Jenandra dan Daddy Dovan tengah fokus kepada layar TV yang menampilkan game, di sana mereka tengah bertarung melawan musuh.
"Jen itu Jen yang bener nembaknya ke sana jangan ke sini woy!!!" Teriak sang Daddy.
"Sabar Dad sabar ini Jen lagi mau nyiapin dulu senjatanya."
Mereka heboh dengan gamenya, sedangkan sang Momy tengah anteng memainkan ponsel miliknya sembari memakan popcorn yang tadi di buatkan oleh sang suami.
Dirinya tengah melihat brand yang sangat ia sukai, apalagi jika bukan 'Prada'. Di sana juga Modelnya cantik-cantik. Momy menyukai salah satu model brand tersebut, dia sedang menjadi pembicaraan yang panas akhir-akhir ini, karena memiliki tubuh yang bagus tentunya, wajah yang cantik, bahkan memiliki sikap yang baik.
Momy berangan jika model tersebut dapat dekat dengan anaknya dan menjadi menantunya tentu saja. Karena model bernama Yuki Tamara itu sangat pintar memasak, dia juga sepertinya seseorang yang dewasa tidak kekanak-kanakan seperti Karina, upss.
"Sayang.. Ayo tidur ini udah malem." Ucap sang suami kepada istrinya itu yang sangat asik dengan ponselnya sampai tak sadar bahwa waktu sudah menunjukan pukul 22.05 WIB.
"Ah iyaa..saking asiknya aku sampe lupa hehe, Jen ayo pergi ke kamar kamu!"
"Iyaa Mom." Jenandra menghampiri sang Momy, lalu mengecup pipi sang Momy dan sebelum beranjak pergi dari hadapan kedua orang tuanya Jenandera sampat menatap sang Daddy dengan wajah kesal miliknya, Daddy nya hanya terkekeh gemas melihat tingkah sang anak yang tidak pernah dewasa itu.
...
Semalaman Jenandra merasa perutnya gak sakit karena masakan sang Momy yang ekstrem? Ah entahlah, tapi dirinya memaksakan untuk tetap pergi ke kantor. Dirinya juga terpaksa berbohong kepada sang Momy, bahwa hari ini ada meeting yang sangat penting, padahal dirinya tidak mau sarapan dengan nasi goreng buatan Momy.
Bayangkan saja, tadi... Nasi goreng itu mengeluarkan bau gosong, potongan bawang daun yang berantakan, telur hanya ada yang merah entah bagaimana tidak ada warna putihnya, potongan sosis yang terlihat terlalu matang bahkan lebih ke gosong. Tapi... Daddy nya dengan setia memakan masakan sang Momy, Jenandra hanya tersenyum saja atas kebucinan dari bapak Dovan Bratadikara itu.
Karena hari ini sudah menjelang pukul 11.37, itu artinya waktu makan siang telah tiba. Kota Jakarta di landa macet yang tentu saja tidak bisa di hindari, Jenandra yang tadinya bersemangat akan makan di restoran favoritnya mendadak menjadi badmood karena sedari tadi mobil mewahnya itu tidak bergerak sama sekali.
Yaa sekitar tiga puluh menitan akhirnya Jenandra memutuskan untuk makan di foodcourt Mall Jakarta saja, dari pada harus pergi ke restoran favoritnya. Karena itu akan menempuh beberapa menit perjalanan lagi, Jenandra keburu malas karena macet yang tidak ada berhentinya, ditambah kini perutnya merasa sangatt sakitt.
Setelah sampai di Mall, semua mata tertuju padanya, ia tidak heran karena setiap ia kemana-mana pasti dia menjadi pusat perhatian. Biasanya tatapan mereka seakan 'Jenandra-lah orang yang paling tampan di tempat itu'. Tapi kali ini tetapan orang-orang sekitar menjadi beda, mereka terlihat khwatir melihat Jenandra.
Jenandra menghiraukan tatap semua orang terhadapnya, dia memesannya makanan yang ingin dia makan. Menunggu beberapa menit kemudian makanan pun sampai.
"Maaf Tuan tapi.. Apakah anda baik-baik saja?" tanya si pelayanan tersebut sembari menyerahkan makanan yang Jenandra pesan.
"Iya saya baik." tiga kata itu membuat pelayanan tersebut hanya bisa tersenyum tipis, pelayan tersebut membungkuk lalu pergi berlalu dari hadapan Jenandra.
Jenandra menikmati makanan tersebut, sepertinya lama.. Sekalii ia tidak menyantap makanan yang normal dimakan, ups maafkan Jenandra, Momy...
Jenandra merasakan perutnya sangat sakit ketika sedang makan, bukan.. Bukan ingin buang air besar, tapi.. Jenandra merasa perutnya sangat perih entah mengapa. Ia menghentikan acara memakan-makanannya itu, ia beralih memakan buah saja, tapi.. Sepertinya itu tidak bisa dilanjutkan lagi, karena sekarang perut Jenandra bertambah sakit.
Jenandra keluar dari Mall tersebut, ia akan pergi ke dokter untuk memeriksa keadaannya. Sesampainya di basement tepat di hadapan mobilnya, Jenandra memegang perutnya merasakan amat sakit di dalam sana, ia terduduk untuk menahan rasa sakit dan juga perih.
...
Di depan sana seorang wanita berparas cantik baru saja keluar dari mobil, ia berjalan dengan percaya diri, kacamata yang melekat di mata cantiknya itu, ia benarkan karena merasa posisinya tidak nyaman. Tapi.. Mata cantik itu menangkap seseorang yang tengah terduduk di hadapan mobil. Karena wanita cantik tersebut merasa kasihan ia segera berlari untuk menghampiri seseorang itu, tentu saja diikuti oleh para bodyguardnya.
Setelah sampai di hadapan seorang laki-laki itu, sang wanita cantik bertanya.
"Hey.. Kamu ngga apa-apa?" Tanyanya dengan nada khwatir, Jenandra yang mendengar itu segera mendongakkan kepalanya untuk menatap siapa orang yang mau bertanya kepadanya. Padahal sedari tadi tidak ada yang melewati basement tersebut. Dikarnakan basement tersebut hanya bisa dimasuki oleh orang khusus saja.
Pandangan Jenandra buram, dan seketika pandangannya menjadi gelap gulita.
Wanita tersebut tentu saja terkejut, ia segera menyuruh para bodyguardnya untuk membawa tubuh laki-laki tersebut. Setelah itu mereka membawa Jenandra ke rumah sakit.
...
Momy sedang berada di rumah sakit menemani sang suami yang sedang di perikasa di dalam ruangan, ia berdiri gelisah menatap ruangan tersebut takut jika suaminya kenapa-napa. Pandangan Momy beralih kearah pintu utama karena di sana terdengar keributan, ia yang penasaranpun menghampiri pintu utama tersebut.
Di sana ia melihat model cantik, model itu adalah Yuki Tamara dia adalah Model favoritnya. Tapi.. Momy mengalihkan atensinya kepada seseorang yang tengah di baringkan di blangkar dibantu juga oleh model cantik tersebut dan beberapa suster.
Betapa terkejutnya Momy melihat sang anak yang tengah di baringkan dan dibawa keruangan untuk di periksa dokter tentunya. Momy segera mengejar mereka dan mendekati blangkar Jenandra.
Jenandra di bawa keruangan, Yuki dan juga Momy disuruh menunggu diluar oleh suster.
"Maaf Tante.., sebelumnya anda siapa yaa?" tanya Yuki dengan nada yang sangat sopan, Momy mengalihkan atensinya dari ruangan Jenandra untuk menganatap model cantik dihadapannya ini.
"Ah saya ibu Jenandra, tadi itu anak saya. Oh iyaa.. Gimana ceritanya kamu ketemu anak saya?"
"Ahh itu anak anda, iyaa jadi--" Yuki menceritakan tentang ia menemukan Jenandra sedang tergeletak lemas di basement Mall Jakarta.
"Jadi gitu.." ucapnya
"Makasih banyak ya.., benar kata orang kamu memang sangat baik."
"Ah iyaa.., Ternyata Tante sudah mengenal saya yaa.." ucap Yuki yang menundukan kepalanya merasa malu.
"Siapa yang ngga kenal kamu coba." Momy tersenyum melihat tingkah Yuki.
"Ehh iyaa saya lupa, saya meninggalkan suami saya." setelah mengatakan itu Momy buru-buru pergi dari hadapan Yuki. Yuki yang melihat itu hanya dapat menatap kepergian Momy dengan tatapan heran.
Daddy Dovan juga kerumah sakit, sakit apa ya?
・゚: *✧・゚:*
Makasih udah baca💙
KAMU SEDANG MEMBACA
[ Anagata👑 ]
Teen FictionJenandra menuruni tangga sembari menenteng jasnya, dua kancing baju teratasnya di biarkan terbuka begitu saja. Dia tersenyum melihat Momy nya sedang memasak, dia juga sempat melirik Daddy nya yang tengah menikmati secangkir teh. Jenandra memeluk tub...
![[ Anagata👑 ]](https://img.wattpad.com/cover/353511510-64-k396652.jpg)