Chapter 25

1.6K 51 9
                                        

Hari demi hari berlalu begitu berat bagi Jennie, dia harus dihadapkan oleh mantan sahabatnya yang terus saja melakukan kekerasan yang menyerang fisik serta mentalnya. Inilah hasil dari segala sesuatu yang dia tuai dihari lalu, tumbuh sebagai malapetaka bagi dirinya sendiri.

Siapa yang tidak iri pada Natasha? Hidupnya penuh dengan hal-hal sempurna, dari mulai lahir sebagai orang kaya, berparas cantik, memiliki kakak laki-laki tampan, serta dicintai habis-habisan oleh kakaknya sendiri.

Itulah yang terbesit dalam pikiran Jennie setiap saat dia bersama Natasha, bagaimana ya? Bagaimana caranya menjadi seperti Natasha? Bagaimana caranya agar dicintai secara hebat seperti Natasha? Dan bagaimana cara mencuri kekasihnya?

Semua itu berputar terus-menerus seperti alarm dalam kepalanya, hingga akhirnya dia memberanikan diri muncul sebagai duri. Menyodorkan tubuh pada Raffa dan berharap mendapat cinta dari kakak sahabatnya sendiri, namun sebanyak apapun waktu yang Raffa habiskan bersamanya, itu tidak berarti sama sekali bagi Raffa.

Dia menahan diri untuk tidak menyentuh adiknya, dan mendapat tangkapan bagus untuk meluapkan semua nafsunya.

"Bangun!"

Kepala Jennie berdenyut, mejanya sedari tadi tidak berhenti ditendang oleh Natasha. Sehari saja hidupnya tidak bisa tenang, sekolah seolah seperti neraka baginya.

"Bangun!" sekali lagi Natasha berteriak.

Kesabarannya seakan habis, Natasha menjambak rambut Jennie kuat, membuat gadis itu menengadahkan kepalanya sambil meringis kesakitan.

"Nat,,,

"Lo nggak punya kuping ya?" tanya Natasha geram.

"Nat gue pusing"

Natasha buru-buru melepas jambakannya, kepala Jennie rasanya hampir ingin meledak ketika dahinya bertubrukan dengan meja. Natasha meringis, sepertinya dia juga tahu bagaimana rasa sakitnya.

"Emang gue perduli?" jawabnya acuh.

Jennie tidak berani bicara lagi, dia menyembunyikan wajahnya dibalik kedua tangannya yang terlipat diatas meja. Bulir-bulir air mata mulai membasahi pipinya, dia menyesal namun sudah tak ada gunanya.

"Nata stop it ya? You hurt her honey"

Kenzo menarik Natasha menjauh dari Jennie, meski begitu Natasha tidak berhenti. Dia menyerobot kotak pensil yang ada diatas meja temannya, lalu sengaja dia lemparkan tepat mengenai kepala Jennie.

"Wish u like it Jen! I'll kill you soon"

„„„„„

"Nat"

Kenzo menyodorkan sebotol minuman dingin, setidaknya begini juga baik. Mereka berdua duduk di taman belakang sekolah, memandang gedung-gedung pencakar langit yang memenuhi kota Jakarta.

"Gue mungkin nggak tau awal mula permasalahan ini, tapi kalau setiap hari lo perlakuin Jennie kaya gini bisa-bisa orangtuanya nggak terima"

Memangnya dia berani ngadu?
Natasha membatin, bibirnya tersenyum geli. Membayangkan saja sudah tidak kuat, kalau-kalau gadis murahan itu sampai berani bicara pada orangtuanya, sama saja seperti ingin bunuh diri.

Natasha meneguk minumannya, dia harus membasahi kerongkonganya sebelum mulai bicara panjang lebar.

"Gabakal terjadi" balasnya singkat.

Kenzo mengalihkan pandangannya, menatap Natasha dengan sorot meminta kejelasan.

"Apa salah Jennie?"

Ya, lucu sekali.
Bagaimana mungkin wajah yang kelihatannya baik itu menyimpan banyak kebohongan, namanya juga manusia.

"Banyak, padahal mukanya kayak orang bener"

Natasha tertawa, kata-kata yang sedang viral itu cocok sekali untuk menggambarkan mantan sahabatnya.

"Take a deep breath, lo bisa mulai ceritain semuanya ke gue"

Bukan kepo, namun sikap Natasha pada Jennie benar-benar sudah diluar nalar. Mereka bersahabat, dan sejak awal Kenzo bertemu dengan Natasha dan Jennie, mereka terlihat sangat akrab satu sama lain.

"Pelacur,,,

"Dia itu perek"

Istilah hina itu kembali keluar dari bibir Natasha.

"Gue males jelasin panjang lebar, intinya aja dia jadi lacurnya kakak tiri gue, si Raffa"

Kenzo terdiam, dia benar-benar tidak percaya.

"Dan kenapa gue benci sampe nyiksa dia tiap hari? Karna sebelum ini gue sama Raffa itu pacaran"

Kenzo makin menganga, apalagi ini? Hubungan sedarah? Mana bisa, bukankah mereka sama-sama menyalahi aturan Tuhan?

"Kalian incest? "

"Ngaco!!" Natasha cepat-cepat menyangkal, ya semua orang pasti berpikir begitu.

"Dia kakak tiri gue, lo ga denger tadi gue bilang “kakak tiri”. Nggak punya hubungan darah, gasudi"

Kenzo mengusap wajahnya, banyak fakta baru yang dia dapatkan dan sialnya semua itu membuatnya shock habis-habisan.

Ibarat purnama, hanya tersisa sedikit yang belum tertutup gerhana. Dunia semakin gelap dan tak terjaga, bukan hanya buminya yang semakin rusak, manusianya juga.

Kini Kenzo tahu sebesar apa rasa kecewa Natasha sebagai seorang adik juga kekasih, tidak mudah menerima kenyataan bahwa orang yang kita cintai berkhianat. Terlebih, Natasha sudah tidak memiliki anggota keluarga lain, baginya Raffa adalah panutan juga tempat paling aman.

Kenzo menggeser posisinya, dia merangkul pundak Natasha lembut, mengusapnya secara perlahan. Dia mencoba memberi kekuatan pada Natasha, karena Natasha harus tahu bahwa dia tidak sendirian, masih ada dirinya yang mampu menjadi tumpuan. Meski bukan Kenzo yang Nata harapkan.

"Gue, gapapa"

Bohong,,,,

„„„„

"Bicara sama mas Natasha, kita perlu diskusikan ini sebelum semuanya makin memburuk"

Apalagi yang orang gila itu coba katakan?

"Nggak ada yang perlu didiskusiin, semua udah rusak, buruk, dan nggak akan bisa diperbaiki. Stop terus-terusan nyoba buat nge-triger gue, udah nggak mempan"

Natasha berlari menuju kamarnya, namun tangannya sudah lebih dulu ditangkap oleh Raffa. Natasha ingin mual, membayangkan tangan yang sudah menyentuh gadis lain itu kini menyentuhnya, rasanya sangat menjijikan.

"Lepas!"

"Kamu harus dengerin mas"

"Lepas atau lo gabakal bisa liat gue lagi selamanya"

Genggaman itu terlepas, kalimat ancaman yang Natasha keluarkan membuat perasaan takut dan kalut menyerang Raffa. Dia tidak akan pernah kehilangan Natasha, dia tidak akan melepaskan gadis itu, sampai kapanpun.

Bahkan sampai dia mati sekalipun.

„„„„

Males ya guys kalo berurusan sama orang sakit jiwa kaya Raffa, kata gue mending Nata-Natan aja deh kalo engga Nata-Kenzo juga boleh. Daripada Nata bareng cowo bendera banteng, anw jangan lupa komen dan vote yaa!!!

Abis baca komen kalian tuh jadi semangat poll buat nulis. Happy reading sengkuuuuuu💌💐.

Cr.Anandahuamirarazaq

Step Brother Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang