meninggalkan ruang rapat.
Tersisa Jenandra dan Athea, sedangkan Jemery tengah membereskan berkas-berkas di meja belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
[ Anagata👑 ]
JugendliteraturJenandra menuruni tangga sembari menenteng jasnya, dua kancing baju teratasnya di biarkan terbuka begitu saja. Dia tersenyum melihat Momy nya sedang memasak, dia juga sempat melirik Daddy nya yang tengah menikmati secangkir teh. Jenandra memeluk tub...
![[ Anagata👑 ]](https://img.wattpad.com/cover/353511510-64-k396652.jpg)