"Dengan satu syarat, kita sudahi kalo Maza nangis, gue gak tega nyakitin uke om" ucap gadis cantik bernama Jessy. Dia diminta pulang oleh pamannya Jevan dari aktivitas kuliahnya di London demi mempersatukan hubungan pasangan itu.
"Iya iya, jadi kapan mulai rencananya?" Ucap Agam.
"Ya sekaranglah" jawab keduanya kompak.
Agam menatap keduanya bergantian. Lalu menarik nafasnya dalam dalam. Semoga Maza tidak semakin menjauhinya.
.
Jessy dengan riasan cukup tebal untuk menyamarkan umurnya yang masih belia dan baju yang tampak elegan, masuk rumah Agam yang untungnya Altan masih mengenali dirinya.
"Kak Jessy....!" Serunya lalu Altan berlari memeluk kaki mulus itu.
"Ouh baby, gimana sayang. Dadanya masih sakit, kak Jessy pulang karna khawatir sama Altan, kak Jessy juga sangat merindukan Altan" ucapnya jujur. Selain dimintai tolong oleh Agam dan Jevan, Jessy baru tau kabar Altan yang sedang sakit dan gadis itu sangat khawatir dengan keadaannya.
Altan menggeleng "sudah sembuh kak, karna kak Maza sudah pulang" ucapnya dimana Altan menoleh pada Maza yang sudah berdiri disampingnya.
Jessy untuk pertama kali melihat wujud Maza yang dimatanya sangat manis itu. "Hai. Jessy" sapanya.
"Maza" jawab Maza dengan sosok cantik yang sepertinya keluarga dari Agam.
"Sudah lama Jess....." Agam tiba tiba muncul dari arah pintu utama. Pria dewasa itu mengampiri Jessy sambil merangkul pinggang ramping itu.
"Dia siapa?" Tunjuk Jessy pada Maza "kenapa ada pria manis dirumah ini? Aku cemburu~" ucapnya dengan manja.
Deg.
Hati Maza langsung bergemuruh tak tenang. Siapa gadis ini? Tidak mungkinkan dia kekasih Agam?.
Agam hanya tersenyum sebagai jawaban. Lalu Jessy tiba tiba memeluknya "aku kangen sama kamu" ucapnya yang dapat didengar oleh Maza.
"Jes, meluknya jangan erat erat" bisik Agam.
"Biar Maza cemburu om" balas Jessy.
Dan benar saja, Maza langsung pergi keatas.
Jessy dengan cepat mendorong Agam sampai terhuyung kebelakang.
"Pelan lelan Jess"
"Ups, maaf gue lupa kalo om sudah tua" ucapnya lalu duduk menyamai tinggi Altan yang masih nyengir karna kehadirannya.
"Altan, ajak kakak kekamar Altan dong, pasti seru banyak mainan"
"Ayo kak" tangan kecil itu mengandeng jari lentik Jessy dimana Maza memperhatikannya dari atas, tak sengaja mata Agam dan Maza bertemu, Maza langsung berpaling menyisakan Agam yang menghela nafas beratnya.
Sepertinya mereka kurang ekstrim, katna wajah Maza begitu datar sampai makan malam. Jessy memutuskan untuk menginap dan memakai kemeja Agam.
Sungguh mengejutkan memang, ditambah Altan sangat sangat dekat dengan Jessy.
Mereka kini sedang bercanda gurau di kamar Altan. Maza yang ingin tidur dengan Altan kaget melihat ketiganya tengah bersama.
Ada rasa sakit saat melihat mereka tertawa tanpa dirinya.
"Kak Maza" Altan langsung menghambur kepelukan Maza diambang pintu. "Masuk kak, kak Jessy bisa main rubik loh"
"Em, kak Maza gak bisa" jawab Maza.
KAMU SEDANG MEMBACA
Agam Semesta (End)
JugendliteraturAgam Adskhan Semesta. pria lajang berdarah Turki-Indonesia berumur 30 tahun, dikagetkan dengan kemunculan bayi imut berjenis kelamin laki laki diantar seseorang wanita paruh baya kerumahnya. Setelah tes DNA anak tersebut memanglah putra kandungnya. ...
