novel STEPDAD OBSESSION sedang open PO!! kamu yang suka kisahnya christof bersama shopia, ayok pesan sekarang!!
jangan sampai ketinggalan ya! saya berani jamin kamu tidak akan menyesal membeli karya-karya berbayar milik saya :D
***
Shopia mengerjap bersamaan dengan dirinya menoleh ke arah pintu yang sudah tertutup rapat. Ia mengusap air mata yang membasahi kedua pipi. Berusaha menghapus jejak sebab akibat dari perlakuan Christof yang mulai di luar batas wajar dari seorang Papa kepada anak perempuan remajanya.
"Kemari Daddy bantu," ucap Christof seraya menangkup kedua pipi Shopia. Diusapnya lembut kedua pipi tersebut. Rasa hangat dari telapak tangan ayah tirinya itu Shopia rasakan. Remaja tersebut mengusap mata agar semakin hilang air matanya.
Christof mengambil langkah untuk ke arah pintu. Memutar kunci lalu membukanya. Seorang remaja di hadapannya yang hendak mengetuk lantas urung karena bersamaan dengan pintu di hadapannya yang terbuka.
"Eh? Om Chris?" Nancy mengerjap. Menatap pria berusia dua puluh empat tahun di hadapannya dengan kerutan halus di dahi. "Om Chris di sini? Mengantar Shopia?"
"Shopia menghubungi saya katanya mata dia perih jadi saya cepat-cepat ke sini," jawab Christof beralibi. Ia tahu jika Nancy memang tidak seperti Irina. Dirinya selalu waspada jika berhadapan dengan remaja berambut pirang tersebut.
Christof tidak sengaja menguping pembicaraan Shopia, Irina dan Nancy waktu mereka kerja kelompok waktu dirinya menyiapkan makanan. Nancy bilang jika dirinya sudah melaporkan perilaku Mamanya yang berselingkuh dengan ayah temannya kepada Papanya.
Dari sana Christof sedikit menjaga jarak bersama Nancy karena ia sadar jika Nancy bisa saja menyebar luaskan perihal dirinya yang meniduri Shopia. Christof tidak masalah sebenarnya jika memang semua orang tahu karena perlakuannya tidak merugikan orang lain ditambah juga Shopia yang memang sudah masuk batas wajar untuk bercinta di usia sembilan belas tahun.
Pria dewasa itu tidak mau berurusan bersama orang asing hanya untuk sesuatu hal yang tidak merugikan orang banyak.
"Shopia. Kemari, Sayang," ucap Christof seraya menoleh; menyuruh anak tirinya itu untuk mendekat.
Nancy sedikit mencondongkan tubuh ke arah depan. Berusaha melihat Shopia yang berada di dalam. Nancy melambaikan tangan ke arah temannya itu begitu Shopia mendekat lalu berdiri di samping Christof.
"Daddy kembali ke Dublin's University ya. Kamu jaga diri baik-baik di sini," ucapnya seraya mendekap tubuh mungil remaja tersebut yang tingginya hanya sebatas dada.
"Pulangnya mau Daddy jemput tidak?"
"Tidak usah. Aku bisa pulang sendiri seperti biasa." Shopia menjawab cepat. Berusaha untuk menghindari pertukaran pandang bersama pria dewasa di hadapannya yang saat ini sudah menatapnya lekat.
"Iya sudah langsung pulang. Jangan main dulu. Daddy tahu kamu sudah keluar kelas tapi kamu tidak langsung pulang. Mulai hari ini jangan melakukan hal itu lagi. Daddy tidak suka," kata Christof yang berhasil membuat Shopia menoleh ke arahnya dengan tatapan terkejut.
Bahkan Nancy saja yang hanya menyimak ikut terkejut mendengarnya. Pasalnya Shopia dan dirinya bersama Irina juga sering menghabiskan waktu di kantin atau di kamar asrama Irina setelah kelas terakhir berakhir. Bagaimana bisa Christof mengetahui hal tersebut di saat Shopia tak memberi pria dewasa tersebut jika dirinya memutuskan untuk tidak langsung pulang?
"Kamu. Nancy. Jangan membahas pria bersama Shopia. Saya belum mengizinkan Shopia untuk mengenal pria. Apalagi sampai menjalin hubungan. Saya akan menghajar pria yang menjadi pacarnya Shopia," tutur Christof seraya menyatukan kepalan tangan kanan dengan telapak tangan kirinya sampai menimbulkan bunyi khas nyaring.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐒𝐓𝐄𝐏𝐃𝐀𝐃 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍
Jugendliteraturᵎᵎ mature content! ᵎᵎ an age gap romance adult book! Semenjak Hannah masuk rumah sakit, perlakuan Christof berubah 180 derajat terhadap anak tirinya. Rasa kasih sayang sebagai ayah sambung perlahan berubah. Rasa takut kehilangan serta ingin mem...
