Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

|1|

5.4K 196 16
                                        

~••★★••~

Yibo berjalan menuju ruangan Zhan berada. Ia mengetuk perlahan namun tak ada jawaban, lalu ia mencoba membuka pintu ruangan tersebut dan benar saja pintu itu tidak terkunci, ia melihat sekeliling ruangan tidak ada siapapun, ia menutup kembali ruangannya dan mencoba menelepon Zhan. Namun Zhan tidak menjawab telepon tersebut.

Yibo terus mencobanya berkali-kali namun hasilnya tetaplah nihil, tidak ada jawaban dari Zhan. Yibo merasa khawatir dimana Zhan berada dan Yibo berlari keluar gedung tersebut menuju parkiran mobil nya berniat ingin menghampiri Apartemen Zhan.

Mata Yibo terlihat berkaca-kaca hampir menangis saat berlari dan kini ia telah tiba di parkiran, di sana rasa khawatir Yibo mendadak hilang karena ia melihat Zhan tengah bermain dengan seekor Anjing.

Yibo berlari ke arah Zhan dan langsung memeluk erat Zhan tanpa mengeluarkan sepatah katapun yang membuat Zhan kebingungan.

"Yibo kamu kena-"

"ZHAN! Aku mencari mu dimana-mana dan aku berfikir kamu hilang entah kemana, tapi ternyata kamu bermain dengan anjing di sini, apa kamu tidak tau aku begitu khawatir? aku menelepon mu berkali-kali namun kamu tidak menjawabnya, aku cemas kamu tau? aku sudah bilang kamu bisa menungguku diruanganmu lalu kenapa kamu pergi?" Sela Yibo memotong pertanyaan yang akan dilontarkan oleh Zhan dengan menaikkan nada bicaranya kepada Zhan, namun hal itu dikarenakan ia khawatir terhadap Zhan.

"Yibo? kamu membentak ku?" Terlihat mata Zhan berlinang air mata ingin menangis.

"sayang.... tidak seperti itu" ucap Yibo dengan nada lembut dan menggandeng tangan Zhan membawanya ke mobil, membukakan pintu dan Zhan pun duduk didalamnya.

Kini mereka berdua berada di dalam mobil, dengan Zhan yang masih sedikit menangis seperti anak kecil, sedangkan Yibo merasa bersalah karena sudah membentak Zhan terlalu banyak.

"Zhan.... Maafkan aku, aku begitu karena mengkhawatirkan dirimu, dan tadi aku tidak bisa mengkontrol emosi ku, maaf" ucap Yibo lembut dengan memegang kedua pundak Zhan berusaha meyakinkan.

Tidak menerima jawaban dari Zhan yang masih menangis, Yibo langsung memeluk Zhan kembali sembari mengusap kepala Zhan lembut. Disitu lah Zhan memecahkan tangisnya.

"Huaaaaaa..... Hic..... Hic...... Hic......" Zhan menangis di pelukan hangat milik Yibo. Sedangkan Yibo ia tertawa kecil diam-diam karena melihat tingkah laku kekasihnya yang menggemaskan itu.

"Hahaha.... Sudah-sudah maafkan aku hm?" Bujuk Yibo dengan masih sedikit tertawa.

"kamu tertawa?" Zhan melepaskan pelukan tersebut dan memalingkan wajahnya dari Yibo yang menandakan ia tengah marah.

"Kamu terlalu lucu Zhan.... Jangan ngambek seperti itu, kamu mau apa?" Bujuk Yibo supaya Zhan tak lagi marah padanya.

"Aku mau ciuman" Goda Zhan pada Yibo

"Tidak sekarang" tolak Yibo mentah-mentah

"Yibo?? ini tidak adil, 3 bulan lalu kamu menciumku, tapi itu tidak menyentuh sama sekali. Tanganmu menghalanginya" omel Zhan yang merasa tidak terima.

Yibo hanya tersenyum lalu menancapkan gas mobilnya bergegas pulang menuju Apartemen milik Zhan.

Sesampainya di parkiran apartemen milik Zhan, mereka berdua turun dari mobil dengan Yibo yang menggandeng tangan Zhan, mereka berdua berjalan dengan senyuman di bibirnya tanpa adanya komunikasi, hal tersebut sudah terwakili oleh senyuman yang kini terpancar di wajah tampan milik Zhan dan Yibo.
Yibo merasa sangat bahagia karena ia akhirnya dapat menjadikan Zhan sebagai kekasihnya, tanpa di sangka-sangka hubungan mereka sudah berjalan 5 bulan.

The End Of Us Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang