novel STEPDAD OBSESSION sedang open PO!! kamu yang suka kisahnya christof bersama shopia, ayok pesan sekarang!!
jangan sampai ketinggalan ya! saya berani jamin kamu tidak akan menyesal membeli karya-karya berbayar milik saya :D
***
"Tidak usah kamu khawatir tentang Shopia, Hannah. Dia baik-baik saja. Aku merawatnya sudah seperti merawat anakku sendiri," ucap Christof kepada istrinya yang saat ini terbaring di atas brankar rumah sakit dengan jarum infus menancap di lipatan antara lengan atas dan bawah.
"Kamu percaya kepadaku bukan?" tanya Christof-berusaha meyakinkan Hannah yang baru saja ia suapi bubur ayam yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit beberapa menit lalu sebelum dirinya datang menjenguk.
Hannah memilih untuk tidak menjawab. Iris mata coklat milik suaminya tersebut memang teduh memandang. Namun, isi hati dan pikirannya sangat berbanding terbalik dengan tatapan teduh serta senyuman simpulnya yang sering pria dewasa itu tunjukkan.
Jauh di lubuk hati yang paling dalam, terdapat rasa penyesalan yang perlahan-lahan membesar seolah akan membelenggu benak. Hannah memang mencintai Christof, begitu pula sebaliknya. Hanya saja semakin dalam Hannah menjatuhkan perasaan kepadanya, rasa sakit yang ia terima juga semakin besar.
"T-tolong Christof ...." Hannah memohon dengan suara lemah.
Christof yang fokus kepada mangkuk bubur ayam yang berada di tangannya lantas menoleh. Mengernyitkan dahi halus tatkala mendengar perkataan lirih dari istrinya tersebut.
"Hm?" Alis kiri pria dewasa tersebut terangkat.
Hannah menggeleng dengan tatapan intens. Sorot pandang matanya begitu jelas memohon. Perempuan tersebut memiliki iris bola mata terang. Christof dapat melihat jelas pantulan dirinya sendiri berada di sana.
Kepala Christof turun; menunduk menatap pergelangan tangannya yang dipegang oleh Hannah. Satu hal yang dirasakan oleh Christof ialah rasa hangat dari telapak tangan istrinya tersebut.
"Kenapa, Hannah? Bilang kepadaku ada apa? Apa yang kamu rasakan?" tanya Christof seraya mengusap lembut punggung tangan perempuan tersebut. Pandangannya memancarjan kekhawatiran.
Satu butir air mata tiba-tiba saja jatuh dari pelupuk mata Hannah. Ibu jari Christof yang terasa dingin tampak mengusap air mata tersebut. Menaruh mangkuk bubur ayam di atas meja kecil yang tepat di samping brankar.
Posisi duduknya lebih mendekat. Membungkuk; mengusap rambut coklat gelap milik Hannah yang terasa lembut di telapak tangan. Aroma vanilla menyeruak; menusuk indera penciuman.
"Kenapa, Sayang? Hm? Kamu merasakan rasa sakit di mana? Mau aku panggilkan dokter?"
"S-Shopia ...."
Christof mengangguk. "Tentu. Nanti aku ajak Shopia menjengukmu ya. Dia memang sedang disibukkan oleh tugas kuliahnya. Jika ada waktu luang nanti aku ajak Shopia ke sini."
Hannah terdiam. Ditatap begitu dalam oleh Christof memang memabukkan. Lebih memabukkan lagi perhatian yang selalu pria dewasa itu berikan. Namun, Hannah tampaknya terlalu terbuai sampai ia tidak menyadari 'bahaya' yang selalu membelenggu benak suaminya tersebut.
Sepasang air mata kembali mengalir membasahi kedua pipi Hannah.
"Hannah. Aku mengerti. Kamu jangan menangis. Aku tidak tega melihatmu menangis. Besok aku usahakan ajak Shopia ke sini ya. Sudah jangan menangis. Aku jadi ingin menangis juga ketika melihatmu menangis."
Christof kembali mengusap air mata istrinya menggunakan ibu jari yang kini terasa lebih hangat dari sebelumnya. Tangannya terangkat; mengusap lembut surai Hannah lalu mencium keningnya untuk beberapa saat.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐒𝐓𝐄𝐏𝐃𝐀𝐃 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍
Teen Fictionᵎᵎ mature content! ᵎᵎ an age gap romance adult book! Semenjak Hannah masuk rumah sakit, perlakuan Christof berubah 180 derajat terhadap anak tirinya. Rasa kasih sayang sebagai ayah sambung perlahan berubah. Rasa takut kehilangan serta ingin mem...
