Agam terbangun dengan pakaian yang sudah terbuang kesembarang penjuru kamar, begitu juga dengan Neza yang telanjang dan penuh tanda merah disekujur tubuhnya.
Nafas Agam memburu karna panik dengan apa yang telah dilakukannya.
Ia buru buru memungut pakaiannya lalu memakainya satu persatu. Namun tak sengaja ia berdiri didepan cermin dan tubuhnya terdapat banyak kissmark bahkan dileher yang akan tampak dengan jelas.
Lalu getar di HPnya mengalihkan fokusnya. Agam dengan cepat memakai pakaiannya lalu melihat 54 missed call dari Maza.
"Sial!" Umpatnya. Agam cukup ragu mengangkat telfon Maza, ia takut Maza memarahinya.
"Ha halo Za"
"Bapak kemana aja? Bapak tidak apa apakan? Bapak dimana?" Cerca Maza dengan nada kekhawatiran disebrang sana.
Agam sejenak melihat Neza yang masih terlelap dengan keadaan telanjang.
Rasa bersalah langsung menguasai hatinya, kenapa bisa seperti ini, dia sangat mencintai Maza.
"Aku gak apa apa Za, maaf ya sudah buat kamu khawatir, aku ada pekerjaan mendadak semalam" terpaksa Agam berbohong. Sungguh. Ia tak mau melihat Mazanya kecewa.
Karna tak kunjung sadar, Agam menyuruh orang untuk membawa Neza kerumah sakit dan betapa kagetnya Agam mengetahui dirinya juga Neza telah mengkonsumsi obat perangsang berdosis tinggi dan berimbas Agam bisa saja melupakan kejadian semalam.
Agam memijat kepalanya pusing, ia tak bisa pulang dengan keadaan leher yang masih terdapat banyak tanda kemerahan. Bahkan ia yakin butuh waktu 2 hari untuk tanda itu menghilang.
.
Pagi pagi Maza cukup kaget mendapat telfon dari kediaman Agam. Ia pikir Altan sakit, ternyata Agam dan Neza tidak tau pergi kemana.
Keduanya tak mengangkat telfon. Perasaan Maza mulai tak enak. Ia sudah berpikur macam macam. Tapi ia mengesampingkan hal itu. Yang penting Agam menerima telfonnya lebih dulu.
Dan syukurlah. Disiang hari Agam menerima telfonnya dan sedang ada diluar kota.
Maza pikir. Itu bisa saja terjadi. Tapi kenapa Agam tak memberitahunya? Dan Neza juga tak pulang? Mereka kenapa ninggalin Altan sendirian?
Itu yang membuat Maza marah.
.
Agam menunggu Neza yang akhirnya bagun. Pria dewasa itu langsung menarik kerah baju pasien Neza emosi.
"Lu apain gue semalem hah!?" Ucapnya penuh penekanan.
Bibir Neza bergetar, matanya mulai berkaca kaca "harusnya saya yang nanya seperti itu ke bapak. Kenapa bapak paksa saya buat ngelayanin nafsu bapak?"
"Gak. Gak mungkin saya berbuat seperti itu sama orang seperti kamu?"
Tring
Bunyi HP Agam tiba tiba bunyi dimana seseorang mengancamnya dengan mengirim foto dirinya sedang mencumbu Neza kepada Maza.
Orang itu juga menunjukkan foto Maza saat ini yang sedang makan siang bersama Altan.
"Kirim 5 M sekarang atau Maza akan tau kekasihnya sedang menikmati tubuh kembarannya"
Agam yakin itu pasti mantan Neza yang semalam telah menjebaknya dengan Neza demi uang ini.
Tak ada pilihan lain untuk saat ini, Agam langsung mengirim uang itu. Namun ia akan mengejar orang itu setelah urusanya dengan Neza selesai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Agam Semesta (End)
Fiksi RemajaAgam Adskhan Semesta. pria lajang berdarah Turki-Indonesia berumur 30 tahun, dikagetkan dengan kemunculan bayi imut berjenis kelamin laki laki diantar seseorang wanita paruh baya kerumahnya. Setelah tes DNA anak tersebut memanglah putra kandungnya. ...
