"Tuhkan Momy udah bilang, jangan lembur terus mana telat makan, kopi aja kopi yang terus di minumnya. Ginjal kamu rusak baru tau rasa!!"
Pagi-pagi sekali keadaan meja makan keluarga Bratadikara sudah di isi dengan omelan dari sang nyonya besar. Sebab Jenandra yang sakit akibat lembur 2 malam terakhir.
"Disuruh makan malah gak mau, kerja gak mau istirahat, baru kerasakan sakitnya sekarang?!" omel Momy pada Jenandra yang tengah duduk di kursinya dengan wajah pucat.
"Udah honey sabar," ucap Daddy mengelus punggung sang istri bermaksud menenangkan.
"Jen nya sih gak bisa di bilangin, anak kamu tuh," ketus Momy pada Daddy lalu berlalu pergi menuju dapur.
Daddy duduk di kursi samping Jenandra, lalu menempelkan tangannya di atas kening laki-laki itu. "Panas banget Jen, ke rumah sakit aja ya," ucap Daddy khawatir.
"Nggak, aku gak mau ke rumah sakit, kuat kok cuma pusing dikit aja," ucap Jenandra sebisa mungkin tersenyum pada Daddy Dovan.
Beberapa saat kemudian, Momy berjalan dari arah dapur sambil membawa segelas minuman, entah minuman apa itu. "Nih minum," ucap Momy singkat sambil menyimpan gelas itu di depan Jenandra.
"Ini minuman apa Mom?" Tanya Jenandra heran sebab baru pertama kali melihat minuman seperti jus tapi dari baunya bukan.
"Ini tuh obat turun temurun tahu, supaya kamu bisa sembuh kalo emang gak mau ke dokter," penjelasan Momy seketika membuat Daddy menatap minuman itu horor.
Daddy ingat, minuman itu adalah obat yang juga pernah dirinya minum dulu, memang sih sakit nya langsung sembuh, tapi cukup sekali saja ia berani meminum obat dengan rasa mengerikan itu.
Tanpa pikir panjang Jenandra memegang gelas itu dan mulai meminum nya tanpa rasa curiga. Baru saja seteguk, seketika rasa aneh menyebar di mulutnya. Rasa pahit, manis,dan amis bersatu menjadi rasa yang tidak bisa ia bayangkan, bahkan lebih aneh dari pada rasa obat dari dokter. Seketika rasa mual muncul.
"Jangan pernah berani nge muntahin minuman itu kalo kamu gak mau Momy marah!" ucap Momy tajam saat melihat Jenandra yang ingin muntah.
"Mom..." lirih Jenandra dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. Jujur saja ia tidak sanggup menelan minuman ini.
Daddy yang melihat anak nya merasa prihatin, tapi mau bagaimana lagi ia tidak mau istrinya ikut marah padanya.
"Gak, kamu minum sampe abis!!" galak Momy sambil mendekati Jenandra dan ikut memegang gelas yang anaknya genggam.
"Minum obat nya, biar kamu sembuh..." ucap Momy lagi, mau tak mau Jenandra meminum habis obat itu.
"Anak Momy pinter. Udah jangan nangis nanti langsung sembuh kok," ucap Momy mengelus surai Jenandra yang kini langsung menangis.
"Ini minum," ucap Daddy menyerahkan segelas air putih pada Jenandra.
Jenandra langsung mengambil gelas itu dan meneguk air hingga habis. Momy menghapus sisa-sisa air mata yang berada di pipi Jenandra dengan tisu.
"Itu isinya apa sih Mom?" Tanya Jenandra.
"Itu tuh isinya, pare mentah, brokoli mentah, wortel mentah terus semua itu di jus, ditambah telur bebek sama madu," bukan Momy yang menjawab tapi Daddy, membuat Jenandra terkejut mendengar isi dari minuman yang barusan ia minum.
KAMU SEDANG MEMBACA
[ Anagata👑 ]
Teen FictionJenandra menuruni tangga sembari menenteng jasnya, dua kancing baju teratasnya di biarkan terbuka begitu saja. Dia tersenyum melihat Momy nya sedang memasak, dia juga sempat melirik Daddy nya yang tengah menikmati secangkir teh. Jenandra memeluk tub...
![[ Anagata👑 ]](https://img.wattpad.com/cover/353511510-64-k396652.jpg)