CHAPTER 06 + PO

35.8K 199 1
                                        

novel STEPDAD OBSESSION sedang open PO!! kamu yang suka kisahnya christof bersama shopia, ayok pesan sekarang!!

jangan sampai ketinggalan ya! saya berani jamin kamu tidak akan menyesal membeli karya-karya berbayar milik saya :D

***

Shopia memejamkan matanya tatkala ia melirik pintu ruangan yang terbuka mendapat sosok Christof sudah berdiri dengan tegapnya. Matanya yang selalu punya sorot tajam begitu telak memandang. Kedua tangan kokohnya sudah masuk ke dalam saku celana.

Setelah membaca pesan ayah tirinya beberapa menit setelah diterima membuat Shopia bergegas memakai pakaiannya. Ia menyuruh Kenneth untuk pulang. Kenneth sempat menolak karena dirinya masih merindukan Shopia, akan tetapi Shopia tetap menyuruhnya pulang dan bilang jika besok mereka akan bertemu lagi di kampus.

Shopia tentu saja harus telat masuk jam pelajaran meskipun dirinya masih dapat mengikuti di sisa-sisa menit terakhir. Jadwalnya hari ini memang tak sama bersama Irina dan Nancy. Alhasil dirinya hanya sendirian dan harus mencari alasan sendiri jika Christof bertanya-tanya perihal panggilannya yang tidak dijawab.

Jam pelajaran sudah berakhir beberapa menit yang lalu. Namun, Shopia masih enggan untuk keluar kelas meskipun orang lain sudah keluar. Christof masih setia menatap Shopia yang terdiam dengan kepala tertunduk di lipatan kedua tangan.

"Daddyhh?" Seorang perempuan dengan rambut pirang mencolok keluar dari kelas. Mengedipkan mata genit ke arah Christof seraya memberikan gerakan seolah-olah dirinya sedang mengulum kejantanan pria.

Perempuan muda itu menjilat jari telunjuk dan jari tengah secara bersamaan lalu menepuk pantatnya sendiri yang besar dan menggoyang-goyangkannya agar terlihat menggoda.

"You like my butt, Dadhh?" Ia menggigit bibir khas perempuan yang tidak sabar ingin segera dijajal dan ditikam kasar lubangnya oleh batang pria yang mencuat keras.

"Enghh ... you wanna fuck me, Dadhh?"

Christof terdiam. Menatap tak minat kepada perempuan muda seusia anak tirinya itu. Jemari tangannya yang kurus dan lentik mulai bermain-main di dada miliknya. Sengaja menyusup ke balik dua kancing kemeja yang tidak dikancingkan.

"Hairless, huh?" Dia bertanya dengan senyuman nakal setelah mengusap dada Christof yang mulus tanpa bulu.

Pria dewasa berusia empat puluh dua tahun tersebut menepis kasar tangan perempuan muda tersebut. Cukup tersentak, tapi respon yang diberikan oleh perempuan muda itu hanya terkekeh. Memandang Christof penuh minat.

"Save your fucking hand before I break it!" kata Christof penuh penakan dengan intonasi nada berat. "If you wanna fuck, just fuck yourself!"

Christof tak memperdulikan lagi setelahnya. Ia masuk ke dalam kelas lalu menutup pintu sangat keras. Shopia mengangkat pandangan bersamaan dengan ayah tirinya itu tampak mengunci pintu. Langkahnya seolah menggema di ruang kelas tersebut bersama dengan aura dominannya yang menguar di udara.

"Kemari. Berdiri kamu," ucapnya seraya menarik tangan Shopia untuk berdiri dari meja. "Kenapa kamu tidak menjawab panggilan Daddy, huh? Sudah berani kamu tidak mengacuhkan Daddy? Iya?"

Shopia berusaha melepaskan cengkraman tangan ayah tirinya yang begitu erat di pergelangan tangan. Namun, semakin ia berusaha lingkaran cengkeramannya semakin keras terasa.

"Shopia!" Christof membentak yang membuat anak tirinya itu terlonjak. Suaranya yang besar dan berat menggema ke setiap sudut ruangan.

"Shh ... D-daddy tidak lihat aku sedang ada kelas? Aku tidak bisa menjawab panggilan Daddy karena Mr. Frangky melarang semua orang untuk bermain ponsel ketika sedang mengajar."

𝐒𝐓𝐄𝐏𝐃𝐀𝐃 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang