CHAPTER 04 + PO

49.5K 277 1
                                        

novel STEPDAD OBSESSION sedang open PO!! kamu yang suka kisahnya christof bersama shopia, ayok pesan sekarang!!

jangan sampai ketinggalan ya! saya berani jamin kamu tidak akan menyesal membeli karya-karya berbayar milik saya :D

***

Christop menuangkan satu gelas susu vanila ke dalam mangkuk sereal yang berada di hadapan Shopia. Pandangnya sesekali mencuri; melirik anak tirinya itu yang tak banyak bicara dengan pandangan kosong entah menatap apa.

Setelah malam tadi dilewati penuh keringat, Shopia tak kunjung bicara sampai pagi hari ini. Christof menyadari jika dirinya lah alasan dibalik Shopia menjadi pendiam untuk saat ini. Dirinya telah mengambil langkah salah.

"Sayang?" panggil Christof seraya mengusap rambut coklat yang tergerai milik Shopia. Lembut. Aroma strawberry menguar di udara menusuk indera penciuman.

Shopia menghindar. Tampak sekali tak ingin ada interaksi sedikit pun dengan ayah tirinya tersebut. Namun, bukan Christoffer Tiffin namanya jika menolak penolakan akan langsung menyerah.

Pria dewasa itu membungkuk. Mensejajarkan wajah dengan kuping perempuan muda tersebut. Bahu Shopia diusap hangat meskipun fokusnya berantakan karena merasakan tali bra yang begitu menjiplak di balik pakaian yang dikenakan anak tirinya saat ini.

"Sarapan dulu. Daddy sudah siapkan sereal kesukaan kamu," ujarnya yang membuat Shopia menggeser kursi. Menjauh dari Christof.

"Ok." Pria dewasa itu mengangkat kedua tangan. "Daddy akan memberikanmu waktu, tapi sekarang habiskan dulu sarapan kamu. Daddy akan pulang sore hari ini. Jadwal mengajar Daddy di kampus cukup banyak."

Shopia tak mengindahkan ketika ayah tirinya itu berjalan menuju kursi yang biasa ditempati tepat di hadapannya. Menatap sekilas rupa pria tersebut yang sudah menidurinya tadi malam. Gagah memang di usianya yang sudah empat puluh dua tahun.

Garis rahangnya yang tegas. Tatapan mata yang tajam. Lengan kekar. Tubuh atletis dan tegap tinggi memang menyempurnakan sosoknya. Terlebih mengenakan kemeja yang begitu menjiplak tubuh semakin memperlihatkan Christof seperti seorang sugar daddy.

Shopia menarik sendok di dalam mangkuk. Mengaduk sereal tersebut lalu menyuapkannya ke dalam mulut. Tidak begitu buruk, semenjak Hannah masuk rumah sakit Christof memang mengurusnya. Tak ada yang berubah. Sering mengantar jemput dan memasak untuk makan malam.

Hanya perlakuan physical touch yang pria dewasa itu berikan terlalu berlebihan. Bermula hanya menyentuh, mengusap, memeluk berlanjut ke ciuman sampai puncaknya malam tadi di mana Christof mendapatkan apa yang selama ini ia pendam.

Ponsel Shopia yang berdering di atas meja membuat Christof menoleh lalu mengambilnya lebih dulu dari sang pemilik. Menatap panggilan masuk dari Irina. Christof memberikan benda pipih tersebut kepada Shopia yang sudah menatapnya dengan ekspresi datar.

Christof hanya tahu dua teman Shopia yaitu Nancy dan Irina. Keduanya pernah mampir untuk mengerjakan tugas kuliah bersama-sama. Karena dirinya sendiri merupakan seorang dosen dan kebetulan tugas kelompok yang Shopia dapatkan memang bidangnya alhasil Christof membantu mengerjakan sampai detail yang membuat Nancy dan Irina cukup terkejut karena dosen yang mengajar di kampusnya mengajar tak sedetail Christof.

"Tidak usah pergi. Di situ saja tidak apa-apa," kata Christof cepat ketika Shopia akan berdiri.

Namun, Shopia tak mengindahkan ucapan ayah tirinya tersebut. Ia berdiri lalu beranjak menjauh dari meja makan meskipun hanya beberapa langkah. Panggilan dari Irina pun dijawabnya.

"Kenapa?" Itu yang pertama kali Shopia lontarkan di pagi hari ini.

"Astaga, Shopia kamu tahu? Ini sangat rahasia karena Nancy bilang aku tidak boleh bilang kepadamu tentang ini," ujar Irina di seberang sana terdengar antuasias. Namun, masih berusaha untuk memelankan suaranya.

𝐒𝐓𝐄𝐏𝐃𝐀𝐃 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang