31

87 3 0
                                        

"Sebenernya yang ngebuat Drion luka itu adalah Jenandra."

"Lohh?! Kenapa?!"

Suasana di ruangan itu mendadak menjadi hening.

Jenandra pun menceritakan kronologi yang terjadi kepada calon Mama mertuanya itu, setelah selesai menceritakan hal tersebut. Tentu saja nyonya Chelvar itu tertawa mendengarkan cerita dari ketiga anak itu.

Drion di sana sudah memajukan bibirnya sebal kepada sang Mama, bukannya mengelus kepalanya malah memukul lengannya dengan sedikit keras sambil tertawa mendengarkan cerita Jenandra. Athea lun ikut tertawa tentunya.


"Aduh kalian ini emang ada-ada aja yaa.., Mama sampe cape ketawa gini." kata Mama.

Jenandra hanya tersenyum kikuk, dia merasa sangat malu. Athea yang melihat tingkah sang kekasih hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.

"S-sekali lagi Jenandra minta maaf ya Mah, maaf juga ya Dion."

"Iya kak santai aja."

"Ekhm ekhm," suara dehaman itu mengalihkan atensi kepada seseorang yang tengah menatap mereka secara bergantian.

"Seru banget ya ceritanya sampe-sampe Papa pulang aja nggak ada yang nyambut dan nggak ada yang peka." Ucap kepala keluarga Chelvar dengan nada yang di buat seakan-akan beliau marah.

Dengan segera Athea menghampiri sang Papa dan pergi memeluknya.

"Ihh Papa ngambek nihh nggak seru." Ucap Athea manja sembari memeluk tubuh sang Papa, tentu saja Papa nya itu mengelus rambut sang anak kesayangannya.

"Pah.." Ucap Jenandra menyapa calon mertuanya itu dengan memberikan senyuman tampan miliknya.

"Jen.." Jawab Papa membalas sapaan Jenandra.

Setelah itu Papa melangkah pergi dari sana untuk membersihkan badannya terlebih, lalu dahulu disususl oleh sang Mama.

Setelah itu tak lama kemudian Jenandra pamit untuk pulang.

"Sayang aku pulang dulu ya soalnya udah malem ini." Ucap Jenandra yang kini tengah mengelus rambut cantik milik Athea, Athea menatap mata Jenandra dengan tatapan mata yang membinar.

"Kamu mau pulang ya?" Tanyanya sembari memajukan bibir cantiknya itu, membuat Jenandra tertawa gemas melihat kelakuan sang kekasih.

"Iyaa.. Boleh ya? Besok mau aku jemput?" Tanya Jenandra dengan nada sehalus mungkin ditambah dengan senyuman indah miliknya, membuat Athea berdebar tak karuan.

"Nggak usahh aku mau berangkat bereng Papa aja." Jawab Athea.

"Nyamuk gini ya nasib gue, Tuhan." Ucap Drion yang matanya tetap fokus kepada layar TV.

"Makannya nyari pacar Di." Ucap Athea, Jenandra terkekeh. Sedangkan Drion memutar bola matanya malas mendengarkan ocehan tak jelas milik kakanya itu.

"Diem kak, gue lagi ngomong sama Tuhan. Bukan sama orang yang pacaran."

Athea dan Jenandra yang mendengarkan hal itu hanya dapat terkekeh, kini Athea mengantarkan Jenandra sampai ke depan pintu.

[ Anagata👑 ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang