06

283 84 1
                                        

"Bukan Jen, Momy kamu cuman cemburu sama tukang buburnya, katanya si mbak yang jualan bubur itu selingkuhan Daddy."

"Hah? Kok bisa sih Mom?" Seketika otak cerdas milik Jenandra menjadi susah mencerna perkataan sang Daddy.

"Dih itu kan emang selingkuhan kamu." Ucap Momy sembari mendelikkan matanya dan kini lengannya sudah mengambil box ayam tersebut. "Kamu tau Jen, Daddy kamu ini setiap pagi sama sore pasti beli bubur di sana, dia bukan suka buburnya tapi suka sama yang jualannya. PASTI!!" Momy menekan katanya, Daddy hanya tertawa mendengarkan ucapan sang istri, dia mendekatkan dirinya lalu mencium rambut sang istri.

"Dad Beneran?!!" Tanya Jenandra, mendengar hal tersebut membuat Jenandra naik pitam.

"Aduh Jen.. Kamu ini sama aja kaya Momy kamu, gimana Daddy mau jadiin si mbak tukang bubur itu selingkuhan kalo Daddy punya yang lebih cantik di rumah."

Wajah Momy memang terlihat flats datar, tapi.. Kini pipinya memerah menahan malu.

"Lagian Jen.. Mana mungkin Daddy selingkuh dari Momy kamu, Momy kamu cuman cemburu aja.." ucap Daddy Dovan sembari mengelus rambut sang istri, lalu lengannya beralih untuk membantu sang istri mengambil potongan ayam tersebut.

"Udah ah aku mau makan," ucap Momy sembari mengambil potongan ayam tersebut dari lengan sang suami. Sang suami dan sang anak hanya terkekeh melihat itu.

.....

Kini hari Senin pagi seorang laki-laki tampan tengah bercermin, dia membenarkan kancing lengannya, lalu memakai dasi miliknya. Jas nya dia sampaikan di lengan kiri lalu lengan kanannya membawa tas yang berisikan laptop. Dia menyemprotkan parfum mahal miliknya, setelah selesai ia keluar, menuruni tangga dan berjalan menuju meja makan menghampiri kedua orang tuanya.

"Pagi Mom, Dad." Sapanya.

"Aduhh anak Momy kalo udah kaya gini keliatan udah dewasa bangett.." Ucap Momy kagum melihat sang anak.

"Kayanya udah siap nikah nih.." Goda sang Daddy, membuatnya meringis mengingat cukup banyak perempuan yang ia tolak, dan Momy nya tolak tentunya.

Sarapan kali ini tidak aneh upss, Momy nya tidak memasak karena.. Di atas meja makan itu hanya ada potongan buah, roti dan selai lalu cangkir kopi di hadapan Daddy nya, cangkir susu coklat di hadapannya, dan terakhir cangkir teh di hadapan Momy nya. Mereka menikmati sarapannya kali ini.

"Mas.. Nanti kamu mau aku bawain makan siang? Tenang aja aku bakalan beli ko," ucap Momy yang tengah mengulas selai diatas rotinya.

"Ah aku lebih suka kamu yang masak," ucap Daddy.

"Nanti kamu sakit perut lagi kaya waktu itu, aku gak mau."

"Tapi aku mau masakan kamu, kalo kamu nggak mau masak yaudah jangan bawa makan siang nya." Ucap Daddy, lantas laki-laki itu segera bangkit dari duduknya, Jenandra hanya terdiam menatap interaksi dua orang tuanya itu.

Daddy mencium kening Momy, lalu Jenandra pun bangkit karena dirinya sudah selesai sarapan. Mereka diantarkan sampai di depan halaman Mansion.

"Hati-hati dijalan jangan pada ngebut." Ucap Momy, keduanya mengangguk. Daddy kembali mengecup kening sang istri, Jenandra pun mengecup kening dan pipi sang ibu. Lalu keduanya pergi dari hadapan Momy.

[ Anagata👑 ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang