Hide And Seek

622 38 4
                                        

   Gue lari tanpa tujuan kaya orang linglung,yang gue bawa cuma baju dan sandal yang gue pake sekarang aja. Dengan bodohnya gue gak bawa uang atau handphone,bahkan gue belum cuci muka sama sekali. Yang gue pikirkan tadi hanya gue harus lari dulu.

Gue pergi ke toilet umum,cuci muka dan minum air keran untuk menahan rasa lapar yang mulai menyerang. Setelahnya gue duduk diam di bilik toilet buat sekedar istirahat,gue harus kemana sekarang? Pulang ke rumah itu hal yang tidak mungkin,harus bilang apa gue sama keluarga gue? Dan renjun pasti tau kalau gue pulang ke rumah.

Gue baru ingat,kenapa gue gak datang ke klinik kakaknya jeno dan minta tolong sama jeno aja. Mungkin dia akan bantu gue,setidaknya dia pasti punya tempat buat gue sembunyi. Atau gue bisa ke rumah jaemin,dia pasti akan dengan senang hati menampung gue. Gak masalah gue jadi samsak hidup buat dia,gue bisa kabur lagi nanti.

...

   Dengan modal nekat,gue naik taksi ke alamat rumah jaemin. Beruntungnya jaemin lagi ada di rumahnya,gue minta tolong jaemin buat bayarin taksi gue.

"Jadi,ada apa tiba-tiba lo datang kesini?" Tanya jaemin

"Gue kabur dari renjun." Jawab gue,jaemin cuma natap gue heran.

"Kok lo bisa kabur?"

  Gue jelasin semuanya sama jaemin,setelahnya dia cuma ngangguk menanggapi cerita gue.

"Bantu gue jaemin." Pinta gue,jaemin cuma menyunggingkan senyum miringnya.

"Lo tau bayarannya mahal kan." Ujarnya

"Gue bisa jadi pengganti lia buat lo." Jawab gue,jaemin tersenyum dan mengangguk.

"Baiklah,lo bisa masuk mandi dan sarapan dulu. Kita pergi sejauh mungkin dari sini nanti."  Ucap jaemin,gue cuma bisa ngangguk.

.....

   Jaemin beneran bawa gue ke tempat yang jauh,entah mau kemana yang jelas seharian ini kita terus berkendara. Jaemin benar-benar bawa gue ke tempat terpencil. Sekarang jam 8 malam dan kita baru sampai di depan sebuah bangunan yang super besar,hampir kaya di tengah-tengah hutan.

Rumah ini benar-benar kotor,debu tebal menyelimuti kain yang menutupi furniture disini. Kelihatan banget kalau tempat ini jarang di kunjungi manusia.

"Rumah ini punya siapa?" Tanya gue

"Kakek gue,dulu pas gue masih kecil kita sering liburan disini. Tapi udah beberapa tahun belakangan tempat ini gak kita kunjungi lagi." Jawab jaemin,gue cuma ngangguk.

    Baru sekitar 15 menit kita istirahat di sini,ada 2 mobil yang datang. Berhenti di halaman rumah ini juga,gue mengintip keluar jendela. sedikit kaget lihat renjun sama yang lain datang kesini juga.

"Lo bohongin gue jaemin?" Tanya gue,jaemin cuma ketawa.

"Naya... Lo terlalu naif ya,gue emang selalu tertarik sama lo. Tapi gue gak bisa khianati renjun hanya karena cewek seperti lo." Ujar jaemin

"Kangen gue,naya?" Tanya renjun sembari membuka pintu. Gue gak tau harus bereaksi seperti apa lagi.

"Kan udah gue bilang lari yang jauh, lo malah lari ke jaemin.lo beneran udah mau mati?" Ujar renjun lagi

"Harusnya lo terima tawaran gue kemarin nay." Ucap haechan

"Padahal kalian bisa langsung bunuh gue,gak perlu repot-repot kaya gini." Jawab gue

"Iya,tapi itu gak seru. Nah naya,gue kasih lo kesempatan buat lari lagi. Kali ini jangan sampai tertangkap,gue gak main-main buat bunuh lo nanti."

Gue gak akan pasrah dan mati gitu aja,setelah menguatkan hati gue keluar dan lari gak tentu arah. Gue gak lari ke arah jalan,karena terlalu mudah buat mereka lihat gue nanti. Gue lari ke arah hutan,setidaknya banyak pohon yang bisa gue pake sembunyi.

Eccedentesiast  [Huang Renjun]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang