Happy Reading.
.
.
Disebuah kamar dengan nuansa biru, yang didekor dengan berbagai macam benda dan hal-hal yang disukai anak-anak.
Diranjang kingsize dengan motif rubah.
Terdapat dua manusia..... Lebih tepatnya terdapat satu manusia dan satu siluman yang masih tertidur pulas.
Mereka berdua tak lain Samuel dan Aaron.
Ini sudah satu minggu sejak Samuel tidak sadarkan diri.
Gilbert, Caitlin dan Aaron tentu saja panik.
Mereka juga menyeret dokter pribadi kepercayaan mereka untuk memeriksa Samuel.
Namun, dokter hanya mengatakan jika Samuel baik-baik saja, dan setelah mendengar perkataan mereka, Sang dokter menyatakan kalau Samuel terlalu banyak menggunakan kekuatannya.
Dan dia mungkin saja akan sembuh dalam beberapa hari.
Dalam tujuh hari ini, mereka selalu bergantian menjaga Samuel.
"Engh.... hoam~"
Samuel mengeliatkan badannya, tetapi sebuah tangan menghalangi pergerakannya.
Samuel mengernyit tidak senang, bibirnya juga mengerucut, dan kelopak matanya mulai terbuka.
Biar kulihat, manusia ayam mana yang berani menghentikan ku.
"Bangun?"
Suara serak khas bangun tidur terdengar diatas kepala Samuel, dia tertegun sebentar, matanya yang masih linglung menatap heran dada bidang didepannya, dan tangannya tanpa sadar menyentuh sebuah tangan yang melingkari pinggangnya.
Suara indah ini, jika teman-teman di klannya mendengar mereka pasti akan berkata:
Suara yang bagus, sekali dengar banyak betina yang akan terpesona.
"Tidak." Ucap Samuel mencoba meniru nada bicara Aaron, orang yang saat ini tidur dengannya, tetapi bukannya menjadi serak, nadanya malah terdengar seperti orang yang meminta dimanjakan.
Dan kekehan kecil kembali terdengar diatas kepalanya.
Membuat Samuel mengembungkan pipinya dengan wajah merona, dia mendongak ingin memarahinya, namun malah terpesona dengan wajah Aaron yang menunduk menatapnya lekat dengan sepasang mata hitam yang penuh kelembutan.
Orang ini benar-benar sangat tampan.
"Ada yang tidak nyaman?" Tanya lembut Aaron.
Sungguh mengejutkan.
Jika saja bawahan mereka mendengar, mereka pasti akan ketakutan, dan mengira dia sedang berlajar memperagakan sebuah dialog untuk menyiapkan film baru.
Karena Aaron seorang aktor papan atas yang sudah debut sejak usianya masih sangat kecil.
Tangan Aaron terangkat pelan kemudian mengelus lembut pipi berisi Samuel, dan dia sepertinya memikirkan sesuatu, bisa dilihat dari mata sayunya yang menampakkan beberapa kesedihan.
Andai saja dia menyadari hilangnya adiknya.... Tidak, saat ini dia hanya perlu berdoa semoga "Samuel" tidak mendapatkan keluarga seperti mereka lagi, yang tidak menganggapnya ada, dan semoga dia hidup bahagia dikehidupan barunya.
"Dia akan baik-baik saja." Ucap Samuel sambil menepuk-nepuk pelan lengan Aaron untuk menghiburnya.
Dia terlalu sensitif dengan suasana hati seseorang.
"Hm, aku tau." Balas Aaron kembali membuat Samuel kesal.
Inilah yang Aaron inginkan.
Adiknya ini seperti ikan buntal, sedikit kesal dan pipinya langsung dikembungkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasySamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)