novel STEPDAD OBSESSION sedang open PO!! kamu yang suka kisahnya christof bersama shopia, ayok pesan sekarang!!
jangan sampai ketinggalan ya! saya berani jamin kamu tidak akan menyesal membeli karya-karya berbayar milik saya :D
***
“Sayang?”
“Iya Dad?”
Christof mengulas senyum kepada Shopia yang berada di hadapannya. Malam ini keduanya sedang menikmati makan malam. Tak sempat memasak jadi pria dewasa itu membeli makanan yang sudah siap di santap dari luar.
“Daddy mau bilang terima kasih kepada kamu karena kamu sudah mau berinteraksi bersama Daddy untuk seharian ini,” ujarnya dengan perasaan berkecamuk. Senang dan terharu. Sorot pandangnya tak bisa berbohong.
“Daddy tidak tahu apakah kamu hari ini mood-nya sedang bagus karena setelah Daddy bilang Daddy akan menjenguk Mama kamu, kamu berubah menjadi hangat kepada Daddy. Kamu mau berbicara banyak kepada Daddy ....”
Shopia terdiam. Meratapi apa yang terjadi hari ini. Entahlah dirinya juga bingung kenapa mau banyak berinteraksi dengan Christof setelah tahu bagaimana sifat asli dari Papa tirinya tersebut. Terlebih kemarin lalu puncaknya di mana pria dewasa itu menidurinya.
Christof mengusap air mata yang tiba-tiba saja jatuh membasahi pipi.
“Daddy tahu Daddy banyak salah tapi Daddy juga ingin ditanya oleh kamu. Paling tidak kamu memanggil Daddy saja Daddy sudah sangat merasa sangat Shopia. Selama ini Daddy yang memulai percakapan denganmu itu pun kamu hanya membalasnya seadanya. Sangat singkat dan seperlunya.”
Remaja berusia sembilan belas tahun itu terdiam menatap Papa tirinya yang terus mengusap air mata yang lagi-lagi jatuh membasahi kedua pipi.
“Daddy sangat ingin kamu menerima kehadiran Daddy di dalam hidup kamu. Menerima Daddy sebagai orang tua kamu. Sebagai orang yang selalu kamu kabari jika kamu kenapa-kenapa. Dad—”
Christof tercekat oleh isak tangisnya sendiri.
“Daddy hanya berharap jika hari ini waktunya tidak cepat berlalu. Daddy tidak mau kehilangan kamu yang seperti seharian ini. Kamu yang mau berinteraksi dengan Daddy.”
Christof memang jujur dalam penuturan katanya. Tak ada yang dibuat-buat dan tidak ada kebohongan di dalamnya. Benar-benar pure dari hati. Dirinya kembali mengusap air mata yang lagi-lagi jatuh tanpa dikomandoi.
“Tapi kembali lagi kepada kamu Shopia. Jika besok kamu mau kembali seperti biasa, berbicara kepada Daddy hanya seperlunya saja, Daddy tidak akan keberatan meskipun Daddy berharap kedepanya kamu seperti seharian ini kepada Daddy.”
“I-iya Dad,” jawab Shopia tiba-tiba saja gugup; ragu.
Papa tirinya itu mengulas senyum.
"Owh iya hampir saja Daddy lupa. Mama kamu titip surat untuk kamu. Mama kamu berharap kamu membalas suratnya. Ini,” ujarnya seraya memberikan secarik kertas yang terlipat dari dalam celana.
“M-mama memberiku surat?” tanya Shopia tidak percaya. Tangannya gemetar entah kenapa.
“Iya Sayang Daddy dititipi itu oleh Mama kamu,” jawab Christof yang membuat Shopia cepat-cepat membuka lipatan kertas tersebut.
Ini mama sayang. Mama rindu sekali kepada kamu. Kapan kamu menjenguk Mama di sini? Mama rindu sekali dengan kamu Shopia.
Mama di sini sudah lebih baik. Jaga diri kamu baik-baik ya. Patuhi Daddy kamu. Jangan melawan karena Daddy kamu itu orang tua kamu.
Ini mungkin aneh tapi selama mama belum pulang ke rumah, jika Daddy kamu meminta kamu membuatkan kopi atau teh di pagi hari tolong buatkan ya, hanya untuk sesekali saja tidak usah melakukannya jika tidak diminta.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐒𝐓𝐄𝐏𝐃𝐀𝐃 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍
Fiksi Remajaᵎᵎ mature content! ᵎᵎ an age gap romance adult book! Semenjak Hannah masuk rumah sakit, perlakuan Christof berubah 180 derajat terhadap anak tirinya. Rasa kasih sayang sebagai ayah sambung perlahan berubah. Rasa takut kehilangan serta ingin mem...
