Setelah pertemuan itu, gue kembali pulang ke rumah renjun.
Untuk menghabiskan satu malam bersama di sana sebelum gue diminta pindah untuk tinggal di rumah keluarga jung.
Gue benar-benar tidak terbiasa akan kehidupan baru gue yang seperti jungkir balik ini, fakta lainnya yang gue tahu mereka keluarga terhormat dan tidak lebih baik dari renjun. Maksud gue, mereka sama gilanya.
Gue diminta tinggal bersama nenek, buat menemani dia yang sendirian di rumah mewah nya. Keluarga jung tidak memiliki banyak anggota keluarga, mungkin itu jadi alasan kenapa mereka mencari gue mati-matian.
Gue berjalan mengendap-endap, meninggalkan pekarangan rumah besar itu. Gue merasa ini sama aja seperti gue jadi tawanan baru lagi, mereka gak pernah mengijinkan gue keluar rumah melewati gerbang yang tinggi itu dengan alasan khawatir atau alasan yang menyebalkan lainnya.
Gue berlari kecil ketika melihat mobil renjun sudah terparkir di depan gerbang, renjun menurunkan kaca mobilnya tersenyum dengan manis.
"Gimana hari-hari nya nona jung, menyenangkan?"
"Boring, gue cuma nemenin nenek minum teh, baca buku atau main handphone. Bulak balik keliling rumah yang sehari bisa 6 kali, gue gak tau mau ngapain lagi."
"Jadi itu alasannya lo mau kabur?"
"Mereka gila ren, nanti gue cerita." Jawab gue dan segera masuk kedalam mobilnya renjun, dia sedikit tertawa.
"Kemarin,gue gak tau awalnya seperti apa. Tapi ada pesuruh kak jaehyun yang entah melakukan kesalahan apa mereka hukum, kak jaehyun jadiin dia samsak dan dia dipukuli beberapa orang secara bergantian selama berjam-jam sampai dia sekarat." Cerita gue
"Itu udah biasa naya."
"Orang gila mana yang biasa melakukan hal sejahat itu?"
"Orang gila itu kakak lo naya."
"Iya lagi.." sahut gue membuat renjun tertawa.
Baru saja mobil renjun berjalan beberapa meter meninggalkan gerbang gue di kagetkan dengan suara tembakan dan satu detik kemudian sura ban yang pecah terdengar dan mobil ini hilang kendali, beruntung renjun melajukan mobilnya dengan pelan. Renjun hanya menghela nafas lalu menyunggingkan senyum miringnya.
"Kakak lo emang beneran gila." Ujarnya sembari turun dari mobil, gue ikut turun dan benar saja beberapa meter di belakang terdapat mobil kak jaehyun yang tengah melaju ke arah kita.
"Naya belum boleh pergi meninggalkan rumah, sebaiknya kalian habiskan waktu di rumah saja sembari menunggu kakak perbaiki mobilnya." Ucap kak jaehyun sembari turun dari mobil, gue benar-benar kehilangan kata-kata. Dia bisa larang gue pergi dengan cara yang lebih baik gue rasa, tadi itu terlalu berlebihan.
"Aku cuma mau main ke rumah renjun." Jawabku
"Naya kakak kurung kamu bukan tanpa alasan, kakak sedang mempersiapkan semuanya. Supaya kamu bisa dengan cepat dikenalkan ke publik sebagai keluarga baru kita, juga kekacauan yang dibuat calon suamimu itu cukup merepotkan. setelah ini selesai kamu bebas berkeliaran sesukamu."
"Terimakasih atas perhatiannya, tapi saya bisa membereskan masalah saya sendiri."jawab renjun.
"Ini bukan tentang kamu, tapi tentang naya."
"Saya juga tidak pernah diam soal naya."
Gue menatap kedua pria itu, kak jaehyun sepertinya kurang menyukai renjun. Suasananya sedikit tidak mengenakan sekarang.
"Baiklah kak, aku akan bawa renjun ke rumah sambil menunggu mobilnya diperbaiki." Ujar gue, segera menggandeng renjun untuk menjauh dari kak jaehyun.
.....
Renjun mengobrol bersama nenek cukup lama tadi, setidaknya meskipun kak jaehyun kurang menyukainya renjun berhasil merebut hati nenek sepertinya. Gue ajak renjun ke kamar gue, kita hanya bermalas-malasan di sofa sembari menonton film.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eccedentesiast [Huang Renjun]
Fanfiction21+ | Jung Naya,mahasiswi jurusan psikologi yang tanpa sengaja melihat suatu pembunuhan di universitasnya. Terpergok oleh kelompok pembunuh itu membuat Naya akhirnya terjebak di antara mereka, dalam permainan gila yang akan membuatnya kehilangan a...
![Eccedentesiast [Huang Renjun]](https://img.wattpad.com/cover/355062392-64-k827437.jpg)