Tanggal pernikahan gue sama renjun sudah di tentukan. Awalnya kak jaehyun benar - benar tidak terima akan keputusan yang gue ambil ini. Tapi semakin lama akhirnya dia luluh juga, atau yah kak jaehyun terpaksa menuruti keinginan gue karena keluarga besar kita mendukung pernikahan ini.
Gue baru tahu belakangan ini kalau ternyata keluarga renjun memiliki bisnis hotel, dan dia sendiri melanjutkan bisnis restoran milik mendiang kakaknya. Gue gak menyangka renjun sekaya itu, mungkin itu menjadi salah satu alasan kenapa keluarga gue merestui kita dengan mudah.
Sementara renjun sibuk dengan kelulusannya gue di sibukkan dengan persiapan pernikahan kita yang tinggal menghitung hari, gue serahkan urusan pernikahan kita pada istri kak jaehyun dan ibunya renjun. Sekarang kita tengah memilih gaun, sebenarnya selera gue bukan gaun yang terlalu mewah. Gue mau gaun yang terlihat simple,tapi mereka menginginkan gue memakai gaun bak disney princess. Yah 2 lawan satu, akhirnya gue mengalah dan membiarkan mereka memilihkan gaunnya. Gue cuma bisa ngadu ke renjun lewat pesan chat, gue gak berani protes langsung.
.....
Untungnya resepsi pernikahan kita berjalan lancar, sekarang gue benar-benar resmi menjadi istrinya renjun. Jangan tanyakan perasaan gue seperti apa sekarang, gue sendiri pun bingung. Ya katakan saja gue gila karena mau menikahinya tapi gue rasa selain renjun memangnya siapa lagi yang mau sama perempuan rusak kaya gue? Dan yang terpenting adalah gue mencintai renjun, gue gak akan sanggah perasaan itu lagi.
Pernikahan kita di gelar di hotel milik keluarga renjun, lumayan menghemat budget pernikahan. Kita juga akan menginap di hotel ini selama semalam sebelum besok pagi berangkat ke maldives untuk berbulan madu, renjun yang ajak gue kesana dan gue rasa itu bukan ide yang buruk.
Gue ijin kembali ke kamar lebih dulu setelah makan malam tadi, renjun masih mengobrol dengan beberapa anggota keluarga dan kolega nya.
Gue menghela nafas lega dan merebahkan tubuh gue di atas ranjang di antara kelopak bunga mawar yang entah apa gunanya, akhirnya gue bisa beristirahat setelah seharian sibuk.
Gue beranjak membuka lemari, berniat untuk mengganti gaun putih ini tapi yang gue temukan hanya baju tidur minim yang bahkan gue gak bisa membayangkannya kalau gue pakai baju itu.
Gue menoleh ketika renjun membuka pintu, dia tersenyum menatap gue sebentar.
"Kenapa belum ganti baju?" Tanya nya, gue yang masih berdiri di depan lemari membukanya dan memperlihatkan baju tadi pada renjun yang membuat renjun sedikit tertawa.
"Mereka cuma simpan ini dan satu piyama buat lo." Ujar gue
"Yaa.. itu cantik kok kalau lo yang pakai." Jawabnya
"Apa-apaan, ini pasti gak nyaman." Gue mengibar-ngibarkan lingerie berwarna hitam itu dengan kesal.
"Lagipula itu gak diperuntukan buat dipakai semalaman,naya."
"Lo buat gue merinding."
Gue berjalan ke arah kamar mandi dengan buru-buru, aneh gue malah malu berhadapan dengan renjun sekarang. Padahal kita pernah melakukannya, tapi tetap saja kali ini jantung gue berdebar gak karuan dan belum pernah gue merasa semalu ini seumur hidup gue.
Gue keluar dari kamar mandi masih mengenakan handuk, gue gak mau pakai baju itu.
"Ren, buka kemeja lo." Pinta gue,renjun yang lagi duduk di atas ranjang sambil bermain handphone menoleh.
"Mau buru-buru naya?" Dia sengaja bertanya dengan nada menyebalkan buat menggoda gue.
"Apa sih, gue cuma mau pinjem buat gue pake tidur." Sahut gue kesal, renjun tertawa lalu mulai membuka satu persatu kancing kemejanya.
"Padahal lo lebih cantik kalau gak pake baju." Ucapnya sembari menyodorkan kemeja putih itu ke gue.
"Berisik, mandi sana!" Gue meraih kemeja itu dan segera menjauhi renjun, rasanya gue lebih takut sama dia sekarang daripada dia yang marah dulu.
Renjun tertawa senang karena berhasil menggoda gue. Sementara dia memasuki kamar mandi gue buru-buru pakai kemeja nya, wangi parfum citrus khas renjun banget.
Setelahnya gue merebahkan diri di atas ranjang,membuang kelopak bunga yang bertebaran di atas kasur dengan asal dan mulai memejamkan mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eccedentesiast [Huang Renjun]
Fanfiction21+ | Jung Naya,mahasiswi jurusan psikologi yang tanpa sengaja melihat suatu pembunuhan di universitasnya. Terpergok oleh kelompok pembunuh itu membuat Naya akhirnya terjebak di antara mereka, dalam permainan gila yang akan membuatnya kehilangan a...
![Eccedentesiast [Huang Renjun]](https://img.wattpad.com/cover/355062392-64-k827437.jpg)