Jenandra mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata-rata, beberapa menit kemudian akhirnya dia sampai di depan rumah Athea.
"Mau nyari siapa mas?" Tanya seorang bodyguard yang tengah berjaga di depan gerbang.
"Eh saya mau cari Athea," ucap Jenandra.
"Nona Athea sedang tidak ada di rumah, beliau sedang menemani tuan Celvar, mereka sedang menemui klien," ucapan sang bodyguard, itu membuat Jenandra seketika menekuk wajahnya.
Jenandra lupa jika Athea tadi harus menemani ayah nya.
"Kalo gitu saya pamit pak, permisi." ucap Jenandra kepada beberapa bodyguard disana.
"Iya mas."
Dengan lesu Jenandra masuk kedalam mobil, lalu mengendarai mobil ke arah rumah nya sendiri. Setelah sampai di rumah nya, Jenandra langsung memarkirkan mobil di garasi dan masuk ke dalam rumah.
Seolah takdir tengah menertawakan nya, ia disambut dengan kemesraan Momy dan Daddy yang tengah berada di sofa ruang keluarga. Bagaimana Jenandra tidak iri, kini Momy tengah berada di pangkuan Daddy sambil sesekali melontarkan candaan satu sama lain. Ia tiba-tiba jadi teringat Athea, pasti perempuan itu sedang kesal pada nya karena masalah tadi di restoran.
"Jenandra pulang," ucap Jenandra, membuat Momy dna Daddy sadar bahwa putra tampan nya sudah pulang dengan keadaan lesu seperti tidak ada semangat hidup.
"Loh udah pulang lagi Jen?" Tanya Daddy Dovan
"Emang nya kenapa kalo udah pulang, aku ganggu acara mesra-mesraan kalian hah!" ketus Jenandra tanpa sebab dan langsung pergi meninggalkan kedua orang tua nya menekuk wajah heran.
"Itu anak kenapa sih, perasan tadi pas berangkat sumringah eh pulang nya kaya gitu" ucap Momy.
"Gak tahu, lagi haid kali," ucap Daddy Dovan menelusupkan kepalanya di perpotongan leher sang istri.
"Hush masa cowok haid....akh jangan di gigit!!" Momy memukul tangan Daddy saat di rasa suami nya itu malah menggigit leher nya, iya yakin pasti akan meninggalkan bekas.
"Kamu tuh kaya vampir aja, suka gigit leher aku terus." Keluh Momy membuat Daddy tertawa kecil.
Daddy mengeratkan pelukannya pada pinggang Momy, menatap dalam wanita yang telah menjadi teman hidup sekaligus ibu dari anak nya itu. Wajah yang masih terlihat awet muda, seperti masih berumur dua puluhan padahal anak mereka pun sudah berumur dua puluh tujuh tahun. Ia selalu saja terpesona akan perempuan yang kini berada di pangkuan nya, seolah terhipnotis untuk selalu bertekuk lutut mengaku kalah untuk sekedar menjauh dari jangkauan wanita nya.
"Kenapa sih?" Tanya Momy heran melihat Daddy yang menatap mata nya dalam, jujur saja sebenarnya ia merasa salah tingkah sekarang.
"Lagi natap pesona bidadari di depan aku," ucap Daddy tanpa melepaskan tatapan nya malah kini ia menatap Momy sambil tersenyum manis.
"Halah gombal banget bapak-bapak ini," ucap Momy ketus tapi pipi dan dan telinga nya seolah menunjukan bahwa sebenarnya ia tengah salah tingkah.
Sedangkan Daddy yang melihat pipi dan telinga istri nya memerah malah tertawa.
"Manis banget sih istri aku," ucap Daddy sambil mengecup seluruh permukaan wajah Momy.
"Udah malah cium-cium lagi, aku mau tanya.." ucap Momy menjauhkan wajahnya dari jangkauan Daddy.
"Mau tanya apa?" Tanya Daddy yang sekarang melihat wajah istri nya tengah serius.
"Kan kita tahu Jen udah mau tiga bulan deket sama Athea, tapi kok aku belum dengar ya dia udah pacaran atau belum nya."
"Iya, aku juga belum tahu."
"Tumben banget kan, biasanya kalo Jen deket sama cewek satu atau dua bulan juga pasti langsung ada kabar kalo dia udah pacaran, lah ini mau tiga bulan belum ada kabar apapun." Jelas Momy, pasalnya saat dengan Karina dan pacar-pacar sebelumnya pun pasti baru dekat Jenandra sudah berani mengajaknya berpacaran.
"Betul juga, mana ini lagi baru pulang malah ketus gitu, apa lagi berantem ya," ucap Daddy saat ingat kelakuan anak nya tadi.
"Tuh kan, apa kita cari tahu langsung?" Kata Momy seolah memberikan Daddy kode yang sudah ia hafal.
"Okey besok aku langsung tanyain ke Jemery." Ucap Daddy membuat Momy mengembangkan senyum bangga.
Sedangkan di sisi lain, tepat nya kamar Jenandra berada. Kini laki-laki itu tengah mengotak-atik ponsel nya. Mencoba menelpon dan memberi pesan pada Athea, tapi wanita itu tidak kunjung membalasnya.
"Ini Athea kemana sih, kok gak di bales mulu. Masti marah karena masalah karina tadi meluk gue." Kesalnya.
"Itu juga cowok siapa lagi, maen rangkul-rangkul pinggang bidadari gue," ucapnya saat mengingat laki-laki yang ia ketahui bernama Oliver.
Seketika rasa cemburu kembali melintas di hati nya, membuat mood Jenandra semakin memburuk.
Waktu terus saja berjalan hingga akhirnya hari berikutnya pun tiba.
Jenandra dengan segala keyakinan nya sudah siap untuk pergi ke rumah Athea lagi untuk menjelaskan masalah kemarin. Turun ke lantai bawah ia sudah disambut oleh beberapa pelayan yang tengah melakukan tugas nya.
"Morning son," sapa Daddy saat Jenandra sampai di ruang makan, Daddy nya kini sudah rapih dengan setelan jas nya, siap untuk berangkat ke kantor.
"Morning sayang nya Momy, loh udah rapi lagi katanya gak bakal ke kantor dulu," ucap Momy yang kini tengah menyimpan piring menu sarapan sebab bukan Momy yang memasak tapi pelayan, jadi ia hanya membantu memindahkannya.
"Morning juga Daddy, Momy."
Jenandra duduk di kursi nya seperti biasa, minum susu hangat di depan nya yang sudah disiapkan sang Momy.
"Aku emang nggak ke kantor. "
"Terus mau kemana? Makasih honey," ucap Daddy saat Momy mengisi piring nya dengan nasi goreng.
Momy hanya membalas dengan senyuman lalu mengisi piring Jenandra dengan nasi goreng juga, baru piring nya sendiri.
"Makasih Momy. Aku mau ke rumah Athea lagi," ucap Jenandra sambil mulai memakan sarapan nya.
"Ooh," Daddy menatap Momy yang duduk di samping nya, seolah sadar kode yang diberikan sang suami, Momy membalas tatapan itu lalu mengangguk.
"Jen selesai, berangkat duluan ya," ucap Jenandra saat ia menyelesaikan acara sarapan nya.
"Iya hati-hati di jalan nya," ucap Momy menasehati.
"Iya Momy sayang, Dad Jen duluan" ucapnya sambil mengecup pipi Momy.
"Iya hati-hati."
Setelah berpamitan Jenandra berjalan keluar dari rumah nya, di depan rumah nya sudah terparkir apik mobil nya dengan mobil Daddy. Setiap pagi di hari kerja memang bodyguard selalu menyiapkan mobil yang akan digunakan.
"Selamat pagi tuan muda," ucap beberapa bodyguard yang berada di sana.
"Pagi juga, kalian udah pada sarapan kan?" Tanya Jenandra
"Kami semua sudah sarapan tuan, ngomong-ngomong mobil tuan muda sudah kami siapkan jika ingin dipakai," jelas salah satu bodyguard itu.
"Iya, saya berangkat sekarang."
"Baik tuan muda."
Jenandra masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobil itu, mengendarai nya menuju rumah Athea. Mobil Jenandra membelah jalanan yang penuh dengan kendaraan sebab di pagi hari entah para orang-orang yang berangkat bekerja atau anak-anak yang berangkat ke sekolah nya.
✧・゚: *✧・゚:*
Makasih udah baca💙
KAMU SEDANG MEMBACA
[ Anagata👑 ]
Teen FictionJenandra menuruni tangga sembari menenteng jasnya, dua kancing baju teratasnya di biarkan terbuka begitu saja. Dia tersenyum melihat Momy nya sedang memasak, dia juga sempat melirik Daddy nya yang tengah menikmati secangkir teh. Jenandra memeluk tub...
![[ Anagata👑 ]](https://img.wattpad.com/cover/353511510-64-k396652.jpg)