♦Chapter14

19.8K 489 40
                                        

Pagi ini wajah Natasha tampak bersemu merah, dia tidak bisa melupakan kejadian tadi malam, sebenarnya dia bersyukur pada Kenzo yang sudah mengajaknya keluar.

Natasha masih di atas ranjang memandangi wajah tenang Raffa dalam tidurnya, memang benar belum pernah Raffa semarah itu padanya, hampir saja Natasha menganggap Raffa orang yang begitu egois.

"Udah puas liatinnya?." Natasha tersentak dia kemudian menggeleng beberapa kali.

"Nata nggak liatin mas." bohongnya gugup.

Raffa terkekeh, dia menarik Natasha kedalam pelukannya, akhirnya gadis itu kini tidak lagi memiliki jarak dengan Raffa.

Jantungnya berdegup gila, dia tidak tahan jika berada di situasi seperti ini terus menerus, namun dia juga merasakan nyaman yang luar biasa.

"Kamu boleh mandangin mas tiap jam, tiap menit, tiap detik. Asal jangan mandangin orang lain lagi." tangan Raffa terulur mengusap lembut puncak kepala Natasha. Pengakuan cintanya tadi malam sudah jelas membuat Raffa lebih terbuka dengan Natasha dalam hal apapun mulai sekarang.


Natasha mulai menatap wajah Raffa seksama, senyuman manis terukir di wajah tampan itu, wajah yang tak pernah bosan untuk Natasha pandang. Dia tidak pernah menyangka jika Raffa ternyata memikiki perasaan yang sama dengan dirinya, sungguh itu adalah sebuah hal yang menurut Natasha tidak mungkin.

"Sejak kapan mas suka sama aku." tanya Natasha sambil meraba wajah Raffa pelan.

"Sejak kamu lahir."

Kening Natasha berkerut, apa begini caranya Raffa bercanda?

"Jangan bercanda." Raffa menggeleng, dia benar benar tidak bercanda dengan kata katanya.

"Serius sayang." ucap Raffa setelah itu mengecup kening Natasha.

"Saat itu kamu lahir setelah sekian lama Papa dan Mama menantikan anak di keluarga mereka, itu alasan kenapa Papa ngadopsi mas. Kamu waktu itu cantik banget walaupun masih bayi, mas akui gila memang suka sama seseorang dari dia masih bayi sampai akhirnya sekarang berusia 18 tahun. Waktu yang sangat lama, dan suka nggak suka kamu harus bayar penderitaan mas selama nunggu kamu." Natasha terkekeh, ternyata ucapan Raffa seserius itu.

Natasha mengangguk, dia siap untuk bertanggung jawab atas waktu yang Raffa habiskan begitu lama untuk menunggunya berubah menjadi gadis remaja seperti saat ini. Kalau di pikir pikir, kisah cinta mereka sudah bermula sejak lama, hanya saja dari masing masing tidak ada yang mengakui perasaannya.

"Iya, Nata pasti bakal tanggung jawab kok mas." keduanya terkekeh, sungguh suasana yang sudah sejak lama Raffa inginkan, namun baru terjadi saat ini. Penantiannya selama belasan tahun akhirnya berujung manis.

"Mulai sekarang, stop deket deket sama cowok mana pun. Kamu tau kan mas kalo cemburu gimana." Natasha meringis ngeri, mengingat wajah Kenzo yang sudah tidak jelas bentuknya gara gara kecemburuan Raffa.

"Hm, tapi jangan sampe bikin orang lain luka luka gitu dong mas." Raffa menghela nafas jengah, yang namanya cemburu itu sangat sulit di pahami. Suasana hati kita akan langsung berubah ketika dalam situasi cemburu.

"Kamu nggak paham, masih kecil sih." Natasha memukul dada bidang Raffa pelan, tidak terima di katai anak kecil.

"Ngapain mas suka sama anak kecil kalo kayak gitu." protesnya sambil merengut, Raffa terkekeh. Dia sangat gemas dengan respon Natasha yang langsung sewot seperti itu.

Step Brother Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang