⚠️This Chapter for 18+
=======================
Belakangan ini gue sama renjun cukup akur,kita baik-baik aja. Dia masih baik tepatnya,gue juga gak niat buat cari gara-gara lagi sama dia.
Karena gue merasa gue udah gak punya tujuan hidup,jadi gue cuma yaudah gue jalani aja hidup gue,mau gimanapun gue terima sekarang. Lebih ke gue udah males aja,tapi gue belum mau mati.
"Ada hal yang ganggu Lo belakangan ini?" Tanya renjun,gue yang lagi bengong natap keluar jendela menoleh.
"Gak ada."
"Jangan bohong,Lo keliatan gak tenang tuh. Kenapa?" Tanya dia lagi,sambil narik tangan kiri gue yang kukunya lagi gue gigitin dengan gak sadar.
"Gue juga gak tau kenapa." Jawab gue setelah menghela nafas.
"Lo harus ke psikiater,mau gue anter atau suruh kesini?"
"Gak usah."
"Naya,mental Lo lagi gak baik-baik aja."
"Tapi yang bikin gue kaya gini itu Lo."
"Lo mau gue minta maaf? Atau apa?"
"Gak usah,gak ngaruh apa-apa juga buat gue." Jawab gue sembari beranjak dari kursi dekat jendela.
Tapi renjun narik tangan gue,buat beberapa saat kita cuma saling tatap.
Anehnya kali ini dada gue berdegup dengan kencang,padahal udah sering kita kaya gini bahkan tidur bareng gue biasa aja. Bisa-bisanya sekarang gue malah kaya gini.
"Mau jalan-jalan? Buat hilangin stress Lo?" Tanya dia
"Kemana?"
"Kemanapun Lo mau." Jawabnya,sukses membuat gue tersenyum senang. Setelah 3 bulan terkurung gue bisa menghirup udara segar lagi.
"Gue siap-siap dulu kalo gitu." Ujar gue antusias Sukes membuat renjun sedikit tertawa kecil.
..
Gue gak minta banyak sama renjun,gue cuma minta main ke taman bermain mengajaknya naik beberapa wahana. Udah lama banget kayaknya gue gak naik wahana-wahana kayak gini. Terakhir mungkin hampir 4 tahun yang lalu sebelum hubungan gue dengan beberapa teman gue berantakan.
"Udah seneng sekarang?" Tanya renjun,gue ngangguk sebagai jawaban.
"Makasih." Ucap gue,renjun cuma senyum dan ngangguk. Ternyata dia gak seburuk yang gue bayangkan dalam beberapa hal.
"Mau kemana lagi?" Tanya dia
"Pulang aja." Jawab gue sembari memakan ice cream vanilla yang tadi di kasih renjun.
Kita udah sama-sama masuk ke mobil,gue buru-buru menghabiskan ice cream yang tersisa. Gue sibuk mecari-cari tisu dan renjun menyodorkannya,tapi saat gue mengulurkan tangan mau meraihnya renjun narik tangan gue dan mencium bibir gue sedikit melumatnya.
Membuat gue langsung terdiam di tempat,ini bukan yang pertama kalinya tapi sialan lagi-lagi gue berdebar. Terlalu gila kalau tiba-tiba gue malah suka sama renjun kan.
"Kalo makan Jangan belepotan." Ujar renjun setelah melepaskan tautan bibir kita. Gue kesel tapi gue gak tau harus menanggapinya kaya gimana.
Akhirnya gue cuma diam tanpa mengatakan apapun.
Di tengah perjalanan hp renjun beberapa kali berbunyi,telepon dari grupchat yang mungkin temen nongkrongnya.
"iya gue otw kesana." hanya itu yang renjun katakan sebelum kembali menyimpan hpnya di dashboard.
"gue mau ke tempat nongkrong dulu ketemu anak-anak yang lain,lo ikut dan jangan jauh-jauh dari gue. bilang aja lo cewek gue biar mereka gak aneh-aneh ke lo."
gue cuma ngangguk menanggapi nasihat renjun barusan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eccedentesiast [Huang Renjun]
Fanfiction21+ | Jung Naya,mahasiswi jurusan psikologi yang tanpa sengaja melihat suatu pembunuhan di universitasnya. Terpergok oleh kelompok pembunuh itu membuat Naya akhirnya terjebak di antara mereka, dalam permainan gila yang akan membuatnya kehilangan a...
![Eccedentesiast [Huang Renjun]](https://img.wattpad.com/cover/355062392-64-k827437.jpg)