Chapter 10 😜

70.8K 3.7K 205
                                        

Agam benar benar dipusingkan oleh dua makhluk lucu dirumahnya. Setelah pulang sekolah Maza dan Altan langsung kerumah, keduanya mengabaikannya bahkan sampai malam haripun mereka hanya bermain dikamar Altan.

Tok tok tok

Agam mengetuk pintu dan ingin tau salahnya dimana sampai sampai putranya mendiaminya seperti ini.

"Jangan dibuka pintunya, pasti daddy lu cuma pengen izin mo nikah" ucap Maza dengan memakan kacang aldmond milik Altan.

"Kakak benel, Altan tidak mau ngomong sama daddy"

"Pinter. Udah tidur sini" ucap Maza dengan menepuk kasur disisi kanannya yang mana Altan langsung menurut kemudian tangan dan kakinya memeluk tubuh Maza.





Sementara diluar Agam yang merasa tak ada respon dari penghuni kamar langsung turun kebawan dan memastikan jika tidak ada kejadian yang membuat Altan seharusnya marah seperti saat ini.

Agam memilih menunggu sampai tengah malam lalu membuka kamar putranya itu dengan kunci cadangan.

Maza dan Atan sudah sama sama terlelap. Agam menyelimuti mereka lalu keluar karna ia butuh teman bicara.

Dan berakhirlah ia di sebuah restoran mewah dimana Jevan sudah menunggunya.

"Muka lu udah kek orang bangkrut aja se Gam" serunya saat melihat raut wajah kusut temannya itu.

Agam mendaratkan bokongnya dikursi sebrang Jevan dan langsung mengambil minuman dalam botol lalu meminumnya brutal.

".....pelan pelan Gam. Jujur lu kenapa, tumben lu nyuruh gua kesini"

Agam meletakkan botol minuman beralkohol itu lalu membuang nafasnya kasar.

"Altan dan Maza diemin gua dari pagi"

Jevan menaikkan satu alisnya binggung, ia yakin ini bukan hanya soal Altan. "Lo buat salah kali"

Agam menggeleng, ia merasa tak berbuat kesalahan sedikitpun dengan mereka "enggak Jev, mereka tiba tiba ngambek dan gak mau ngomong sama gua"

"Maza? Dia juga ngambek sama lu?"

Agam mengangguk "padahal soal hp Maza yang gua sita, udah gua ganti di Singapura kemaren"

Jevan tertawa melihat raut binggung sahabatnya ini.

".....lu jangan ketawa Njir"

"Sorry sorry Gam, lu udah kek suami yang tertindas tau gak. Coba deh lu inget inget lagi, lu ada salah kali sama Maza terus anak lu ikut ngambek"

Agam mencoba lagi mengingat kira kira kejadian apa yang membuat Maza marah karna dia hanya kerja seperti biasa lalu pulang kerumah.

Merasa tak ada titik terang, lebih baik Agam bicara empat mata dengan Altan saja.

.

Agampun tak kehabisan akal, ia menyuruh Maza diam dirumah dan Agam akan menjemput Altan sendiri dari sekolah.

Dan disinilah Agam akan memulai introgasinya.

Seperti biasa. Altan yang ngambek akan bersedekap dada dan memalingkan mukanya sepanjang perjalanan manatap pemandangan dari dalam kaca pintu mobil Agam.

"Altan!, Altan kenapa marah sama daddy hm?"

"Daddy jahat, daddy mau buang Altankan?"

Buang? Jelas Agam binggung pernyataan putranya itu.

Agam Semesta (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang