Setelah kedua telur itu lahir, kini Samuel mulai mengkhawatirkan bagaimana cara mendesain kamar kedua bayi yang belum menetas itu.
Jika saja mereka mengetahui jenis kelaminnya, semuanya akan mudah, tetapi mereka tidak mau mengetahuinya dulu, mereka akan menganggapnya sebagai kejutan.
Jadi, setelah berbicara dengan Darius, mereka berdua memutuskan untuk menundanya sampai keduanya menetas.
Untuk pakaian akan dibelikan dua set pakaian bayi laki-laki dan perempuan terlebih dahulu.
Keluarga mereka juga berkata bahwa mereka akan bertugas untuk mencari bahan-bahan untuk mendesain kamar bayi tersebut, tentunya mereka akan membeli sesuai dengan yang Samuel dan Darius inginkan.
Seiring berjalannya waktu, telur-telur tersebut terus-menerus bertambah besar dibawah perawatan para dokter, Samuel dan Darius.
Pada bulan ke 7, sesekali kedua telur tersebut mulai bergerak-gerak pelan, saat pertama kali melihat hal tersebut, Samuel sangat senang, dan dia segera melakukan video call dengan Darius yang telah kembali bekerja dan berada di kamp militer.
Pada bulan ke 8, hampir mendekati 9 bulan, para dokter semakin sering memeriksa kedua telur tersebut, larutan nutrisi putih transparan memenuhi seluruh kotak kaca yang memiliki fungsi pengaturan suhu khusus tersebut, menyelimuti kedua telur yang telah memunculkan sebuah pola biru dan abu-abu di cangkangnya.
Samuel juga berkunjung lebih sering dari biasanya saat melihat hal tersebut. Dia, dengan kamera di tangannya, terus-menerus memotret setiap perkembangan telur-telur itu.
Saat ini, Samuel mengambil gambar dirinya dengan kedua anaknya yang belum menetas setelah itu mengirimnya ke Darius.
Kedua telur, seakan merasakan keberadaan orangtua mereka, bergetar pelan, telur dengan pola berwarna biru karena terlalu bersemangat langsung terjungkal kebelakang dari awalnya berdiri tegak.
"Darius, anak kita sangat imut! Kau harus pulang lebih awal dan melihat kelucuan mereka." Samuel mengirim pesan suara di kontak obrolan Darius.
Setelah itu, dia langsung mengabaikan gelangnya.
Tangan Samuel terulur ke depan dan terletak di kaca tempat telur itu berada, energi spiritualnya menyelimuti mereka, membuat telur-telur itu bergetar seakan menikmatinya, bahkan telur dengan pola abu-abu ikut terjungkal kesamping.
Karena bayi dengan gen beast sangat membutuhkan energi, sejak telur itu dimasukkan ke mesin pembiakan, Samuel dan Darius saling bergantian menyalurkan energi mereka ke telur-telur tersebut.
Samuel menyangga dagunya dengan satu tangan, menyaksikan telur-telur yang bergerak-gerak pelan tersebut dengan penuh minat.
KRAK!
Sebuah retakan kecil tiba-tiba muncul di telur dengan pola biru.
Mata Samuel membelalak kaget, kemudian wajahnya langsung berseri-seri. Dia menekan tombol sampingnya, kemudian segera menelpon Darius yang langsung diangkat oleh empunya.
"Darius! Telurnya akan menetas! Kalau kau tidak pulang, kau akan melewatkan kesempatan melihat anakmu lahir seumur hidup! Ayolah, cepat pulang!"
"Oke, sayang. Aku akan segera tiba."
Notifikasi izin teleportasi muncul di gelang Samuel dan Samuel segera menyetujuinya.
Saat ini, dokter juga tiba, diikuti oleh Darius dibelakangnya.
Samuel berlari ke sisi DariuS, kemudian meraih tangannya dan menyeretnya ke kaca pembiakan.
Darius, dengan senyum lembut diwajahnya menyaksikan Samuel dengan tenang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Samuel [END]
FantasySamuel, seorang kutivator iblis, lebih tepatnya iblis rubah yang akan menghadapi petir surgawi untuk menerobos ke tahapan selanjutnya. Namun sungguh disayangkan, Samuel harus tewas akibat kecerobohannya. Tetapi ini adalah awal dari kehidupan barun...
![Samuel [END]](https://img.wattpad.com/cover/358515793-64-k871439.jpg)